Hai Mbak Winnie....
Setahu saya, sekolah Madania sangat personal dalam mendidik murid2nya.
Mereka diwajibkan menerima 1 anak hiperaktif dalam tiap kelasnya.
Jadi secara bekal ilmunya, guru disana memang sudah dilatih utk menghadapi 
anak2 yg "khusus".

Banyak anak2 yg saya temui mengalami banyak perubaham dalam kemampuan sejak 
sekolah disana.

Ttg UAN pun menjadi salah satu pertanyaan yg saya lemparkan pada kepsek nya.
Dan mereka menjamin mempersiapkan anak2 kelas 6 dalam menghadapi UAN.
Dan saya percaya, mereka akan melakukan persiapan itu semaksimal mungkin. 
Karena kredibilitas mereka juga dipertaruhkan jika UAN nya tidak berhasil....

Ttg cocok atau tidak, nanti akan diberi kesempatan utk trial. Jadi tes nya 
dalam bentuk trial.
Dan nanti pihak sekolah akab menilai, apakah Rueben bisa mengikuti system atau 
tidak. Tapi yg sudah2, anak kawan saya yg sangat hiperaktif saja bisa diterima 
dan banyak mengalami kemajuan.

Maksud Mbak Winnie management dalam hal apa?
Selama ini aku melihat secara umum baik.
Komunikasi sekolah dan ortu juga baik. Klu ada masalah mereka akan segera 
menghubungi ortu.
Kalau prinsip aku sih, selama gak mengganggu proses system belajar mengajar, 
aku gak terlalu mempersoalkan.

Pendidikan agama nya juga menjadi salah satu pertimbangan saya.
Ternyata disana sangat baik.
Pelajaran agama bukan hanya sekedar dihafalkan tapi juga harus bisa 
diaplikasikan ke dalam tindakan sehari2.
Misalnya.....dalam belajar sifat2 Nabi Muhammad saw. Anak2 bukan hanya diminta 
utk menghafal satu persatu.
Tapi harus bisa memberikan contoh tindakan murid2 yg sesuai dengan sifat2 rasul.
Jadi.....semua mata pelajaran lebih mengutamakan pengaplikasian nya. Bukan 
hanya sekedar dihafalkan dan lupa setelah selesai ulangan.

Utk murid2 kelas 1 tidak perlu harus sudah bisa membaca dan menulis. Keadaan 
kelas 1 tidak jauh berbeda dengan TK.

Menurut aku, klu kita masih tinggal di Indonesia, kita harus mencari sekolah yg 
berbasis kurikulum nasional.
Kecuali kalau sudah yakin akan melanjutkan ke LN.
Karena klu memasukkan ke sekolah yg berbasis kurikulum nasional, saat akan 
melanjutkan ke sekolah lain yg berbasis kurikulum nasional harus ikut ujian 
kejar paket. Misalnya kejar paket C, dsb.

Kalau saya bertemu dengan guru2 anak2 saya, misalnya saat menerima raport, 
mereka tidak akan membahas angka2 dalam raport. Yg mereka bicarakan adalah 
perubahan karakter anak, sifat dan sikap mereka, dsb.
Trus....mereka juga mencatat kelemahan2 tiap anak satu persatu sebagai bahan 
mereka dalam membina dan membimbing.
Juga mereka akan mencatat kelebihan2 mereka sebagai dasar penilaian nya.
Misalnya.....saya bilang pada guru Bagas (anak 1). Bahwa bagas adalah anak yg 
tidak terlalu mau tampil. Bukan tidak PD. Tapi dia lebih senang "dibelakang 
layar".
Nah.....menurut guru2nya, mereka akan merubah bagas menjadi anak yg lebih 
berani tampil. Alhamdulilah......banyak perubahan yg terjadi pada anak2 saya.

Dan saat saya mengambil raport bayangan di mid semester kemarin, ternyata 
standar nilai yg ditetapkan oleh madania lebih tinggi dari pada sekolah2 lain 
di bogor.
Alhamdulilah.....nilai2 anak saya semua berada di atas standar sekolah dan juga 
berada diatas rata2 kelas.




 
Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Winnie Hartoro <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 12 Jun 2008 18:21:11 
To: Ayahbunda Online<[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: bertanya ke mbak yusri


Mbak Yusri,

Punten ikut nanya juga...(nebeng nanya ya, mamut)..

Madania sendiri cocoknya untuk karakter/tipe anak macam apa? Lalu krn mrk 
berbahasa Inggris, bagaimana dengan UAN nya?

Reuben bulan depan mulai masuk TK di Cikal dan saya mulai ingin survey untuk SD 
nya. Saya gak berniat lanjutin SD di Cikal karena gak sreg aja.

6 bulan terakhir, reuben menjalani program pre-reception, yaitu program 
transisi dari PG ke Reception Jr (TK A). Di program itu anak dibagi dalam 3 
kelompok kelas. Reuben dikelompokkan di kelas bodily kinestetik. Yg artinya 
banyak melakukan olah tubuh dalam proses belajar. Di TK nya nanti pun dia akan 
tetap dikelompokkan di kelompok yg sama. 

Apakah kira2 Madania cocok untuk anak yg aktif seperti dia? Dia kelebihan 
energi, mbak. Jadi sekolahnya musti yg heboh. Klo gak bakal uring2an di rumah.

Dan bagaimana dengan management sekolah itu sendiri? Mudah2an gak kacau balau 
seperti yg saya alami sekarang. Pusing, mbaaakkk.... :(

Lalu bagaimana dengan pend Agama nya? 

Di TK Cikal, mrk gak memaksa anak baca tulis. Akan disesuaikan dgn kemampuan 
anak masing2. Apa SD Madania punya standard harus bs baca tulis untuk year 1 
nya? Ada tes masuk gak ya, mbak?

Saya pasti akan cari waktu untuk kesana sendiri. Tp boleh kan ya minta info dr 
mbak dulu? Hehe..sori nanya nya kebanyakan ya, mbak. Saya gak mau cuma banyak 
tanya di sekolah. Harus cari tau pengalaman ortu murid yg udah ngalamin sendiri 
jadi bisa denger dari 2 kubu yg berbeda. 

Ya gimana ya, mbak. Sekolah sekarang menjamur dimana2. Di deket rumah ada 
sekolah national plus berbasis kurikulum singapur tp baru seumur jagung. Lha 
gak berani aku, mbak. Sama aja mengulang pengalaman pahit sekarang toh... :-p

Makasih ya, mbak... ^_^



Winnie Hartoro
www.myphaedra.multiply.com
www.reubenzara.multiply.com

Sent from my iPhone




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke