Hehehe, nasib kita sama Mbak Sita.
Saya juga termasuk overweight. Dulu setiap kali priksa kehamilan, dsog saya 
rajin mengingatkan,"Bu...diet...Bu. Ibu ini sudah gendut, jangan kebanyakan 
naiknya BB-nya." 

Kalau Mbak Nika heboh karena  "membengkak" jadi 55 kg, buat saya berat segitu 
termasuk langsing. Itu  sih berat saya sebelum hamil. Setelah hamil dan 
melahirkan? Wow...lemak-lemaknya tak mau pergi. 
Betah banget bersarang di tubuh saya. 

Nah, waktu mo KB, dsog juga menyarankan untuk spiral saja. Alasannya, itu cocok 
untuk ibu yang berbadan subur. Kalau KB yang hormonal, takutnya tubuh 
saya---pinjem istilah budenya Mbak Nika---- "tambah rusak", hehehe... Selain 
itu, jika spiral efeknya hanya lokal.

Setelah pasang spiral, dsog pesan jika suami merasa gak nyaman suruh balik 
lagi, nanti akan dibetulkan posisinya. Ternyata, gak ada masalah kok. 

Hanya saja, menstruasinya memang makin banyak. Kalau lagi deras-derasnya, dalam 
24 jam, saya bisa ganti pembalut, minimal 6 kali. Kalau biasanya 5 hari 
selesai, sekarang 7-8 hari baru bersih. 
Setelah bersih pun, jika suami minta "jatah"  kadang2x keluar flek lagi.
Kayaknya hanya itu yang bikin gak nyaman. Selebihnya,  oke2 saja.
Jika sampai sekarang, saya tetap ndut, ya karena banyak makan, malas OR. Bukan 
pengaruh spiral. Mau ke Gym, kok sayang banget waktunya. Mendingan untuk 
bermain2 dengan Yoel. Hehehehe, adaaa saja alasan utk ngeles.

Salam,
Sari
Ibune Yoel

Sita sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
dsog saya tanpe tendeng aling-aling bilang begini, "Bu, Ibu kalau mau KB 
pilihannya spiral atau kondom karena Ibu kan gendut!" huehehehe.... tegaaa..... 
  
 Spiral enaknya tidak mengganggu asi dan tidak menganggu hormon. CUma harus 
rajin kontrol ke dr. Kalau nggak nyaman itu biasanya kena ekor spiral jadi 
musti ke dr lagi untuk dibetulkan posisinya. Saya pasang pas habis 40 hari jadi 
sama sekali nggak sakit. Trus pas cek, sebetulnya juga nggak sakit sih, cuma 
tegang aja kali ya karena musti duduk di kursi kerajaan jadi rodo2 atit... 
padahal sih biasa aja kok. 
   
 Yang pasti memang tiap alat kb tu cocok2an, jadi apapun yang mom pilih, kalau 
ada rasa tidak enak, tidak nyaman segara balik ke dr untuk dicek.
  
 Ok, segitu sharing dari saya. 
  
 salam,
 sas

 
 On 5/5/08, Beth Fransisca <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       
 Dear moms,,

Saya baru saja melahirkan anak pertama n berniat untuk tidak hamil lagi dlm 
jangka waktu 3 or 4 thn ke dpn, kira2 KB apa ya yg cocok n aman digunakan? oh 
ya, pernah dgr dr bbrp org ttg penggunaan spiral kurang nyaman untuk suami pada 
saat berhubungan intim, bener ga sih?
 
ditunggu saran2nya yaa..



thanks

beth - mama Levana
 


 
---------------------------------
 Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
 


 






-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
 Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com  
     
                                       

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke