Halo bunda Rayya

mau coba bantu ya... sy sendiri sih sebenarnya kurang paham gimana 
caranya menyimpan ASI, karena blm pernah. Tp kalo dilihat dari usia 
anaknya mbak, ASI itu udh bukan makanan utama lagi kan? Kalo pun 
anak mbak gak mau minum susu, kenapa gak coba cari pengganti susu 
aja? Seperti anak sy juga gak mau minum sufor sama sekali, sebagai 
penggantinya sy ganti dg mengkonsumsi keju, yoghurt atau sesekali 
susu UHT.

Tp kalo mbak penasaran gimana cara menyimpan ASI (apalagi kalo stok 
ASInya emang banyak) ini ada info yg mungkinkin bisa dipakai. Info 
ini sy ambil dr blognya mbak heryanti ya 
(http://meili2007.multiply.com/journal). Mudah-mudahan bisa 
membantu :)

Cara Menyimpan ASI Peras/Pompa Dec 12, '07 10:40 PM
for everyone 

Karakteristik dan Aroma Pada ASI

Banyak orang membayangkan bahwa ASI tampak seperti susu sapi yg 
homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun 
(homogenized) . ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan 
selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya 
kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan 
wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

 
Tampilan dari ASI berbeda2 sesuai dengan waktu dan kandungannya. 
Termasuk kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI 
akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di 
menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan 
saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat "lebih 
encer" dari ASI yang dikeluarkan di menit2 berikutnya. Karena itu 
disebut FOREMILK (kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar 
beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut 
juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi 
tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman 
soda, minuman buah2an dan hidangan penutup yang mengandung  gelatin 
diduga akanmembuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. 
ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi 
minuman segar yang berwarna hijau, seperti rumput laut, atau sayuran 
berwarna hijau.

 
ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal 
ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. 
Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik 
laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak 
berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui. Jika darah dalam 
ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan 
dengan dokter.

Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / 
beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt 
sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan 
perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg 
mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu 
tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, 
ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI 
peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. 
Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dgn tata cara 
penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.

 
Wadah penyimpanan ASI

Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah 
apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus 
menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa 
tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya 
tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. 
Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

 
ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk 
sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. 
ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini 
tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.

 
Tata cara Menyimpan ASI

Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran 
waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :

* Suhu ruang (19 - 22c ) antara 4 sampai 10 jam

* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0 - 4c antara 2 sampai 3 hari. 
Freezer pd kulkas berpintu
   satu (suhu variatif < 4c ) : bisa sampai 2 minggu

* Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4c ) : 3 sampai 4 
bulan

* Freezer khusus ( -19c ) : 6 bulan atau lebih

Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari 
lokasi penyimpanan.

Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama 
menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan 
pertumbuhan & perkembangan anak. Krnnya jika ibu memilki ASI peras 
berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.

 
Jika tidak ada lemari pendingin

Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu 
utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat 
ibu bepergian jauh utk waktu lama dan tidak ditemukannya kulkas, 
maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam 
termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu 
bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan 
lebih lama dg blue ice.

 
Tips memberikan ASI peras/pompa 

Berikut tips singkat utk memberikan ASI yg telah disimpan bagi si 
kecil :

* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI 
dicairkan terlebih dahulu di kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. 
Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada kran
air hangat atau rendamlah dengan air hangat.

* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI.
  Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti 
infeksi / zat imun !

* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.

* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.

* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi < 4 bl disarankan utk 
tidak menggunakan dot, karena adanya resiko bingung putting . ASI yg 
tersisa jika ingin disimpan kembali di refrigerator sebaiknya 
digunakan < 24 jam. Meski hal ini tidak direkomendasikan. Karena itu 
simpanlah ASI dalam jumlah yg cukup (sekali minum) agar cairan emas 
tsb tdk terbuang.

Dg mengetahui cara menyimpan ASI dan karakteristiknya, semoga 
semakin banyak ibu2 yang bekerja maupun yang akan bepergian tidak 
ragu lagi / segan dalam memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya.

myra
http://ke2naischool.blogspot.com
http://ke2nai.blogspot.com


--- In [email protected], Mukaromah Harjunantio 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ass.wr wb.
> Halo salam kenal..
> Saya ibu Mumuk,bundanya Rayya Nawal
> Mau ikut curhat tentang anak saya yang tidak mau minum susu 
selain ASI.
> Rayya sekarang sudah 15 bulan.Sementara dalam waktu dekat saya 
harus keluar kota untuk urusan kerja
> ada yang bisa bantu bu?
> 
> 
>       ________________________________________________________ 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang 
Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di 
http://id.answers.yahoo.com/
>


Kirim email ke