Keluarga,Teladan Pertama Anak Posted by: "Ummu Hanif" [EMAIL PROTECTED] Wed Jan 30, 2008 11:07 pm (PST) Keluarga,Teladan PertamaAnak<http://baitijannati.wordpress.com/2008/01/05/keluargateladan-pertama-anak/>Ditulis oleh *Farid Ma'ruf* <http://faridmaruf.wordpress.com/> di/padaJanuari 5, 2008*Oleh : Lathifah Musa** **baitijannati*. Fathimah, balita kecil usia 2,5 tahun menggendong bonekapandanya. Sembari menggoyang-goyang si Panda seolah meninabobokannya,sesekali ia mengecup kepala bonekanya. Tampak betapa sayangnya ia padaboneka itu. Tak jauh darinya, ibunda Fathimah juga sedang menggendongbayinya, adik Fathimah yang berusia 4 bulan. Ternyata apa yang dilakukanFathimah persis meniru ibundanya.Dengan mengamati dan meniru, Fathimah telah belajar mencurahkan kasih sayangdari sang bunda. Tak heran, walaupun masih balita, naluri keibuannya mulaibertunas.Tidak semua anak perempuan balita seperti Fathimah. Ada yang sukamencopoti tangan dan kaki bonekanya. Ada yang menggendongnya sekedarmenggantung di leher, sehingga leher boneka tercekik. Ada lagi yang gemarmelempar bonekanya ke luar melalui jendela kamar. Sebagai manusia dewasa,barangkali kita hanya mengatakan: "Ah biasa, perilaku anak-anak". Tanpa kitamenyadari, bahwa sesungguhnya balita-balita kecil itu sedang tumbuh,berkembang dan juga belajar.Anak belajar dengan melihat, mendengar, mengamati kemudian meniru. Jangandikira, makhluk kecil mungil itu tidak peduli pada lingkung-annya.Sesungguhnya mereka memiliki daya rekam yang luar biasa. Tanpa kita sadar,mereka bisa menjadi peniru-peniru ulung. Tak heran ketika kita meminta Mikko(3,5 th) untuk menyanyi, dengan fasihnya ia melantunkan "Mbah Dukun"-nyaAlam, dengan lenggak-lenggoknya yang tak kalah dengan aslinya. Atau Rara (3th) yang masih cedal menyanyi lagu "cucakrowo". Kontan membuat jengah danmerah telinga orang dewasa, karena baitnya yang cukup "ngeres" dan "saru".Tapi siapa yang bisa disalahkan? Balita-balita ini sudah terbiasa denganlantunan lagu-lagu itu di rumahnya. Bahkan orang tua mereka sendiri seringmelagukannya. Lebih parah lagi mereka justru tertawa, bertepuk dan bersorakmelihat balitanya yang mungil bisa menirukannya dengan lancar dan fasih.*Sumber Informasi Pertama*Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak. Ibu dan ayahadalah manusia-manusia dewasa kepada siapa anak belajar kata-kata yangpertama. Khususnya kepada Ibu, anak belajar kasih sayang. Kepada ayah, anakbelajar tanggung jawab dan kepemimpinan. Bagaimana sikap ibu dan ayah kepadaanak, sikap ayah kepada ibu dan sebaliknya ibu kepada ayah, adalah polainteraksi yang pertama dipelajari anak.Dengan telinga dan matanya, anak belajar menyerap fakta dan informasi.Semakin banyak yang terekam, itulah yang paling mudah ditirunya. Bagaikankertas putih bersih, orang tuanya yang akan memberinya coretan dan warnayang pertama.Betapapun sederhananya pola pendidikan dalam sebuah keluarga, tetap-lahsangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian anak. Keluarga merupakanawal bagi pertumbuhan pola pikir dan perasaan anak. Di dalam Islam, sistempendidikan dalam keluarga menjadi penentu masa depan anak. Apakah anak akanmenjadi shaleh, baik, santun, penyayang atau kurang ajar, kasar, bengis,semuanya tergantung pada tangan-tangan pertama yang mendidiknya, yakni orangtuanya.Dalam sebuah hadits, menurut kesaksian Abu Hurairah ra, Rasulullah SAWbersabda: "*Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah (mentauhidkan Allah),kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau seorangNasrani atau seorang Majusi." *(HR. Muslim).Hadits ini menunjukkan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.Yang dimaksud adalah anak-anak yang baru dilahirkan memiliki fitrah yangbersih dan suci, yaitu beriman kepada Allah SWT. Orang tua memiliki perandalam mengarahkan fitrah anak. Apakah akan tetap bersih, murni dan bersinar?Ataukah cahayanya akan memudar, bahkan hilang.*Ibu Pendidik Utama*Pendidik yang paling berkompeten dalam keluarga tentunya adalah orang tua(ayah dan ibu). Secara khusus, dalam sebuah keluarga, ibu adalah sosok yangmemiliki peran yang sangat besar dan penting dalam proses tumbuh kembanganak. Kepada ibu, anak pertama kali berinteraksi. Ibulah yang paling dekatdengan anaknya. Dalam kandungan ibu, anak mendapatkan kasih sayang sehinggaia dapat tumbuh dan berkembang selama kurang lebih 9 bulan, bukan waktu yangsingkat. Kesadaran, kerelaan, ketelatenan dan pengorbanan seorang ibu padamasa ini sangat diperlukan. Keikhlasan seorang ibu menjalani peran inisangat menentukan lestarinya generasi manusia.Sangatlah tepat kiranya bila Islam menempatkan "peran ibu" sebagai tugaspokok kaum perempuan. Untuk menjamin pelaksanaan ini, Islam menetapkanbeberapa hukum khusus bagi perempuan, baik berupa hak ataupun kewajiban.Dengan pengaturan ini, ada jaminan bagi proses tumbuh kembang anak, sehinggamenjadi manusia dewasa yang terarah.Kemuliaan dan keagungan peran ini tergambar dalam sabda Nabi SAW: "Surgaberada di bawah telapak kaki ibu" (THR Ahmad). Hadits ini mengambarkanbetapa saleh dan tidaknya seorang anak tergantung bagaimana sang ibumendidiknya. Kalau ibu memberikan pendidikan dasar yang baik, makakemungkinan besar anak akan tumbuh menjadi manusia yang shaleh. Sebaliknyabila ibu sampai keliru dalam mendidiknya, maka bisa jadi dia tumbuh dewasajauh dari arahan Islam.*Figur Ibu*Pentingnya figur seorang ibu atau orang tua yang baik, menunjukkanpentingnya sebuah keluarga sebagai lembaga pendidikan. Untuk itu ayahsebagai kepala keluarga berperan besar dalam mewujudkan figur ibu yang baikdi lingkungan keluarganya.Sejak awal, seorang calon ayah dianjurkan memilih calon ibu bagianak-anaknya dari kalangan perempuan yang penyayang. Sebagaimana sabdaRasulullah SAW: "Hendaknya kamu menikahi perempuan yang subur dan penyayang,sebab denganmu umatku menjadi lebih banyak daripada umat para nabi yang laindi Hari Kiamat." (THR. Ahmad dan Abu Hakim).Seorang ibu yang penyayang tidak akan pernah rela untuk menelantarkananaknya yang masih kecil demi karir. Ibu yang penyayang juga tidak akanmengorbankan hak anaknya mendapatkan ASI (Air Susu Ibu). Ibu yang penyayangini tidak akan mengorbankan hak anaknya mendapatkan pengasuhan danpendidikan yang terbaik.Ketika seorang anak usia TK kecil ditanya oleh gurunya, "Apakah kamu punyakaset lagu untuk menari?" Ia menjawab:"Di rumah ada kaset lagu GoyangDombret". Sang guru terperanjat,"Itu bukan lagu yang bagus." Tak kalah cepatsi anak menukas: "Ibuku suka lagu itu, katanya itu lagu bagus." Bisadibayangkan betapa mengejutkan bila ternyata anak-anak kecil itu pun bisamengatakan "goyang ngebor si Inul juga bagus".Kenyataannya tak sedikit orang tua yang tidak peduli sama sekali denganperkembangan pola pikir dan kejiwaan anaknya. Keluarga yang seharusnyamenjadi pelindung tumbuh kembang anak, justru menjadi tempat yangmerusaknya. Padahal ibarat radar, anak akan menangkap setiap obyek yang adadi sekitarnya. Perilaku orang tua adalah hal yang pertama ditangkapnya.Bagi seorang anak, ibu memiliki kesan pertama yang begitu besar. Untuk ituseorang ibu memang harus berperilaku dan berkepribadian tinggi. Supaya kesanpertama yang tertangkap anak adalah kesan yang baik. Kesan yang baik iniakan menjadi landasan yang kokoh bagi perkembangan kepribadian anak.Kekuatan figur ibu ini akan membuat anak mampu menyaring, apa yang bolehdiambil dan apa yang tidak boleh dari lingkungannya. Anak akan menjadikanapa yang diterimanya dari sang ibu sebagai standar nilai. Anak akan lebihpercaya kepada ibunya daripada orang lain, apalagi terhadap orang-orang yangkepribadiannya berlawanan dengan sang ibu. Dengan begitu anak akan menjadimilik ibunya. Ia tidak akan patuh begitu saja pada figur-figur di layar kacayang gaya hidup dan perilakunya berlawanan dengan Islam.*Keteladanan*Karena anak banyak belajar dari contoh-contoh yang ada, maka anakmembutuhkan figur-figur yang dapat dilihatnya secara langsung. Akal seoranganak belum sempurna untuk melakukan sebuah proses berpikir. Ia belum mampumenerjemahkan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan kepadanya. Tepatlahkiranya seorang pakar ilmu pendidikan yang mengatakan bahwa keteladananadalah media pendidikan yang paling efektif dan berpengaruh dalammenyampaikan tata nilai kehidupan. Dan karena keluarga adalah tempat pertamakali anak belajar hidup dan mengerti nilai-nilai kehidupan, maka orangtualah yang harus menjadi figur pertama keteladanan anak. (*www.baitijannati.wordpress.com* <http://www.baitijannati.wordpress.com/>)Sumber : Majalah Female Readers _________________________________________________________________ Get your free suite of Windows Live services today! http://www.get.live.com/wl/all
