Selamat siang Bu Yusri, eh Bu Dokter,
Saya mau mengucapkan banyak terima kasih atas sharing dokter di sini,
apalagi setelah tahu bahwa Ibu seorang dokter, wah semakin yakin bahwa saya
Insya Alloh tidak salah jalan. Kemarin saya sudah dapat hasil multiple
intelligence anak saya. Ternyata dari hasilnya, dia emang tidak berbakat di
logic math dan verbal. Semua yang mendukung untuk dia berprestasi secara
akademis. Untunglah kami tahu sedari dini, jadi kami sebagai ortu sudah
sepakat untuk memberikan stimulus yang bisa meningkatkan kemampuan
matematikanya (belum dalam bentuk kursus kumon atau matematika, tapi mainan
yang menstimulus kemampuan berhitung anakku). Setidaknya, dia gak jadi bodoh
banget di hitung-hitungan.

Oya Bu Dokter, bahkan saya mengajak seorang kenalan yang anaknya terkena
autis, karena bisa membantu untuk pengembangan anak tersebut. Jadi sekarang
anak itu kalau belajar matematika di luar ruangan, karena naturalisnya yang
tinggi. Kata temanku, dia lumayan terbantu dengan ikut fingerprint test ini.

Terima kasih banyak lho Bu Dokter, sharingnya berguna sekali.



On 1/24/08, - Yusri - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Siang, juga Mbak.....
> Saat melakukan fingerprint test anak hanya "di copy" sidik jari nya. Jadi
> seperti kita diambil sidik jari di kantor polisi.
> Dan diambil 3 titik (mereka punya rumusnya) di telapak tangan dan "di
> copy" lagi ke dalam komputer.
> Awalnya saya menganggap itu tidak ada bedanya dengan meramal. Tapi setelah
> saya membaca latar belakang ilmu pengetahuan yang mendukungnya, ternyata
> bisa merubah penilaian saya.
> Proses pengambilan sidik jari tidak lebih dari 15 menit. Setelah itu, saya
> menunggu proses pengolahan selama 10-15 hari. Jika hasilnya sudah selesai,
> saya diminta utk datang lagi ke kantor nya dan membahas dan menganalisa
> hasilnya dengan seorang psikolog.
>
>

Kirim email ke