Dear Mba Rani.. Sabar ya mba... Punya bayi memang seperti itu.. Harus banyak mencari tahu apa yg terjadi pada bayi kita. Saran saya mba, kalo anak kita menangis tidak biasanya maka sebaiknya kita mencari apa yg dirasakannya. Coba periksa apakah dia sedang sakit? pilek atau batuk? tenggorokannya merah atau tidak? Dan kemudian perhatikan dgn pola pipisnya?? Bila dia menangis setiap sebelum pipis dan saat pipis, hati2 terhadap fimosis.(bayi laki-laki) bagaimana juga dengan BAB nya? Dia bisa buang angin atau tidak? Perutnya gimana? Mungkin dia kembung... Kalo badannya gimana? Agak hangat atau tidak? .....dan seterusnya...
Bila tidak ada apa2...maka bisa jadi penyebabnya nyeri yg tidak bisa terlihat. Seperti kolik, sakit gigi (gusi), sakit perut, sakit di telinga.. Perhatikan saat dia menangis kejar apa yg dia lakukan. Setau saya bayi itu sudah bisa mengkomunikasikan apa yg dia rasakan. tetapi sering kali orang dewasa lah yang tidak "melihat" hal itu. Bisa jadi dia menagis sambil memegang telinga (karena nyeri), menggaruk2 kepala (mungkin dia pusing) Atau bila dia sambil memegang kakinya dan atau menendang2..mungkin dia pegal.. Coba mba setiap dia menangis, tidak usah panik dan menunjukkan kebingungan mba. Bayi itu jadi makin menangis karena merasakan emosi kita. Mba peluk dan gendong sambil bicara lembut..'ada apa sayang" sesudah itu mba perhatiikan sambil menangis dia melakukan apa Coba mba tenangkan dengan memijit / massage lembut menggunakan baby oil, atau kayu putih, biar dia merasa hangat. Dengarkan terus murrotal (bila mba muslim) pada bayi.. Agar dia merasa tenang. Bila semua usaha sudah mba coba, sebaiknya mba bawa saja ke DSA. Mungkin memang ada penyakit yang tidak terdeteksi.. Saya rasa bayi menangis kejar menunjukkan bahwa ada sesuatu yg sangat membuat dia tidak nyaman Selamat berjuang ya mba Semoga baby nya tidak kenapa2. Warm regards, kennia
