Iya, kalo ada yang dokter or pakar yang mengerti masalah ini tolong beri 
tanggapan dong.
Soalnya jadi kayak rumor di masyarakat kalo imunisasi tertentu itu 
berdampak negatif untuk perkembangan anak.
Apa benar vaksin yang disuntikkan ke anak2 itu mengandung Thimerosal ?
Dan bagaiman cara kita sebagai parents untuk menghindarkan anak kita dari 
bahaya vaksin seperti ini???
Kalo saya ga salah sebelumnya ada parents yang posting artikel ttg buku 
"Children with Starving Brains" di milis, ttp setelah saya 
cari2 buku itu udah ga da stoknya...Ada yg bisa bantu  ga dimana aku bisa 
dapetin buku itu???

Trims..


Best Regards,

Christina Natali







"Aming Suherman" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
04/04/2008 10:39 AM
Please respond to Ayahbunda-Online

 
        To:     <[email protected]>
        cc: 
        Subject:        [Ayahbunda-Online] Help - Imunisasi


Dear Parents,
Saya sedang kebingungan untuk "memberikan" atau "tidak", imunisasi untuk 
anak ke-2 kami (Lahir 16 Mar 2008). 
Anak pertama kami (5.5th) di-diagnosis sbg anak ADHD (Attention Deficit 
Disorder/ Hyperactivity). Saat ini, sejak umur 3th masih terus kami 
berikan terapi ABA dll (belum diberikan terapi obat2an). Kemajuannya yang 
dicapai saat ini sudah lumayan. Diet susu sapi dan terigu juga sudah kami 
terapkan. Hiperaktif sudah berkurang banyak dan sudah bisa berkomunikasi 
(kalau ditanya sudah bisa menjawab, tapi belum mampu untuk bercerita 
secara lengkap). Dan syukur ada sekolah inklusi yang mau menerima anak 
pertama kami untuk berbaur bersama anak2 normal lainnya.
Ada orang tua ABK (anak2 berkebutuhan khusus) yang tidak memberikan 
imunisasi APAPUN kepada anak ke-2 dst karena disinyalir kalau vaksin yang 
diberikan mengandung pengawet pemicu spektrum autism. Dan adik2 "mereka" 
yang tidak diimunisasi itu semuanya normal? 
Dari pembicaraan dengan salah satu produsen vaksin di Indonesia, mereka 
masih menggunakan Thimerosal sebagai pengawet? 
(http://puterakembara.org/archives3/00000026.shtml)
"Satu dari 150 anak menderita autisme," ujar Melly Budhiman (Gatra.com - 
Melly Budhiman Sp.Kj., psikiater anak - ketua Yayasan Autisma Indonesia). 
But for me, "1 anak autis di dalam 1 keluarga is TOO MUCH"
Mohon para DSA atau yang mengerti masalah ini memberikan tanggapan 
(artikel/ sharing hasil seminar, dll). 
Terima kasih sebelumnya.
 
Regards,
Aming Suherman 
 
This e-mail is for the intended addressee only and is confidential 
information. If you have received this transmission in error please delete 
and notify the sender. The contents of this e-mail are the opinion of the 
writer only and are not endorsed by Mitrais unless expressly stated 
otherwise.
 
 

<<image/gif>>

<<image/gif>>

Kirim email ke