Dear mba Indah...

saya akan mencoba menjawab.
kehamilan bisa terjadi bila kebetulan berhubungan saat istri sedang subur
(ovulasi)
Sekarang pertanyaan saya, masa nifas 40 hari itu maksudnya istri masih dalam
keadaan haid (keluar darahnya) atau tidak?
bila masih haid, itu menunjukkan bahwa kondisi istri tidak sedang ovulasi.
Jadi tidak mungkin terjadi kehamilan.

tiap wanita memiliki masa kesuburan berbeda2 selama masa pasca persalinan
dan saat menyusui.
Oleh sebab itu agak sulit melakukan perencanaan/penunda kehamilan dengan
menggunakan sistem kalender saja saat masa menuyusui.
Bisa jadi bulan ini kita masih belum haid  (ada ibu yg tidak haid sampe 2
tahun karena menyusui, namun tidak hamil), tapi ternyata saat berhubungan
kebetulan sedang ovulasi.
maka kehamilan bisa saja terjadi.

oiya yang terpenting mom, sebaiknya selama istri haid atau masa nifas, tidak
berhubungan sama sekali.
Saat haid, mulut rahim kita terbuka (saat tidak haid, mulut rahim tertutup),
sehingga bila ada kuman/virus dari kelamin suami, maka infeksi ke dalam
rahim sangat mudah terjadi.
kondisi dalam rahim kita lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan kondisi
jalan lahir (vagina).
Belum lagi kontraksi berlebihan akibat reaksi terhadap sperma ditambah
kontraksi alami rahim saat haid untuk meluruhkan lapisan endometriumnya.

Dalam islam saja saat istri haid, dilarang berhubungan, pasti ada hikmahnya.
Apalagi saat masa nifas, kondisi rahim istri belum pulih benar, walopun
sesar tapi kontraksi pasca melahirkan tetap saja sama. (agar rahim
mengecil).
Memang agak sulit moms, tanpa kerjasama suami.
Suami musti memahami hal ini.

Begitu juga bagi yang melahirkan dengan normal dan mendapat perineoraphy
(jahitan di vagina), ada baiknya, benar2 menunggu sampai kondisi vagina dan
jaringan sekitarnya pulih benar, walo sudah tidak nifas.
Karena saya pernah punya teman yang belum 40 hari sudah berhenti nifas, lalu
mereka berhubungan ternyata jahitan di vagina nya kembali lepas, akhirnya
dia ke bidan lagi untuk dijahit kembali.
Maaf ya moms, bukan bermaksud nakut2in.
Ini demi istri juga kok.
Sebaiknya diperhatikan betul konsekuensi dari yg kita lakukan.
Minta suami bersabar..dan selain coitus istri juga bisa melayani dalam
bentuk lain kan (selain oral dan anal tentunya , dlm islam haram,
red.)...maaf bila terlalu vulgar...(dah pada nikah kan?hihihi)

Alhamdulillaah suami saya bisa bersabar hingga 2 bulan, karena melalui
proses persalinan yg agak berat , saya masih trauma berhubungan waktu itu.
Selain juga menjaga agar proses penyembuhan vagina dan sekitarnya benar2
pulih.
Tapi di satu sisi, saya makin yakin bahwa suami bener2 menyayangi saya
(deuuuhhhh...ge.er)
Segitu aja ya mba..
Semoga membantu.

salam,
kennia

Kirim email ke