xixixixi....secara ponakan & kemenakan saya manggil saya "bunda" dan suami saya
dengan "ayah", jadi emang kita bedain panggilannya, supaya ga binun......kasian
kan anak2. kakak saya dan saya, ga mau dipanggil "uwak" hehehe, geli aja
dengernya...kesannya udah aki2 dan nini2, xixixi...
ya sudahlah, apa bedanya panggil "ibu/bunda/mami" dengan "uwak/tante".... toh
ponakan & kemenakan juga anak kita........ya ga?
bunda echa --- binunin anak.....
sita sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Huahahaha... masa cari panggilan karena alasannya gak pasaran sih? hehehe.. mba
Yanny ada2 aja :D
Di keluarga saya karena ayah saya lebih suka dipanggil Aki ketimbang Eyang
jadinya ya semuanya pakai panggilan Sunda, uwa, hanya bibi dan mang berubah
jadi tante dan om.
Sementara di keluarga suami saya iya tuh sodara2nya pada nggak mau dipanggil
tante atau uwak, maunya dipanggil bunda, ibu, dll, saya aja yang jail kalau
sama adiknya suami tetap saya bahasakan tante dan om. hehehe,,, ngotot harus
berbahasa Indonesia yang baik meski belum tentu benar... ya iyalah, yang benar
kan paman dan bibi, bukan om dan tante ;)
sas
On 5/27/08, Yanny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: hehehehe......mbak sita,
justru saya kebalikannya, cari panggilan yang belom ada di keluarga. ibu bapak
saya panggil "mama" dan "papa" (pasaran kaann??....), lalu kakak saya dan
suami, membahasakan "ibu" dan "bapak" pada anak2nya (biar lebih santun), saya
dan suami membahasakan "bunda" dan "ayah" (kalo alasan saya biar lebih akrab
aja...), adik saya dan suaminya membahasakan "mami" dan "papi" (katanya biar
lebih gaul....:D). dan anak2 kami saling memanggil saya, kakak dan adik saya
beserta suami dengan sebutan yang sama dengan anak2nya masing2, jadi ga ada
"uwak" dan "bibi/paman".
menurut saya panggilan ke orang tua, tergantung nilai2 yang dianut orang tuanya
masing2. alasannya seperti yang saya sebut tadi. mungkin juga alasan
kepraktisan (mama papa kan lebih gampang disebut anak..........), asal jangan
panggil yang aneh2 aja hehehe..........dan pembiasaan memanggil dengan
panggilan tertentu itu kalo bisa dimulai dari anak masih di dalam perut...biar
kita juga terbiasa membahasakannya. kalo salah nyebut mah, dibetulin aja bu,
lama2 dia juga akan bisa melafalkannya dengan benar. (dulu anak saya juga
panggil "bunda" cuma dengan "naa...." tapi saya tetap melafalkan "bunda"
padanya. seiring perkembangannya, usia 2 tahun kurang sudah bisa panggil
"bunda" dengan benar).
hehehe....aku ngebantu ga siy?....maaf ya kalo ga mutu....
bunda echa--
sita sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: kalau saya mengikuti kebiasaan
keluarga sya. karena ortu saya
dipanggilnya mamah n papah jadi saya jg membahasakan diri 'mamah'
sementara suami nunut saya jg dipanggil 'papah' karena kalau ortu dia
'emak' n 'bapak'.
yang kocak, demi anak2 saya manggil suami jadi 'papah' sementara dia
males manggil saya 'mamah' sementara waktu itu kami masih tinggal sama
ortu jadi kan saya dipanggil nama, sehingga ada satu masa saya
dipanggilnya 'mahdeyang' (mamah+ade+sayang) untung trus kita pindah
rumah sendiri jadi skarang dah gak bingung lagi manggilnya. paling
kalau anak saya lagi kumat jailnya suka manggil nama meniru Nininya.
salam,
sas
On 5/26/08, Dyah S. Lasmiastity <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Halo,
>
> saya iseng pengen tau nih
> ibu-ibu dan bapak-bapak oleh anaknya dipanggil apa saja ya?
> maklum, saya sedang hamil anak pertama..jadi belum tau apa nih nanti
> panggilan anak ke saya enaknya apa..
> kalau saya memanggil ibu saya ibu, bapak dengan bapak
> kalau suami saya memanggil ibunya mamah, bapak dengan abah
> ada saudara saya pengennya dipanggil umi oleh anaknya, terus kok
> jadinya uma, sekarang malah mama..
> begitu..
> boleh ya saya pengen tauu..
>
> terimakasih
> wkdsl
>
>
--
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown
agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com
--
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown
agatogata.multiply.com
agatogata.blogspot.com