Dear Bunda nya Andra,
kayaknya kasus seperti ini banyak dialami oleh ibu baru seperti kita. Dan 
cerita dari Bunda Yusri & Mamanya Ara ada betulnya. Entah itu dengan ortu kita 
sendiri atau dengan mertua kita.
Mungkin Bunda Andra untuk sementara tidak meng-"interupsi" setiap tindakan 
kasih sayang eyang dari Andra. Dukung mereka untuk sementara ... biasanya kalo 
kita sering-sering menyanjung/memuji apa yang mereka lakukan dalam pola asuh 
anak kita, mereka akan senang, menyukai & mendukung kita pula. Naah kalau sudah 
begitu ... siapa tau hati orang tua sudah melunak, coba Bunda Andra mulai 
menceritakan pengalaman-pengalaman Bunda-Bunda yang ada di milis ini ... karna 
Bunda-Bunda di sini adalah Bunda masa sekarang ... dan pasti pola asuh terhadap 
anak-anak sesuai dengan generasi sekarang...jaman sekarang.
Atau libatkan eyang-eyang Andra dalam membaca buku-buku parenting, ayahbunda, 
kesehatan, pendidikan dll, lalu diskusikan atau sekedar cerita, sapa tau eyang 
Andra sedikit demi sedikit membuka hati dan mendukung pola asuh kita.
Yang penting sabar ya Bunda ...
Anak-anak kita juga tahu siapa orang tuanya dan siapa eyang nya. Kalau dari 
awal sudah dekat dengan eyangnya, itu akan baik juga untuk mereka, suatu saat 
saat anak-anak kita sudah besar, rasa sayang kepada eyangnya juga akan besar. 
Dan sebagai eyang, dikelilingi dengan makhluk-makhluk mungil kita, akan 
menyenangkan mereka, secara tidak langsung membahagiakan hidup mereka di saat 
ini, tidak pusing dengan beban lainnya. Apalagi melihat tingak lucu cucunya ... 
membuat mereka tersenyum dan tertawa bahagia ... otomatis kesehatan lebih 
terjaga ... (Maaf, ini murni pendapat saya).
Memberikan cucu juga bentuk balas budi kita terhadap orang tua kita, karna 
meneruskan generasi...
Yang pasti kata orang tua saya, kasih sayang orang tua kita jauh lebih besar 
untuk cucu-cucu nya, mereka juga berharap bisa mengasuh cucu lebih baik 
daripada saat mengasuh anak-anaknya sendiri (kita -red). Bisa juga dalam hati 
kita menanamkan rasa syukur, bersyukur mempunyai anak yang lucu-lucu, bersyukur 
karna masih mempunyai orang tua yang ternyata amat sangat sayang kepada anak 
kita, cucu mereka sendiri.
Yang perlu kita ketahui, ada orang tua yang tidak sayang kepada cucu nya, alias 
cuek, tidak mau tahu ...
Ada juga teman-teman kita yang belum beruntung seperti kita, belum dikaruniai 
anak ...
Ada juga yang tidak seberuntung kita, kita masih mempunyai orang tua yang tanpa 
pamrih membantu kita mengasuh anak-anak kita. Ada dari kita yang sudah tidak 
memiliki orang tua, yang pastinya mengaharapkan ... berandai-andai....coba 
eyang anaknya masih ada, pasti bantu kita ...
Jadi lebih baik pilih yang mana?
Maaf kalau kepanjangan juga.... 
Mudah2an sedikit membantu.
Salam,
putri p.



----- Original Message ----
From: Andi Ruli <[EMAIL PROTECTED]>
To: ayahbunda <[email protected]>
Sent: Tuesday, June 10, 2008 11:08:17 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] bimbang hati (curhat ya....)


Dear moms and dads...,
 
sebenernya aku gak mau cerita tentang yang aku rasain sekarang soalnya aku jadi 
merasa jadi anak yang gak tau terima kasih sama ortu...tapi. ..kayaknya kalo 
gak ditumpahkan (susu kalee)..kok kayaknya ngganjel terus ...gini 
loh...semenjak hamil 7 bulan kan aku pisah dari ortu ikut suami tinggal di 
bekasi...sampe sekarang anakku umurnya hampir 14 bulan...alhamdulill ah..aku 
jadi FTM alias PRT alias BS hehehe....tapi aku seneng, karena aku bisa tau apa 
yang baik buat anakku...pokoknya, semua yang berhubungan dengan anakku aku urus 
sendiri...waktu anakku umurnya 5 bulanan...ayahku memutuskan untuk beli rumah 
di komplek perumahan yang aku tinggali..awal2nya siy..aku seneng..berarti kalo 
one day aku memutuskan jadi WM aku bisa tenang karena ada ortu yang urus anakku 
nanti...tapi sejak beberapa bulan ini aku jadi kepikiran... aku baru sadar kalo 
aku takuuutt banget...kalau2 ortuku itu intervensi urusan anakku...secara 
anakku itu cucu pertama mereka....gimana
 ya?sebenernya yang jadi masalah adalah aku takutnya pola didik aku sama mereka 
gak sama...sebagai contoh...aku mau anakku itu gak manja...salah satu caranya 
(menurut aku looo ya...), misalnya kalo dia jatuh pas lagi jalan, aku berusaha 
untuk gak nolongin dan terbukti, dia gak nagis (kecuali kalo parah jatuhnya)... 
sementara ortuku itu langsung gendong (alhasil anakknu jadi caper n 
nangis)...dan langsung memukul tempat dimana anakku jatuh..dan aku anggep itu 
bukan hal baik...aku ngerasa hal itu jadi bikin anakku ntar kao udah umur 3 
tahunan misalnya dia jatuh atau gmana pasti akan nyalahin pihak lain 
(berlebihan gak ya pemikiran aku??)...trus ortuku itu kayaknya tpe2 yang bakal 
nurutin segala macem yang anakku minta...itu yang paling gak bagus menurut 
aku...aku udah omongin ini ke suami...tapi, menurut dia aku terlalu 
berlebihan.. dia bilang...anak kita itu udah punya jadwalnya sendiri..pasti 
ortu bakalan ngerti..tapi kan yang kenal ortuku itu ya
 aku...wong ibuku pernah bilang kalo aku itu terlalu banyak aturan ngurus 
anaknya...nah lo...aku kan cuma ingin anakku tiu tumbuh sehat...dan sehat itu 
kan caranya makan yang bagus dan istirahat teratur...aku bingung...dimana 
banyak aturannya... dan yang paling ganggu adalah ortuku itu suka 
membanding2kan pola asuh dulu dan sekarang...jelas2 aja beda ya kan...dan untuk 
menyampaikan ini jelas susah banget...karena mereka pasti mikir aku ngatur2 
mereka...yang ada malah bikin tambah runyam...gimana ya moms and dads....di 
satu sisi aku merasa bersalah karena udah mikir yang enggak2 tentang ortuku 
sendiri...tapi di sisi lain...aku gak bisa bohong kalo aku n ortuku tinggal 
deketan, pasti bakalan banyak terjadi gesekan2 karena perbedaan pandangan dalam 
mengasuh anak...mohon nasehat2nya ya...maaf niy kalo kepanjangan 
hehe....makasih banyak....
 
 
regards
-ibunya andra- 


      

Kirim email ke