bunda semua ..
seru yah, diskusi cara milih sekolah, mengamati karakter anak dan sebagainya. 
ini sudah jadi bahan pemikiran saat saya posting okta mencari teman beberapa 
waktu yang lalu. saya sudah melihat ada 4 teka dan playgroup dekat rumah. ada 
yang "berkelas". yang tiga lainnya kelas menengah ke bawah. jadi angka 
bayarannya masih ratusan ribu. saya hanya melihat dari luar saja. belum bicara 
dengan guru kecuali satu sekolah. okta memang belum 2 tahun. tapi, sama kaya' 
mbak yusri. saya sudah survey sekolah. termasuk ikut kelas trial 2 minggu yang 
lalu.
playgroup yang fasilitasnya bagus dan menurut beberapa tetangga juga bagus, 
murid yang kecil pun harus masuk dari senin sampai jumat setiap kali 2 jam. 
menurut saya kok kelamaan. anak umur 2 tahun gitu lho. gimana? kalau setiap 
hari, masih level playgroup, umurnya 20 bulan, saya khawatir saat dia sudah 
sekolah beneran, malah sudah bosan sekolah. kalau dilihat dari suasananya siy, 
nggak beda jauh dirumah. rumah saya yang sak kepik ini kan mirip ruangan 
playgroup.
kalau playgroup yang lain, ruangannya sangat sempit. untuk umur segitu saya 
khawatir belum bisa menjaga diri dan gurunya jumlahnya kurang untuk memastikan 
keselamatan dan kesenangan anak-anak bermain. dekat sawah lagi. padahal disini 
masih banyak binatang liar yang tanpa snegaja berkeliaran. wah, serem.
kelas trial ini menyenangkan. okta memang nempel terus di menit-menit pertama. 
baru sadar kemarin sore. saya coba ngulang lagu sambil niru gerakan tari 
gurunya, okta senang. dia bertepuk tangan dan minta saya ngulang lagi. oh, 
ternyata. di kelas trial meski hanya sejam kemarin, okta sebenarnya menikmati. 
memang menjelang pulang, okta sudah tidak minta pangku. dia ikut lari-lari 
ngejar bola dan mainan yang lain. sayangnya, sekolahnya jauh di jakarta. jadi 
pusing deh.
lalu saya begadang beberapa malam untuk browsing tentang homeschooling. maksud 
saya, sembari mencari sekolah yang sesuai, saya bisa mengajar okta sendiri 
dirumah. bagaimana dan apa yang harus diajarkan saya musti nyari di internet. 
ternyata homeschooling juga menawarkan segala rupa. di kepala saya penuh dengan 
pe er. jadi ternyata sayan harus menyusun "kurikulum" sendiri berdasarkan 
panduan dari beberapa sekolah atau universitas atau depdiknas. kemudian 
menerjemahkan kurikulum menjadi hal-hal yang nyata dirumah. plus ngeprint di 
kertas dan ditempel patokan umum supaya papa dan si mbak bisa ikut melancarkan 
proses belajar dirumah. halah, kok masih banyak kerjaanku yah. menutupi faktor 
sosialisasi homeschooling, selain ke masjid, saya juga akan ajak okta seperti 
ke kidsport, tempat-tempat lain untuk bermain yang tidak mengikat, dan 
sebagainya.
karena belum cukup umur sekolah atau playgroup, saya sudah mencari juga les 
berenang dan les musik untuk okta. yah, lagi-lagi okta masih kekecilan. ada les 
musik. les berenang belum nemu. kadang saya sebal sendiri tinggal di cilegon 
yang tidak menyediakan apa mau saya. hihihi .. masa' pindah ke jakarta? ehmm .. 
thank's untuk sharing dari mbak yusri dan bunda yang lain yang sudah lebih dulu 
nyekolahin anak. untunglah punya teman-teman berbagi sekarang. masih ada waktu 
untuk hunting sekolah yang cocok untuk okta. 
ikut curhat,


      

Kirim email ke