Kekuatan Terima Kasih by Kirdi Putra

Seringkali kita tidak menyadari, bahwa kekuatan kata-kata yang
terucap, baik di hati atau di mulut kita.


watch your thoughts,

they become words

watch your words,

they become actions

watch your actions,

they become habits

watch your habits,

they become character

watch your character,

they become destiny…


Banyak yang berkata, "coba untuk selalu berpikiran positif" atau
"iklaskan semua yang telah terjadi", tapi ternyata bukan hal yang
mudah untuk dilakukan. Bagaimana cara "real"nya untuk menerapkan ini
semua?

Terima Kasih, kata yang mengandung Positive Thinking ini hanya
diucapkan bila kita dalam kondisi yang baik atau bahagia saja. Tapi
bagaimana sebaliknya.

Perlu contoh? Pernahkah anda berada dalam kondisi ini:

Anda bangun pagi dalam kondisi badan yang tidak terlalu fit, dan lalu
timbul "sedikit" perdebatan kecil dengan pasangan dan si kecil yang
mulai "heboh" karena butuh perhatian anda. Lalu berikutnya yang
menimpa anda, adalah kondisi jalan macet membuat anda cukup terlambat.
Ketika sampai di kantor, kata-kata pertama yang keluar dari mulut
atasan anda sanggup membuat telinga anda memerah sehingga membuat anda
tidak mood untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang belum selesai
anda kerjakan. Masih ditambah dengan tekanan-tekanan dari klien/
pelanggan/mitra kantor anda yang berhubungan langsung dengan anda.
Masih perlu ditambah lagi?

Nah, siapapun yang pernah berada dalam kondisi diatas, tahu bahwa
untuk berpikiran positif saat itu sangatlah sulit (sekali lagi, sulit,
bukannya tidak mungkin). Lalu, apa yang bisa dilakukan saat itu?

Saran untuk "coba berpikiran positif" mungkin akan ditanggapi "benar
juga, ini Cuma sementara", atau justru mungkin memicu kata-kata dalam
hati "bener sih, berpikiran positif bagus, tapi coba kalau kamu yang
ada di dalam posisi saya, apa masih bisa ngomong seperti itu!" (tidak
bisa tidak, sambil menulis, saya tersenyum-senyum sendiri, untuk hal
yang juga pernah saya alami sendiri)

Salah satu cara yang praktis untuk mengatasi berbagai hal ini adalah
dengan ber Terima Kasih. Berterima kasih??? Ya, berterima kasih atas
segala yang telah terjadi pada diri kita hari ini.

Terima kasih untuk badan yang terasa tidak fit ketika bangun di pagi
hari..

Terima kasih untuk pasangan/keluarga yang "menyebalkan" sebelum kita
berangkat...

Terima kasih untuk kondisi jalanan yang macet ketika kita di perjalanan...

Terima kasih untuk atasan yang memarahi kita setibanya di kantor...

Terima kasih untuk klien kantor yang menekan kita ketika kita
berhubungan dengannya...

Terima kasih untuk apapun yang tejadi pada diri kita, untuk setiap
kejadian positif maupun negatif yang kita terima, yang kita alami,
karena pasti ada sebuah pelajaran/hikmah yang memang PASTI dapat kita
ambil dari situ. Kalau tidak ada? Berarti kita belum mencarinya dari
sisi pandang lain, atau... biarkan saja pikiran kita yang akan
"meramunya" untuk kita.

Berterima kasih pada siapa? Pada pilihan yang telah kita ambil (untuk
menyesal dan berterima kasih, energi yang kita keluarkan sama, buat
apa memberikan efek negatif dengan menyesal? Dengan menyesal kita
dapat kembali ke masa lalu? Tidak bukan...), pada Tuhan yang telah
menempatkan kita pada suatu keadaan tersebut (yang pasti TIDAK mungkin
TIDAK, pasti ada maksudnya, kita saja yg belum tahu).

Terima kasih untuk badan yang tidak terasa fit ketika bangun di pagi
hari, karena dengan itu berarti kita diingatkan bahwa kita masih punya
umur, masih hidup, dan kita tahu bahwa kalau kita mau berumur lebih
panjang dan menikmati hidup, ada pola makan dan olah raga kita yang
harus diubah...

Terima kasih untuk pasangan/keluarga yang "menyebalkan" sebelum kita
berangkat, karena dengan itu berarti kita masih punya seseorang yang
terikat secara emosional dengan kita, sementara banyak sekali orang
yang tinggal seorang diri hidup di dunia, atau sangat berharap ada
seseorang yang bisa memeluk atau memarahinya, tetapi itu semua sekedar
angan-angan...

Terima kasih untuk kondisi jalanan yang macet ketika kita
diperjalanan, karena dengan itu berarti kita diingatkan, ketika lain
kali ada sebuah urusan di pagi hari, kita mampu ingat bahwa kondisi
jalanan macet dan kita mampu mengambil tindakan preventif dengan
berangkat lebih pagi...

Terima kasih untuk atasan yang memarahi kita setibanya di kantor,
karena dengan itu berarti kita masih punya pekerjaan, sementara banyak
sekali orang di luar sana yang masih berharap untuk punya sekedar
pekerjaan hari ini demi menyambung kehidupannya...

Terima kasih untuk klien kantor yang menekan kita ketika kita
berhubungan dengannya, karena dengan itu berarti kita semakin matang
dan bijaksanan secara emosi di pekerjaan, dan semakin belajar lebih
banyak lagi tentang apapun yang menjadi bagian dari pekerjaan kita,
sehingga makin ahli kita di bidang itu...

Dan bila anda merasa bahwa itu semua bukan sebuah pelajaran atau
hikmah, tetaplah berterima kasih... biarkan pikiran bawah sadar anda
yang menunjukkannya pada anda... biarkan...

Sebetulnya, bagaimana "terima kasih" itu bekerja dalam diri saya?

Ketika kita mengucapkan "terima kasih", baik dalam hati maupun dengan
berbicara, maka terjadi proses penyerapan kembali oleh pikiran kita.
Nah, didalam pikiran itulah semua ini berawal.

Ketika sebuah kata-kata masuk ke dalam pikiran, secara singkat, yang
terjadi adalah:

"Kata-kata" - Pikiran - Pikiran Bawah sadar - Diproses - Hasil -
Ide/Perasaan

Proses inilah yang kira-kira terjadi dalam pikiran kita. Kekuatan dari
kata-kata yang kita pikirkan (self talk) maupun yang terucap (external
communication) mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa, yang
mempengaruhi kita secara pikiran, emosi, maupun fisik.

Ketika kita mengucapkan terima kasih maka yang terjadi adalah di dalam
pikiran bawah sadar kita mulai terjadi sebuah proses yang
berkelanjutan, yang kemudian menghasilkan sebuah ide atau perasaan.
Ide atau perasaan apa? Kalau kata-kata yang kita ucapkan adalah terima
kasih, maka apapun ide dan perasaan yang muncul adalah hal-hal yang
menyenangkan.

Jadi, Terima kasih untuk apa saja yang ingin anda ucapkan pada hari ini?



Kirim email ke