Bapak dan Ibu anggota milis Yth,

Kisah berikut : "Dua Pilihan"



Menyentuh banget kisah nya..semoga banyak terjadi
hal-hal seperti ini di negeri kita tercinta..bukan perkara
negatif terus menerus yg terjadi...karena sikap egois
dan lebih mementingkan prestise daripada prestasi.
Hingga akhirnya tempat dan lingkungan kita membesarkan
buah hati kita..menjadi tempat yg lebih baik...

salam,

Bunda Alicia

-







Dua Pilihan

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak
cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu 
pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu.

Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:

' Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses 
yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak 
demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal 
sebagaimana layaknya anak-anak yang lain.
Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? '

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.

Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti 
Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, 
satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana 
orang-orang sekitarnya memperlakukan dia"

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:

Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang 
anak sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,"Apakah kau pikir mereka 
akan membiarkanku ikut bermain?" Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu 
tidak akan membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun 
aku juga tahu bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam 
tim itu, hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan 
untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya apakah Shay dapat 
ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat 
sekelilingnya dan berkata, "kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah 
babak kedelapan. Aku rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan 
mencoba untuk memasukkan dia bertanding pada babak kesembilan nanti '

Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim 
dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam 
hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira 
karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.

Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih 
ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan 
bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia 
sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada 
dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku 
melambai padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay 
mencetak beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk 
mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi 
pemukul berikutnya.

Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan 
untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?

Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.

Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan 
tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi 
berhubungan dengan bola itu. Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju 
kedalam arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan 
kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, 
mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan 
sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak dengan bola itu.

Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan 
luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar 
bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah 
bola itu dan mengenai bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah 
pitcher.

Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan 
mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan 
berakhir.

Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari 
jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai 
berteriak, "Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam 
hidup Shay sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke 
base pertama. Shay tertegun dan membelalakkan matanya. Semua orang 
berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!"

Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia 
terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. 
Pada saat Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu 
di tangannya.

Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai 
kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam 
hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. 
Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun 
dengan tujuan yang sama melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati 
jangkauan penjaga base ketiga. Shay berlari menuju base ketiga.

Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay"> 
Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan 
memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh. Pada saat Shay 
menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para penonton yang 
berdiri mulai berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!".

Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang 
hero yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.

Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya, 
para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan 
nilai kemanusiaan kedalam dunia.

Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim 
dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana 
dia telah menjadi seorang hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, 
dan bagaimana dia telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang 
pahlawan kecilnya.

Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara 
mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.

Catatan kaki:

Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang, namun bila 
kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali 
ragu. Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam 
hidup ini, namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di 
lingkungan pendidikan atau kerja.

Jika Anda berpikir untuk forward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih 
daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk 
menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini 
berpikir bahwa kita semua dapat membuat perbedaan.

Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat 
memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak hubungan antar 2 
manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi 
kita:

Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah 
melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang 
beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?
 
 
  
 
    


      

Kirim email ke