Hai mom, 
Menurutpengalaman saya,  dan saya banyak bicara dengan guru anak2 saya (anak 
saya 3)memang kita harus hati2 saat memasukkan anak sekolah. 
Seorang anak yang sudah pandai dan menguasai materi formal (membaca dan 
berhitung) belum tentu dia siap secara emosi nya. Akibatnya saat kelas satu, si 
anak akan sangat2 tidak mandiri, susah utk mengukuti pelajaran (karena dalam 
kepalanya selalu ingin bermain), mogok beajar dan tidak mau disuruh oleh 
gurunya utk menyelesaikan tugas/ pelajaran. Apalagi kalau anak seperti itu 
dimasukkan dalam sekolah reguler.
Anak saya bersekolah di sekolah swasta islam di bogor. Dan anak yg mempunyai 
masalah seperti ini banyak sekali, karena sang anak masuk SD bukan karena 
kesiapan anak tapi karena ambisi orang tua.

Kalau di sekolah anak2 saya, saat TK B murid2 akan dievaluasi apakah memang 
mampu secara emosionalnya utk melanjutkan ke SD, walaupun SD yg sama.
Kalau calon murid SD berasal dari tk luar (bukan dari sekolah yg sama) maka 
anak tsb bukan/tidak akan dites membaca dan menulis, tapi lebih ke sisi 
psikologynya. Anak2 itu akan dites oleh seorang psykolog anak.

Karena menurut kurikulum nasional yg berlaku saat ini, anak yg akan masuk SD 
tidak harus bisa membaca dan menulis. Karena kurikulum TK sama sekali tidak 
boleh belajar membaca, menulis dan berhitung. Di TK hanya boleh pengenalan saja.
Anak2 TK hanya bermain sambil belajar. Itu sebabnya di sekolah anak2 kami, 
murid2 kelas 1,2 dan 3 SD memakai sistem belajar tematik. Saat kelas 1 SD anak2 
akan belajar dengan sistem peralihan dari TK. Jadi anak tidak duduk diam tangan 
di meja. Tapi anak diajak aktif "belajar sambil bermain" (saat TK...."Bermain 
sambil belajar). Jadi saat di kelas 1 SD anak2 diperdalam lagi membaca dan 
menulisnya.

Jadi kalau boleh saya ikut sharing.....lebih baik si kecil dibawa ke psykolog 
anak utk dilihat apakah dia memang siap utk masuk ke SD.
Karena kalau sudah mogok sekolah, kita akan susah utk "mendorongnya".

Ma'af kalau kurang berkenan.....


Regards,
YUSRI
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Vivi Novitasari <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Mon, 26 Nov 2007 22:30:19 
To:[email protected]
Subject: [Ayahbunda-Online] langsung SD or TK dulu?


hi semua, kenalin saya vivi ibu RT dengan anak 2 anak laki ( 5 tahun & 10,5 
bln) dan 1 perempuan ( 2th 10 bln) ...
 anakku yg pertama blm sekolah tapi sdh ikut kursus baca tulis, sempoa n kmrn 
aku masukin kelas b inggris. papanya mau dia langsung SD th ajaran depan (bln 
juli berarti dia 5 tahun 8 bulan) sdgkan aku lbh milih TK B dulu n byk ibu2 yg 
bilang mending dituain drpd masuk kemudaan tp nanti anaknya tertekan... ada yg 
punya pengalaman serupa gak? thks...
 
 ---------------------------------
 Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
   

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke