mamut,
enak ya punya tetangga kompak begitu, rasanya damai......sekali (tinggalnya 
dimana neeehhh....ntar aku pindah ke sana aja kali ya? hehehehe....). 
susah-susah gampang! bener jg tu....mesti sabaaaarrrr...........mungkin aku 
bukan org yang punya "stock" sabar sebanyak mamut punya, dan cepet "bertanduk" 
kalo kesel/bete. 

hm, dulu juga aku bisa begitu sama tetangga, gaul, nyapa  (walopun seperlunya), 
kasih "perhatian" dikit ama anak tetangga (untuk keselamatannya dan 
kesehatannya), ngasih sesuatu yang mungkin dibutuhkan, ngobrol2 dikit (aku dari 
dulu emang agak jarang keluar bertetangga........ga bisa tll deket.....). 
sekarang si kayaknya aku malah makin jarang deh keluar sejak kejadian kemaren 
itu (pasti dah baca posting-ku kan?). bukan ga mau gaul lagi, (aga) trauma gitu 
loh........ aku pilih cuek aja, tapi kalo sama yang baik2, aku tetap baik kok.

tetangga emang unik ya? perlu feeling biar lebih ok membaca hatinya.

Yanny-bunda echa yang cape ama tetangga satu itu....(hiks)



Nika Hanidhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
dear......mbak yanny n moms.
 bertetangga itu memang susah-susah gampang.
 saya pun gak bisa bersikap sama dengan para tetangga
 saya harus tau setidaknya dasar sifat tetangga saya
 sehingga memperlancar komunikasi atau berurusan dgn orang tsb.
  
 kadang mbanyol pol kalau sama tetangga yang humoris.
 kadang harus serius n betul ngomong nya kalau sama tetangga yang anggap setiap 
kata kita adalah benar
 kadang pakai istilah2 kalau yang sama2 ngerti
 kadang kudu pura-pura bodoh kalau sama yang agak menggurui
 kadang sedikit tunjukkin kebisaan kita kalau sama yang agak suka ngeremehin.
 kadang harus persuasif kl sama yang mutungan
 kadang harus agak bijak sama yang butuh nasehat
 ya macem-macem lah
 kita kudu fleksibel.
 jangan melulu kita nuntut dia ngertiin kita
 kita lah yang kudu mengawalinya..
 sabar itu tidak terbatas...
 kalau ada kata..."sudah cukup kesabaranku..."itu berarti belum sabar
 di quran pun juga dijelaskan soal sabar.saya pun masih belajar untuk bersabar
  
 saya ni paling gak bisa kalo ada selentingan yang nyangkut saya
 saya kejar info itu sehingga ketemu orangnya
 saya ajak bicara dari hati-ke hati (cieh) sampai happy ending.
 saya gak bisa gak enakan ma tetangga...gak bisa bobok..
  
 ada pengalaman saya soal tantangan bertetangga dari tetangga saya.
 ada warga yang tidak ikut bersosialisasi dengan alasan gak jelas.
 jangankan arisan, ketemu warga lain aja nunduk, gak nyapa.
 saya penasaran n kasian ma dia, karena tiap kali kumpul dibicarakan banyak 
orang.
 sampai seorang tetangga bilang:
 "ayo, siapa yang bisa ajak dia keluar..."
 wow, tertantang sekali saya.
  
 kesempatan datang
 saya jadi pendata warga keperluan posyandu untuk kelurahan...
 alih2 dibukakan pintu pagar, saya mendata dari luar pagar, dan itupun suaminya 
yang keluar.
 sabaaaar....sabaaaaar....
 "kmana pak istrinya...."
 "didalam..."
 "tidur ya..?"
 "gak..."
 "ooh sakit ya...?"
 "gak.."
 "kok gak keluar"
 "ya agak pusing..lemas.."
 "oooh lagi isi ya...heheehe"...(harus disertai tertawa, agak gak terkesan 
interogasi, padahal sih iya..)
 "mmmh...iya..."
 kena deh...
 "oh brapa bulan...."dst...
 akhirnya saya tau knapa gak bersosialisasi karena hamil...morning sicknes...
 info itu yang saya bawa ke ibu-ibu...
 tapi kurang puas juga, karena membanding2kan kondisi hamil dengan dirinya 
msg2, 
 padahal kondisi hamil kan beda2...
 "ah, aku hamil juga gak kaya' gitu2 amat.....masih mau nyapa tetangga.."
 misi masih berlanjut...
 tiap kali ada momen pengajian/acara apa kek di RW, saya telpon...saya tawari...
 "yuk tadarus..deket kok cuma 1 jam..."
 "masih mual bu nika..."
 ----------
 saya datang lg waktu itu minta sumbangan untuk acara keagamaan di komplek..
 basa basinya "masuk dulu bu nika" tidak saya sia-siakan.
 ini kesempatan ngobrol..
 akhirnya saya tau knp gak ikutan arisan...
 "kuatir gak manfaat, banyak ngobrolnya..."
 "lo justru kalo kita punya ide, gimana caranya arisan gak cuma ngobrol ngalor 
ngidul"
 ----------
 bayinya lahir...
 saya ajak ibu2 arisan nengok...
 walau dia gak ikut bayar iuran kas arisan
 tapi dia tetap dikasi sejumlah uang seperti ibu2 lain kalau melahirkan..
 tapi ya saya minta sabaaaarrrrr...
 ditengok, lamaaaa kali keluarnya...
 ----------
 telpon demi telpon....
 sapa demi sapa....
 waktu demi waktu...
 ----------
 kl saya nelpon, awalnya pembicaraan...saya mulu yang ngomong, saya mulu yang 
cerita....
 akhirnya dia mau berbagi cerita soal anak, kuliah dulu,dokter anak, dokter 
kandungan, soal rumah, soal pembantu, soal tukang mebel, dlll...ternyata dia 
bisa mbanyol juga....
 sampai akhirnya saya ingatkan "eh..iuran sampah 5 bulan blm bayar, 
lupa?"ternyata dia pinginnya sekalian bayar...lunas setahun..
 ----
 suatu sore
 DIA DATANG KE RUMAH SAYA, dengan membawa bayinya...(bayi yang jarang dilihat 
oleh tetangga )
 saya kira bayinya akan takut orang asing, karena dirumaaah mulu.
 ternyata langsung akrab dengan saya...waaaah senangnya (waktu itu saya blm 
hamil mutia)
 dia membayar iuran nitip saya, untuk disampaikan bendahara.
 hanya 10 menit...tidak banyak bicara, seperlunya.lalu pulang
 ---
 pas pulang, tetangga yang pada keluar nikmati sore hari, pada bengong, 
langsung pada tanya
 "ngapain dia kerumahmu"
 "dia? kok bisa kerumahmu?"
 "emang kamu kenal..?"
 tantangan tetangga saya sudah saya jalankan..
 saya bisa bikin dia keluar kan????hahahhahaha
 -----
 sekarang dia sudah agak berubah
 setidaknya dia beberapa kali main kerumah saya
 nengok bayi saya walo setelah sebulan--main ajak putrinya yg cantik untuk main 
dengan mutia.
 meski banyak kata "maaf" karena anaknya aktif acak2 rumah...gakpapa..namanya 
juga anak-anak..
 ---
 semakin lama semakin baik saja
 dia tidak canggung lagi bersosialisasi, meski sampai sekarang blm mau ikutan 
arisan..lagian gak wajib, gpp.
 ----
 ternyata kl sabar, bisa ya...
 walau tidak banyak...
 kan jadi senang tetangganya nambah 1 lagi...
 palagi kl kontrol ke DSA, suka ketemu di RS
 kalo ke supermarket, juga suka ketemu
 ------
 suaminya pun juga udah kenal suami saya
 setidaknya kl pulang dr masjid, ketemu, menyapa...
 suami heran..
 "kok, orang itu udah mau nyapa..."
 tanya dulu dong usaha istrinya ni...ihihihi
 ------
 susah-susah gampang
 kl kaya gini terasa gampangnya....susah2nya udah lupa.
 ---
 mamut.bertetangga
  
 







       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke