Dear Mom Andrew,
Apa yang mom alami mirip dengan saya, sekarang saya terpaksa bilang
juga, cerita hampir mirip,tapi saya lebih mengambil sikap, ya sutra lah anggap
'buang sial' aja, daripada anak saya jadi korban.
Anak saya sudah balita lho mom, dan waktu diasuh suster dari MB sudah jatuh
berkali - kali, tapi tidak ada yang mengaku kena kepalanya (yayasan anggap
enteng aja...), padahal anak saya nangis sangat kencang sekali,nangis sejadi -
jadinya, dan jawabannya sama semua, satu jawaban yaitu ," saya tahan badannya
dari belakang koq,bu" lalu biasanya kalau anak nangis,langsung digendong supaya
cepat2 diam.
Boleh saya tambahkan, untuk mengomporin, itu benar, selain itu, susternya tidak
sopan dan genit, saya pernah menemukan satu tas komplit perlengkapan make up
(kalau cuma bedak talc atau deodorant atau handbody, it's ok, tapi ada
pelembab-alas bedak-bedak padat-lipstik-pinsil alis - pokoknya lengkap dech....
O o ..... emang mau ngurus anak atau mau jadi pramuria?), lalu di mobil berani
duduk lho di kursi samping suami, sementara anak dengan ibu saya di
belakang?dan berani membentak anak dengan alasan karena sudah mengantuk,"
suster udah capek,ngantuk!" belum lagi pakai celana pendek bahan kaos tipis
atau menggunakan kaos pendek keliatan CD nya kalau jongkok.
Kalau diberi pengganti yang asalan, memang itu udah tercium dari gelagatnya,
setelah diambil jatah pengganti terakhir, bebas sudah tugas mereka untuk
mencarikan pengganti buat kita.Malah saya hampir mendapatkan calon pencuri
juga, dikasi tau ke yayasan malah bukannya mencoba untuk mengecek kebenarannya
malah mengeluarkan statement "ga mungkin yayasan ngambil pencuri" ... susyeh
dech...
Susternya sih betah kerja, gimana ga betah, diajak makan ke restoran2 enak,
sering ikut2 acara ini itu yang ada acara makan2 juga kadang ketemu artis juga
- ga pernah gitu lho secara dari kampung kan sebelumnya, diajak2 ke luar kota
yg ga pernah mereka rasakan sebelumnya kan - jatuh2nya makan enak2 juga, jarang
dimarah2in sampe gimana gitu lho paling majikan cuma ngomel2 doang... betah2
aja sih cuma kwalitasnya kayak gitu... mana tahan lah buat ngurus anak, koq
jadi kita yang capek ngurusin susternya daripada anaknya???? Terlalu
perhitungan juga.
Kalau mom, ASI ya, saya pake sufor lho, tapi ga pernah minta bangunin juga,
waktu anak saya sakit, susternya ga bantuin gantian jaga lho, saya juga ga
minta bangunin,kesadaran diri aja dech, udah males ngajarinnya... akhirnya saya
ga kerja, padahal bisa digilir kalau mau, tapi ga ada inisiatif,itu juga sakit
gara2 dia juga ga bisa jaga anak saya - ga bisa bobo in jadi kurang tidur
akhirnya sakit dech :( dan kalo cebokin anak cuma disiram aja ga bisa
cebokin apalagi pas pup, ga bersih!!! masih ada yang ketinggalan (maap...).
Udah jelas2 mencuri, suspectnya tidak ada lagi, ga ngaku juga.....
Intinya kerjanya sudah sangat super enak dan santai,tinggal jagain anak aja,
nyuci2 udah sama mbaknya.
Satu hal lagi mom, tenaga admnya itu diambil dari tenaga suster juga lho yang
udah kerja lama di situ tapi dikaryakan,makanya sering gonta - ganti kan.
(Oh ya, teman adik saya, baru ambil pemula yang di pusat, hari sabtu kemarin
baru ngambilnya.)
Saya "buang sial" aja uang adminnya dan pengganti terakhir ga saya ambil lagi,
dan emang diancam juga kalau ga bayar gajinya keluarganya akan datang ke rumah
saya!
Susah mom, emang kita selalu di pihak yang salah dianggapnya, mereka ngakunya
udah puluhan tahun jadi ga mungkin salah! Coba mom baca lagi
perjanjiannya,kalau kita ga balikin susternya bakal didenda 1 jt kan? Ini bukan
saran saya lho, mom, tapi saya lebih melihat output ke anak saya aja, selama
saya masih pake suster dari yayasan itu, anak saya tidak penurut, sering marah2
(padahal baru setahun lebih lho) - tapi anak bisa merasakan mana yang bisa
jadi teman dia dan bukan (lha ga pernah diajak main - banyak bengong juga -
cuma formalitas aja kalaua keliatan saya baru sepertinya sibuk diajak main -
tapi anak saya ga antusias main dgn dia), lalu anak saya juga sempet mogok
makan - berat badan lgsg turun sekilo, ga pernah dikasi minum / susu kepanasan
sampe kena radang tenggorokan... sama saja dengan dunia kerja,kalau sudah tidak
enak dan tidak ada jalan keluar untuk apa diteruskan lagi?
Duh jadi panjang..... memang ga akan habis selama belum ada peraturan yang
jelas ????
----- Original Message ----
From: mommy andrew <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
Ayahbunda-Online Moderator <[email protected]>
Sent: Thursday, April 24, 2008 11:37:27 AM
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: YAYASAN MUTIARA BUNDA BRENGSEK
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ