Diambil dari blog kesehatan, metode Pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi)
http://thibbunnabawi.wordpress.com/
Mengobati sakit perut dengan minum
madu<http://thibbunnabawi.wordpress.com/2007/06/28/mengobati-sakit-perut-dengan-minum-madu/>

http://thibbunnabawi.wordpress.com/2007/06/28/mengobati-sakit-perut-dengan-minum-madu/

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang madu yang keluar dari perut
lebah:

يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيْهِ شِفَاءٌ
لِلنَّاسِ

"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di
dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia." (An-Nahl: 69)
Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti
ditunjukkan dalam hadits berikut ini:

أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ:
أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ. فَقَالَ: اِسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ
الثَّانِيَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَة فَقَالَ:
اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ: فَعَلْتُ. فَقَالَ: صَدَقَ اللهُ
وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيْكَ، اسْقِهِ عَسْلاً. فَسَقَاهُ فَبَرَأَ

"Ada seseorang menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berkata:
'Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya6.' Nabi berkata: 'Minumkan ia
madu.' Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata:
'Minumkan ia madu.' Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap
berkata: 'Minumkan ia madu.'
Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: 'Aku telah melakukannya
(namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).'7 Nabi bersabda: 'Allah
Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta8. Minumkan lagi madu.' Orang itu
meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh." (HR. Al-Bukhari no. 5684
dan Muslim no. 5731)

Keterangan:

6 Dalam lafadz lain, disebutkan orang itu berkata: إِنَّ أَخِي اِسْتَطْلَقَ
بَطْنُهُ
Makna (اِسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ) adalah banyak yang keluar dari isi perutnya
yakni mencret/ diare. (Fathul Bari, 10/208)
7 Sebagaimana dalam riwayat Muslim, orang itu berkata:
إِنِِّي سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزْدَدْ إِلاَّ اسْتِطْلاَقًا
"Aku telah meminumkannya madu namun tidak menambah bagi dia kecuali
mencret."
8 Maknanya, perutnya tidak pantas untuk menerima obat bahkan menolaknya. Di
sini juga ada isyarat bahwa madu itu adalah obat yang bermanfaat. Adapun
jika penyakit tetap ada dan tidak hilang setelah minum madu, bukan karena
jeleknya madu, namun karena banyaknya unsur yang rusak dalam tubuh. Oleh
karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhnya untuk mengulang
minum madu. (Fathul Bari, 10/209, 210)

Sumber : http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=362
Pada dasarnya tiap jenis madu, pasti mengandung faedah asalkan madu tersebut
terjamin murni, bukan oplosan gula.
Jika salah dalam memilih madu, maka bukan manfaat yang kita dapat, malah
tubuh kita bisa kebanyakan zat gula jika memang terbukti madu tersebut
oplosan gula.
jadi jangan terpesona dengan harga murah madu yang dijual di penjual2 jamu
bebas.

-- 
=Rony Setyo Hariyono=
Sehat dengan Thibbun Nabawi & Herbal
www.r-syifa.com

Kirim email ke