Dear Mbak Nika And all moms,
Tenang saja mbak, banyak kok wanita yang jadi IRT
dan full time mom seperti mbak...
Cara dan pandangan hidup setiap keluarga itu kan
beda2. Demikian juga dengan prioritas hidup. Jadi jika mbak lebih merasa nyaman
dengan tidak mempekerjakan pembantu, it's okay. Demikian juga dengan keluarga
yang lebih nyaman dengan menggunakan jasa pembantu/suster, itu juga sah2 aja.
Itu kan hanya caranya saja dalam mengasuh anak yang berbeda2. Namu saya yakin,
satu hal yang pasti, semua cara itu memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu utk
memberikan yang terbaik utk anak2 kita. Tidak ada satu orangpun yang berhak
men-judge benar atau salahnya keputusan yang diambil oleh sebuah keluarga.
Selama, ya itu tadi, tujuannya adalah untuk kebaikan keluarga. Jadi tenang saja
mbak, dan nikmati terus hidup mbak sekeluarga yang indah ini, tidak usah
terlalu
banyak mendengarkan omongan kanan-kiri. Karena bukan mereka yang mengerti
keluarga kita, tapi KITA sendirilah yang paling mengerti keluarga kita,
termasuk
yang terbaik buat mereka... ;-)
Saya sendiri adalah seorang IRT juga. Sewaktu
gadis bekerja kurang lebih 5 tahun. Begitu menikah langsung resign karena
kebetulan dapat suami sekantor, jadi kena peraturan (salah satu harus resign).
Setelah rembugan dan dengan penuh keikhlasan akhirnya saya yg resign, karena
selain posisi suami adalah top management (saya cuma staf, hehe...) dan juga
saya pikir jika ingin kerja lainpun insyaAllah saya masih bisa dapatkan
pekerjaan di tempat lain krn usia saya yang masih relatif muda watu itu.
Kebetulan suami sangat mendukung keputusan saya, karena beliau memang inginnya
kelak saya tidak bekerja, dan dirumah saja bersama anak2. Ya udah, sampai
sekarang anakku sudah 2 pun tidak kerja lagi, karena saya iklas utk manut
keinginan suami. Tapi sejujurnya, saya malah beruntung lho suami saya seperti
itu, karena saya mikir...saya juga bingung tuh kalo disuruh kerja dengan
kondisi
2 anak batita begini. Capeknya kayak apa ya?? Makanya saya salut banget tuh
buat
ibu2 yang harus bekerja dan dalam kondisi punya anak. Wuih..two thumbs up buat
mereka! Saya berpikir mungkin saya tidak akan sanggup kalau jadi mereka ;-)
Yah,
makanya saya nikmati saja kehidupan saya dengan profesi 'just' as IRT. Dan saya
tidak mau membanding2kan baik/buruknya, karena semua profesi itu sama mulianya.
Jadi full time mom mulia, jadi wanita karir+Ibu juga mulia.
Saya juga memakai jasa pembantu sbg asisten,
berhubung anakku dua2nya adalah batita. Mereka belum mengerti apa itu bahaya.
Jangankan yang kecil yang baru 1 tahun, kakaknya yang hampir 3 tahun aja
pikirannya kadang belum nyampe apakah itu bahaya/gak. Mothers, you know
lah..??
So I need a hand to help me. Makanya aku hire pembantu sbg asisten utk jaga
anakku. Jadi jika si kakak kebetulan sedang membutuhkan aku, ada orang yang
bisa
jaga si adik. Begitupun sebaliknya, jika si adik membutuhkan aku utk menyusu
misalnya, atau utk diajak ngobrol/nyanyi2/mandi, aku bisa fokus sama si adik,
nah si mbak bisa gantian jaga si kakak. Dan benar
kata Bu Yusri, pembantu hanyalah sebagai asisten, bukan pemeran pengganti. Our
hands are only two right..?? Kalau kita lagi nyusui adik, tentu kan harus diam,
gak mungkin jalan2, dan harus konsen & relax pula toh, agar asi lancar dan
bisa komunikasi dengan si baby? Lha kalo at the same time si kakak yang batita
tiba2 pengen lari2an atau naik2 kursi atau ngambil item yang ada di meja? Trus
gak ada orang dirumah (suami kan kerja..)? Lari2 deh tuh emak megangin si kakak
sambil netein si adik. Gak tau ya kalau moms sekalian. Kalau buat saya sih gak
kebayang aja.. malah kasian tuh anak2nya.. ;-)
Okay deh, maaf beribu maaf kepanjangan. Jangan bete
ya bacanya, saya cuma mau sharing aja. Maaf kalau ada yang kurang
berkenan..
Cheers,
April
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping