halo mba, On 4/3/08, Nika Hanidhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > soal kebiasaan... > saya ni pasutri dr jawa timur n suami jawa tengah. > berbahasa indonesia dirumah. > suami saya bilang kalo bahasa jawa yang halus/inggil.kalo gak bisa daripada > ngoko mending bahasa indonesia. > nah krn saya kurang bisa jawa inggil, bisanya ngoko n madya, jadi ambil > tengahnya: bahasa indonesia.
Wah ini seperti keluarga saya ini. Karena ayah saya tidak bisa basa sunda alus sementara ibu saya nggak bisa jawa halus jadilah kami, anak2nya gak ada yang bisa bahasa daerah. Apalagi tinggalnya di Jakarta pula, jadilah kami bisanya bahasa prokem/gaul ;) > walo hidup didepok-kejakarta2en... > suami keberatan kl ada yang ngomong ELU-GUE didalam rumah Saya rasa itu sih tidak bisa dihindari ya kalau nanti sudah sekolah pasti akan terpengaruh juga dengan teman2nya. Tapi selama kita ajarkan tata krama dan sopan santun/ etika berbicara itu tidak masalah. nggak mungkinlah ber-elu-gue dan berbasa binan dengan ayah dan ibu saya, meski dengan kakak2 saya sih lanjuut.... salam, sas -- "Iqra, Iman, Ilmu, Amal" Civilization is defined by the presence of cats - Unknown agatogata.multiply.com agatogata.blogspot.com
