Ada sedikit info yg saya ambil dari milis sebelah...
Sekedar reposting kutipan dari bapakeghozan untuk milis sehat dengan sedikit 
editan (pinjam infonya ya pak.....)
Kalau saya pribadi sih memang waktu hamil Alma (15bln) memperdengarkan Mozart 
untuk janin yg saya kandung & saya juga kadang2 ikut dengerin, tapi tetap lebih 
enjoy musik pop, waktu hamil malah seneng denger Maroon5..hehehe..

Nurfa-bunda Alma
Directorate for Occupational Health
Ministry of Health RI


> > ----- Original Message -----
> From: "ghozansehat" <ghozansehat@ xxxxxxxx>
> To: <[EMAIL PROTECTED] com <sehat%40yahoogroup s.com>>
> Sent: Monday, September 24, 2007 1:57 PM
> Subject: Re: [sehat] Re:[news] Mozart & Senter Penting untuk Bayi ==>
> Salah
> Kaprah

> > Kayaknya lg mulai booming lagi Bu....
> >
> > Hari ini kemarin 2 media elektronik lokal yang sangat populer Detik dan
> > Antara merelease hal yang sama dengan sumber yang berbeda.
> > Dari Detik sudah saya posting, dari Antara bisa di baca disini :
> >
> http://www.antara. co.id/arc/ 2007/9/23/ stimulasi- terus-menerus- 
> pada-balita- dapat-ciptakan- anak-cerdas/
> >
> > Saya cuplik sedikit yg dari Antara karena ada sponsor popok.
> >
> > Caroline mengatakan stimulasi telah dapat diberikan pada bayi sejak
> masih
> > dalam kandungan, pada usia kehamilan enam minggu dengan cara mengajak
> > bicara
> > pada bayi yang masih dalam kandungan serta memperdengarkan musik lembut.
> >
> > "Hasil penelitian membuktikan nantinya bayi akan memiliki tingkat
> > kecerdasan
> > atau IQ ("intelligence quotient") yang lebih tinggi 14 poin dibanding
> > anak-anak usia sebaya serta memiliki kemampuan bicara lebih cepat," kata
> > dia.
> >
> > dr. Caroline Mulawi, Sp.A. (RS Omni Medical Center Jakarta, dan RS. Omni
> > International Alam Sutera, Tangerang)
> >
> > Saya binggung penelitian yg mana yah?
> > Ada yg bisa bantu mejelaskan?
> >
> > Maaf saya bukan pakarnya
> > Namun meminjam istilah Om Gendi, sependek yg saya tahu th1993 ketika
> > Gordon
> > Shaw(pencetus konser cello) dan F. Rauscher (ahli pengembang kognitif)
> > ketika ribut2 pertama kalinyamencetuskan efek Mozart dimana penilitian
> > dilakukan di universitas california dengan melakukan penelitian pada
> musik
> > klasik karya WA Mozart ternayat menurut Shauw dan Rauscher ini terdapat
> > pola
> > pada saraf yang berinteraksi secara berurutan, dan ini muncul karena
> > sebelumnya pada suatu bagian dalam otak merespons frekuensi tertentu.
> > Nah hal ini tidak berarti bahwa dengan mendengarkan Mozart otomatis akan
> > meningkatkan kecerdasan pada anak.
> >
> > salam keroncong,
> > bapakeghozan- -kebetuan penggemar keroncong sama campur sari
> >
> > dibawah ada beberapa link yg mungkin bermanfat :
> >
> > 1. The "Mozart effect" -- the popular idea that listening to classical
> > music
> > will make you (or your child) smarter -- has been discredited.
> > source: http://www.commerci alexploitation. org/news/ babyvideoscam. htm
> >
> > 2. The $165 Million Scam:
> > What Parents Should Know about Disney's Baby Einstein
> > source:
> >
> http://www.motherin g.com/articles/ growing_child/ education/ disney-baby- 
> einstein. html
> >
> > 3. Mozart Tak Membuat Anda Lebih Pintar
> > Efek Mozart terbantahkan karena tidak dapat menunjukkan pengaruh jangka
> > panjang terhadap kecerdasan.
> >
> > Suka mendengarkan alunan musik klasik Mozart? Nikmati saja, tapi jangan
> > berharap menjadi lebih pintar karena Anda rajin mendengarkannya. Namun,
> > berharap anak Anda lebih cerdas dengan memberinya latihan musik perlu
> > dipertimbangkan meski pengaruhnya masih perlu diteliti lebih lanjut.
> >
> > selengkapnya : http://www.kompas. com/ver1/ Iptek/0704/ 16/195543. htm
> >
> > 4. Meruntuhkan Keampuhan Efek Mozart
> >
> > Sekali lagi, karya besar musik Mozart sama sekali tidak berkaitan dengan
>
> > hal
> > menjadi cerdas, atau mendatangkan kekuatan. Musiknya berbicara tentang
> > bagaimana menjadi manusia dan hidup, seperti salah satu lirik dalam
> > musiknya, in nominee domini. Itu seharusnya yang menjadi efek Mozart
> > sesungguhnya. Impresi seni dalam musik Mozart sangat bagus, gemuruh yang
> > menakutkan dari Don Giovanni, gempita kebahagiaan The Magic Flute,
> > keruwetan
> > harmoni simfoninya, dan akhirnya yang transenden Ave Verum Corpus, La
> > Clemenza di Tito, dan Requiem--di mana semua ini seolah hilang oleh
> > seorang
> > penulis buku bernama Don Campbell (hlm. 128).
> >
> > selengkapnya :
> >
> http://www.ruangbac a.com/ruangbaca/ ?doky=MjAwNw= =&dokm=MDQ= &dokd=Mjk= 
> &dig=YXJjaGl2ZXM =&on=VUxT& uniq=NDY5
> >
> > 5. Silakan kalau mau menambahkan lagi......
> >
>
> 
>

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke