Saya adalah anak dari orangtua yang bercerai, menurut saya bercerai adalah 
keputusan yang memihak orangtua tanpa memikirkan nasib anaknya. Tetapi 
seandainya suatu perkawinan tidak dapat dipertahankan lagi alangkah 
bijaksananya orangtua berdiskusi tanpa memikirkan kepentingan sendiri bagaimana 
perkembangan anak yang memang masih membutuhkan kedua orangtuanya. Karena 
sebagian besar orang yang sudah bercerai tidak mau bersama2 membesarkan dan 
mendidik anak yang mereka jadikan korban keEGOISAN. Maaf kalau kata2 saya 
menyinggung perasaan. Thanks


----- Original Message ----
From: sita sidharta <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 10, 2008 12:50:53 PM
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] (minta saran)support buat temen yg mau cerai


Anak memang membutuhkan kedua orangtuanya. Namun anak perlu orangtua yang 
bahagia agar dirinya juga bisa berbahagia. Anak akan bisa mendeteksi ortu yang 
sedih, stress, cemas, dll. 
 
Coba teman mba konsultasi dengan konsultan perkawinan atau dengan paternya yang 
spesialis masalah pernikahan. Biasanya mereka bisa lebih jernih melihat masalah 
ketimbang kita sebagai teman karena pasti ada bias ke teman kita. 
 
Dalam pernikahan pasti akan ada masalah. Itu pasti. Tinggal bagaimana kita 
menyikapi masalah tersebut. Kalau berdua masih punya itikad baik dalam 
melangsungkan pernikahannya maka terus upayakan agar berusaha bisa tetap kokoh. 
Tapi kalau sudah tidak ada kemauan untuk bersatu, sebaiknya jangan dipaksakan. 
Efeknya kurang baik bagi anak untuk melihat orang tua yang bersatu tapi 
menderita. Nanti bisa2 dia berpikiran bahwa pernikahan = penderitaan. 
 
Maaf kalau kurang berkenan.
 
Salam,
sita

 
On 6/8/08, melynn zezy <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: 
dear mama2 smua,
 
Salam kenal sebelumnya yah! Sebagai junior di ayahbunda, saya pengen minta 
pendapat dan support.
Sebelumnya, saya udah janji mau support temen baik saya yang mau bercerai 
(pihak laki2 temen SMA saya). Yang perempuan juga udah curhat banyak sama saya. 
Saya bilang mau bantuin sebisa saya buat jadi perantara mereka supaya baik 
lagi. Usia perkawinannya 3 tahun lebih, anaknya 1 perempuan usia 3 taonan.
 
Tapi lama2, karena masalahnya makin rumit, saya kok jadi bingung yah. Apalagi 
mereka berdua uda ngga mau ngomong. Saya serasa terjepit ditengah2. 
 
Akhir2 ini sudah mulai bawa2 masalah uang (karena rumah dan mobil smua milik 
perempuan, jadi ditarik balik). Menurut saya bukan karena temen saya ngga 
menafkahi istrinya, saya tau betul dia orang yang baik dan bertanggungjawab. 
Dia bilang, harta bawaan memang pemberian mertua, tetapi biaya hidup sehari2 
sampai 5juta/bulan, dia smua yang tanggung dan cari uang. Yang perempuan kan 
ibu rumah tangga full time urus anak. 
 
Ada yang support ke saya, karena perkawinan Katolik, harus tetap satu kali 
saja, tidak ada kata bercerai. Apalagi baru melangkah 3 taon saja. 
 
Tapi begitu ruwetnya persoalan sampai2 saya merasa temen saya yang laki2 ini 
sudah tidak mampu memberi maaf lagi, begitu sakit hati karena tidak dihargai. 
Dia mengaku ke saya katanya sudah tidak ada rasa lagi sama istrinya. Sampai2 
saya menyerah juga dan mendukung perceraiannya.
 
Menurut mbak2 smua... gimana enaknya? apakah memang sebaik2nya perkawinan itu 
tidak usah bercerai, dan apapun yang terjadi harus dibuat baik lagi yah? jadi 
bingung, karena saya juga baru 3 taon menikah hehe..
 
Thanks sebelumnya! 
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com  


-- 
"Iqra, Iman, Ilmu, Amal"
Civilization is defined by the presence of cats - Unknown

agatogata.multiply. com
agatogata.blogspot. com     


      

Kirim email ke