To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Wed, 20 Feb 2008 19:57:18 
+0700Subject: [keadilan4all] Kemiskinan Merusak Pembentukan Otak Balita




*Kemiskinan Merusak Pembentukan Otak Balita**American Association for the 
Advancement of Science* pada minggu lalumengumumkan hasil riset yang 
membuktikan bahwa kemiskinan merusakpembentukan sel-sel di dalam otak balita. 
*Para neuroscientist (ahli syarafotak) mengatakan bahwa anak yang dibesarkan di 
dalam keluarga yang sangatmiskin mengalami tingkat hormon stres yang sangat 
tinggi, dan hormon inilahyang mencegah pembentukan koneksi sel-sel di dalam 
otak.* Efek ini ditambahlagi dengan kekurangan gizi dan toksin-toksin (zat-zat 
beracun) di dalamlingkungannya yang tidak bersih itu.Beberapa studi yang 
dilakukan oleh universitas di AS menunjukkan bahwakerusakan berat pada otak 
balita dari keluarga yang miskin terjadi *diantara umur 6 bulan sampai dengan 
tiga tahun*. Martha Farah, director *CentreFor Cognitive Neuroscience *di 
University of Pennsylvania, mengatakan, "*Efekterbesar terjadi pada kemampuan 
berbahasa dan daya ingat". ** *Sedangkan* *Jack Shonkoff, director *Centre On 
The Developing Child *diHarvard University, mengatakan, *"dasar-dasar dari 
semua masalah sosial yangnampak di masa dewasa berasal dari masa kecil. *Makin 
cepat* *dilakukanintervensi untuk mencegah efek kemiskinan, makin baik karena 
otak kehilangansifat elastis dengan bertambahnya umur anak."Kata Prof Shonkoff, 
hormon stres ternyata lebih tinggi di dalam badan anakdari keluarga yang miskin 
daripada anak dari keluarga yang statusnyamenengah ke atas. Tingkat hormon ini 
dalam kadar yang sangat tinggi terbuktimengganggu koneksi synapsis di antara 
sel-sel otak yang sedang berkembang,dan bahkan bisa mengganggu peredaran darah 
di dalam otak. Secara nyata,hormon ini merusak pembentukan otak, katanya.Hasil 
yang buruk ini bisa dikurangi bila orang tua diberikan bantuan untukbelajar 
skil komunikasi dengan anaknya, dan juga dilatih untuk mengontrolperbuatan 
buruk anaknya dengan cara yang baik. Bagi sekelompok orang tuayang telah 
mengikuti latihan, ternyata tingkat hormon stres yang merusakotak anak itu 
menurun secara drastis. *Brain*-s*can* terhadap otak anak jugamenunjukkan ada 
perbaikan. Dengan demikian, anak yang diduga kuat akan akangagal di sekolah 
bisa dibantu bila orang tuanya diberikan latihan khusus.*Tetapi Prof Shonkoff 
menegaskan, satu-satunya cara untuk menghilangkankerusakan yang terjadi pada 
otak anak sebagai efek samping dari kemiskinanadalah dengan cara memberantaskan 
kemiskinan.*Read the full article here:*Poverty mars formation of 
infantbrains<http://www.ft.com/cms/s/0/62c45126-dc1f-11dc-bc82-0000779fd2ac.html?nclick_check=1>*By
 Clive Cookson in BostonPublished: February 16 2008The Financial Times Limited 
2008[Non-text portions of this message have been removed] 






_________________________________________________________________
Help Splitzo Sally Before It’s Too Late! 
http://www.thegirlwhosplitinto5.com/

Kirim email ke