Ada cerita....
seorang manantu perempuan yang tidak cocok dengan mertuanya. setiap hari
salah paham. apa yang maunya mertua tidak bisa dipenuhi menantu karena beda
prinsip & sama-sama punya ego. sang mertua merasa menantu tidak menghormati ibu
dari suami menantu.
karena tidak tahan dengan tekanan situasi seperti ini, suatu hari menantu
pergi ke dokter berobat, sambil curhat mengenai situasi yang dihadapinya. dia
sangat membenci mertuanya. kalau bisa bagaimana caranya supaya mertua ini bisa
disingkirkan dari kehidupannya. kemudian dokter memberi saran : setiap hari
sang menantu bersikap seolah-olah mengasihi mertua, selalu memberi perhatian,
bahkan memasak makanan yang enak2. kemudian masukan obat yang diberikan oleh
dokter ke makanan tersebut. setiap hari harus dilakukan seperti itu, agar
mertua tidak curiga, obatnya sedikit demi sedikit diberi. supaya mati pelan2.
setiap hari dilakukannya apa yang disarankan dokter. sang mertua melihat
perubahan yang terjadi terhadap menantunya. dia kemudian berubah, dia mulai
mangasihi menantunya. keduanya saling membuka diri. akhirnya mertua & menantu
sangat akrab. seperti ibu kandung & anak kandung. tiba2!!! sang menantu
teringat kalau selama ini dia telah memasukan 'racun' ke makanan mertuanya.
padahal dia sudah terlanjur sayang sama mertuanya. dia sangat-sangat menyesal.
kemudian menantu pergi ke dokter untuk melaporkan apa yang telah dia lakukan
selama ini. & dia menyesal akan tindakannya. karena dia sudah terlanjur sayang
sama mertuanya. dia minta supaya dokter memberikan antibiotik untuk mencegah
'racun' menyebar ke seluruh tubuh. dokter menenangkan menantu tersebut &
mengatakan bahwa obat yang diberikannya itu cuma vitamin........
fiuh!!!! leganya sang menantu...........................
Love one another.
sean rizantha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hahaha, seru juga nih topiknya....
sekedar sharing aja, saya juga mogok bicara dgn mertua perempuan, sjk anak
saya lahir hingga skr ! (umur anak saya hampir 2 thn )
penyebabnya ? too complicated to tell...
pokoknya, saya "mengalah", dan melakukan perang dingin dgn dia....
krn watak saya keras, sedangkan watak mertua "ga mau kalah/mengalah/apalagi
dikalahin" ....
jd, ga akan pernah ada titik temu!
kalo minjem istilah org jerman: "sing waras, ngalaaaaaah wae"
krn buat saya, dia lah yg menjadi penyebab "jalan" rumah tangga saya dgn
istri menjadi penuh kerikil tajam, yg harus saya dan istri sapu bersama dgn
penuh kesabaran ...
jgn ditiru ya!
krn konteks masalah setiap org dlm berumah tga itu kan blm tentu sama...
jd cari aja solusi2 terbaik yg membuat para ayahbunda akan menjadi nyaman dlm
kehidupan pernikahan....
yg jls, saya selalu tekankan ke istri...
saya blg: dont push me to respect ur mom, after all the things that she has
done to our marriage....
(Coz i've millions of reasons why i do this to ur mom)...
dan, walau saya tdk berbicara lg dgn ibu mertua, tp saya tetap menjalin hub
dgn adik2 ipar....
dan secara periodik, istri dan anak saya kadang main kerumah mertua, tentu
TANPA SAYA....
yg jls, sbg suami dan IMAM dlm rmh tga, saya pny hak utk menentukan kearah
mana pernikahan akan saya bawa...
dan saya selama ini sdh cukup bersabar dgn segala bentuk intervensi merrtua
yg lama2 kelamaan membuat saya "gerah"...
dimulai dr hal2 sepele, sampai hal2 yg menyangkut DIGNITY !!!!
kehidupan rmh tga yg agak unik bkn? tp itulah realita yg ada....
saya sdh nyaman dgn kondisi spt ini...
walopun saya tau, mgkn hal ini agak "menyiksa" bathin istri saya....
but im sure, deep down inside, apa yg saya lakukan ini, semua demi
kebahagiaan dia dan putri kami.....
(sorry jd curhat colongan, )
Valerie's Daddy
Lia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada cerita begini :
Ciri - ciri mertua yang nge bete in begini :
- cerewet
- hal kecil bisa menjadi besar
- selalu ingin dinomorsatukan
- maunya diturutin
- negative thinking
- berbicara pedas
- menggunakan kata-kata yang menyakitkan hati karena tidak suka/pada saat
marah
- materi harus nomor satu diberikan sebelum jatuh ke menantu (apalagi kalau
mantunya cewek)
- tidak pernah memberi hadiah ke menantu untuk even2 tertentu seperti
ultah,kenaikan jabatan
- tidak boleh tinggal di rumah mertua
- cucu tidak diperhatikan
Tapi kalau di luar lingkungan keluarga sendiri,sifat manis, sebaliknya
menantu dijelek - jelekan, bahkan anak kurang perhatian sedikit saja dianggap
menantu yang menyebabkan itu.
Lalu, pada suatu ketika, Ling - Ling (misalnya), mendapatkan hadiah dari
mertua untuk anaknya (cucu pertamanya ini), tumben banget dech, karena dari
sejak lahir ga pernah ngasih hadiah ke cucunya. Ling - Ling membuka plastik
yang nampak dari luar penuh dan terlihat ada kepala - kepala boneka yang masih
dilindungi dengan plastik. Tetapi alangkah kaget karena ternyata di tiap
plastik pembungkus ada tulisan "Ucapan terima kasih dalam rangka 1 tahun Abel
(misalnya)" lalu di plastik lainnya, "Peringatan ultah perkawinan emas AA & BB"
dan satu lagi "Selamat ulang tahun untuk Gandi yang ke -3,semoga panjang umur"
...... Ling - Ling tercengang dan kecewa karena anakku namanya Audy dan masih
1,5 thn dan Ling - Ling tau persis hadiah untuk Gandi dibeli pada saat Ling -
Ling baru melahirkan dan ikut mengantar mertua pula waktu membeli hadiah itu.
Ling - Ling menyimpan semua pemberian mertuanya itu dan tidak ada niat untuk
diberikan ke anaknya. Dan menganggap itu tidak pernah ada.Dan
Ling - Ling tak pernah berani protes atau marah terhadap mertuanya.
Benarkah tindakah Ling - Ling?Bagaimanakah perasaan kalian kalau menjadi Ling
- Ling ini?
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.