He......he......he......
Gak masalah, lah.....
Dua dari 8 kakak2 saya juga gak pake PRT. Karena mrk kapok klu ketemu sama PRT 
yg bermasalah. 
Pakai PRT atau tidak, itu tergantung dari kenyamanan kita saja. Kalau kita 
merasa mampu membagi waktu dan tenaga kita utk melakukan semua pekerjaan rumah 
tangga dan mendidik anak, rasanya sih ok2 aja.

Dan biasanya semakin anak besar,  tenaga dan waktu kita juga akan banyak 
tersita. Dan disaat inilah kita harus pandai2 membagi waktu dan tenaga utk hal2 
yg bisa di nomor 2 kan.
Dan biasanya dalam taraf ini, pasti ada yg "dikorbankan".
Misalnya: supaya mengirit waktu dan tenaga, utk makanana ikut 
katering/rantangan.
Atau akhirnya ambil guru private utk membantu anak dalam mempersiapkan 
pelajaran sekolah, dsb.

Kakak saya yg satu juga mengambil trik2 seperti itu. Tapi kakak saya yg lain, 
dia tetap masak dan memberihkan rumah sendiri. Tapi dia gak mampu lagi utk 
membantu anaknya belajar karena sudah lelah. Supaya gak emosi, akhirnya dia 
ambil guru private.

Nah.....itu sih cuma contoh2 saja. Kalau memang mampu melakukan segalanya 
sendiri, bisa saja tanpa PRT. 
Tapi tetap kita harus menjaga emosi kita terhadap si kecil. 

Kalau saya sih, karena anak saya 3 dan butuh bimbingan membuat projek2 dari 
sekolah, rasanya saya gak mampu utk membagi badan, pikiran dan tenaga saya utk 
semua pekerjaan rumah. 
Saat ini saja, saya sedang membatu anak ke 2 saya (kls 2 SD)  membuat projek 
dari barang2 bekas dalam pelajaran matematika. Datelinenya hari kamis. Dia 
harus membuat projek dalam bentuk apapun yg berasal dari benda bangun ruang 3 
dimensi.

Minggu lalu, saya harus bantu anak pertama  saya (kls 4 SD) utk membuat makalah 
dalam bahasa inggris dengan pokok bahasan bebas. Dan di presentasian didepan 
kelas juga dalam bahasa inggris. 
Saya harus bantu dia merangkum beberapa buku referensi. Dan mengajarkan dia 
bagaimana mempresentasikannya.

Lha........kalau saya harus juga mengepel lantai (rumah 2 lantai) dan memasak, 
tenaga saya gak cukup. Dan kalau gak ada pengasuh yg menjaga anak ke 3 saya, 
gimana saya mau fokus ke tugas anak2 saya?
Padahal.........saya hanya membantu saja, anak2 saya mengerjakan nya sendiri. 
Tapi tetep aja....kalau gak ada "asisten" aku gak akan bisa.

Walaupun saya memakai jasa "asisten" utk membantu pekerjaan rumah, saya rasa 
anak2 saya tetap merasa nyaman karena sang ibu tetap ada utk membantu disaat 
mereka membutuhkan kita.

Jadi..........semuanya tergantung skala prioritas kita saja....dari mana kita 
memandangnya.

Pokoknya......peace lah......



Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Nika Hanidhah <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 20 Mar 2008 09:46:22 
To:[email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Baby Sitter, Sang Buah Bibir ... (part 2)


mbak yusri...peace lah.. 
  
namanya jg pendapat.. 
  
saya malah aneh 
kalo suami usul pk pembantu, saya agak tersinguung 
apa saya kurang oke ya.. 
aneh kan? 
  
biar di milis ini saya aja yang aneh.. 
yang lain jangan ketularan, hehehehe 
 
 
----------------
Never miss a thing.  Make Yahoo your homepage. 
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs>                   
                                                 
------------------------------------

Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Info Belanja si Kecil: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Ayahbunda-Online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke