Note: forwarded message attached.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.--- Begin Message ---
Bunda Jyojo aka Mbak tenik,
Sjk Mbak melansir bbrp nama anggota milis di majalah Aybun, dampaknya luar
biasa...
Mrk yg kesebut, bangga bgt...
Mrk yg "blm" kesebut, asik2 ngarep, huahahaha....
(Everybody in this bloody universe are really narsistic, huh ?)
Gini mbak, saya mo tny, saya pernah baca di artikel surat kbr, kalo bs,
begitu anak bayi lahir, sebaiknya lgsg ditaro di dada sang bunda lalu dikasih
puting susu mamanya, tanpa hrs dibersihkan dulu...
Selain krn utk "memancing" agar asi cpt keluar, juga agar mencegah Collostrum
(bnr gak tuh nulisnya?) tdk terbuang percuma.....
Nah, yg jd kendalanya disini, ga semua RS Bersalin yg membolehkan hal itu...
(Perhaps they have certain reasons)
Ada yg bayinya dimandikan dulu, trus bayinya malah diletakkan terpisah dr
ruangan sang bunda....
Yg jd pertanyaan adalah,
1. RS mana saja yg membolehkan bayi dan bundanya berada berdampingan sesaat
setelah sang bayi lahir?RSB Hermina atau Mitra Keluarga ngebolehin kah ?
2. Sejauh mana HAK kita sbg pasien utk bs mewujudkan hal tsb ?
3. Perlukah kita berkonsultasi kpd pihak RS terlebih dahulu sebelum sang bayi
lahir?
Tmn saya ada yg kesal dgn sebuah RS Bersalin ternama hny karena istrinya tdk
boleh lgsg menyusui anaknya... Dan baru dipertemukan dgn anaknya setelah SEKIAN
jam !!!!
Padahal, ia ingin sekali begitu anaknya lahir LANGSUNG mendapat
Asi/Collostrum mamanya ....
Smoga Mbak Tenik bs membahas hal ini di majalah Aybun, tentunya dgn
mendapatkan info2 penunjang dari Ginekolog, Dr. Spesialis Anak, dan juga bbrp
RS Bersalin mengenai hal ini....
OK ?Thanx before...
Papanya Valerie ....
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--- End Message ---