bunda .. teorinya siy kita musti bicara baik-baik -berdua dengan suami- apa dan bagaimana yang kita inginkan dalam pengasuhan anak. tapi memang suka dijawab. lha saya ini akhirnya memilih mengasuh sendiri. mau sakit mau sehat anakku tak gendong sendiri. kebetulan siy, kakek neneknya masih aktif semua. terus nggak suka jalan jauh. jadi, tidak bisa tiba-tiba muncul dirumah. tidak bisa tiba-tiba protes. kalau dekat, berani sumpah, pasti ada saja kejadiannya. cerita mbak lupi juga sama dengan cerita sepupuku dengan mertuanya. mertuanya ini kan tanteku. kalau dengar ceritanya, sedih juga. tanteku sudah cukup sibuk. mustinya sudah terima kasih mau dititip cucu. tanteku dengan senang hati dan dengan cinta merawat cucunya. sering juga nanya-nanya ke saya. sebab cucunya berbeda beberapa bulan dengan anakku. kalau saya mendengar cerita begitu, menurut saya siy karena kesenjangan komunikasi. musti dicoba bicara dulu baik-baik. mungkin dicari waktu yang tepat. kemudian gaya bercerita begitu. kalau seperti kuliah, bisa saja malah salah paham. saya lakukan itu juga. saya sering cerita. ternyata sekarang begini begitu. jadi si anak tidak menjadi begini atau begitu. maksud saya, okta nanti akan begini begitu. sejauh ini, selain karena jauh, mereka berusaha menerima bahwa ilmu dan teknologi berkembang jauh. ilmu jaman dulu ada yang masih bisa dipakai dan ada yang tidak. minggu lalu saya dan kakeknya okta berdebat soal homeschooling. kakeknya tidak setuju. saya sedang mempertimbangkan. suami belum bilang apa-apa. he he he .. hope it helps,
