kemarin akhirnya saya punya kesempatan ke pasar gembrong di jakarta sebelah mana jangan tanya ya. saya kalau di jakarta persis kabayan saba kota. tersesat atau terpana dengan gedung tinggi dan ribuan mobil. teman kasih tahu kalau mau beli mainan anak di pasar gembrong. selanjutnya suami dan teman berdiskusi dimana lokasinya. okta sudah pernah dibeliin papanya mobil besar yang bisa diduduki didorong yang besar di pasar itu. maksud papanya, lainkali mbok mamanya yang ke pasar gembrong beli dan milih mainan untuk okta. sebelum berangkat, saya baca dulu seri ayahbunda. judulnya "60 permainan yang mencerdaskan anak usia 2-5 tahun". syukur saya sembat membaca seri itu. jadi setelah beberapa saat terpana melihat gembrong dengan aneka rupa mainan, saya sudah bisa memutuskan apa yang harus saya beli untuk okta. saya belikan beberapa puzzle dari kayu, berbagai bentuk geometris dari kayu yang berbentuk kereta, lego, dan 1 SET DRUM CILIK gambar winnie the pooh. saya bayangkan okta suka sekali membuat keributan dengan main drum. sesampai dirumah, saya putuskan menyimpan beberapa mainan yang dibeli dan mengeluarkan 2 saja. saya pikir, setiap 2 minggu sekali dia akan punya mainan baru. apalagi sebelum ke gembrong kami juga beli buku-buku bacaan baru untuk okta. kan ada diskon buku gramedia di citywalk sudirman. jadi sudah cukup banyak yang baru kan. papanya ngerakit drum itu. okta juga semangat ikut 'membantu'. berebutan obeng dan sebagainya. tapi setelah drum lengkap dan siap dimainkan, okta tidak semangat main tuh. entah kenapa. padahal, menurut saya, main drum akan membantu motorik kasar dan halus. belajar koordinasi mata dan tangan dan kaki, melatih pendengaran supaya bisa menabuh drum lama-lama ada iramanya, dan sebagainya. sampai siang ini okta belum memainkan drum. malah dia main di bak pasir dibelakang rumah yang saya buatkan beberapa waktu lalu. di gembrong juga papanya beli alat-alat untuk main pasir. ember, sekop, dan lain-lain. saya kecewa okta tidak semangat dengan drumnya. padahal saya sudah berat dan panas-panas membawanya menyusuri pasar. susah juga ya, milih mainan untuk anak? kecewa,
