ikut cerita juga ah .. sama juga. kirain okta ajah yang lebih berminat dengan mainan papa mama dan si mbak dibanding sekeranjang mainannya yang dipilih dengan ilmu a la psikolog anak.
hari ini, okta rebutan golok sama si mbak yang mau bikin pager tanaman. padahal dia sudah dikasih mainan. ember dan gayung biar asyik nyiram tanaman. nggak mau juga. akhirnya dia nemu wadah goloknya. uhu uhu .. seneng deh. dia sabet sana-sini sambil sayanya teriak-eriak, aduh nak, jangan, cabe mama sudah mau buah niy, aduh nak, kasihan kemanginya poteng-poteng, aduh nak, ... sorenya, si mbak mau ngepel, dia minta juga itu tongkat pelnya. setelah kalah rebutan dengan si mbak, okta memutuskan untuk maen air yang di ember untuk ngepel itu. awalnya, dia cuma celup-celup dikit jarinya lalu tangannya. terus kakinya sedikit. terus akhirnya dia nyemplung byur ke ember isi air untuk ngepel itu. wuah, dia seneng bukan maen. siangnya, di tivi ada liputan soal salon bayi, yoga bayi, kelas bayi dan aneka bayi. tak panggil-panggil biar ikut nonton teman sesama bayi sedang maen. dia cuek ajah. sibuk ngaduk-ngaduk wadah tutup gelas dan sendok di dapur. liputan ganti soal ekstra kurikuler break dance di sma di jakarta. dia nonton tak berkedip anak-anak sma itu jungkir balik dan muter-muter. eh, begitu liputan selesai, dia ikut muter-muter, tangannya gerak-gerak niruin, terus nungging mau jungkir balik juga sambil cengar-cengir. pas papanya pulang, tak bilang, nak, coba kasih tahu papa, gimana tadi belajar nari kaya' di tivi. dianya senyam-senyum jual mahal. sok tersipu-sipu. terus ngaduk-ngaduk maenannya lagi. ngga mau kasih free demo ke papanya. dulu pas mau tumbuh gigi kami sudah siapin teether lucu-lucu aneka bentuk dan rupa. tapi dia lebih memilih remote dan hape. hape kami mati dua-duanya dengan kondisi layarnya basah kuyup diemuth dengan hebat. pas belajar jalan maunya dikasih wagon yang bisa didorong atau kursi palstik. tapi dia lebih suka rebutan sapu dengan si mbak. jadi, akhirnya dia belajar jalan pegangan sapu. papanya sudah bikin sapu dan tongkat pel yang disesuaikan dengan badannya. nggak mau tuh. musti yang sama dipakai mama atau si mbak. setelah makan, kami belikan sendok piring dan gelas dari melamin supaya aman dan tidak mmudah pecah. dia malah tidak mau makan. maunya sendok piring dan gelas kaya' punya papa. kalau minum air putih ditaruh di cangkir yang ada pegangannya nggak mau juga. maunya di gelas papanya yang isi hampir seliter. guedhe itu loh. sekarang okta sudah 18 bulan. maunya sudah buanyak buanget sayangnya dia belum bisa bicara jadinya sering nangis marah karena saya salah menerjemahkan maksudenya. nggak ada kamuse jeh. mulai ngatur baju yang dipakai papa mamanya juga. kalau saya pakai baju tanpa persetujuannya, dia bakalan nangis dan narik-narik baju sampai saya ganti baju yang sesuai seleranya. weleh .. kalau papanya pulang, dia sudah siap dengan baju gantinya. dia buka sendiri pintu lemari dan mengeluarkan semuanya sampai nemu yang pas dihatinya. dia akan tetap di pintu kamar mandi sampai papanya selesai dengan tangan menggenggam baju pilihannya. dasar anak-anak ya .. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
