Note: forwarded message attached.
--- Begin Message ---
--- On Wed, 3/26/08, nily yulianty <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: nily yulianty <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Info tentang teh celup
To: "Daniel Pieter" <[EMAIL PROTECTED]>, "Devaldi" <[EMAIL PROTECTED]>, "fam
ceu" <[EMAIL PROTECTED]>, "fe.olla" <[EMAIL PROTECTED]>, "metha dhamayanti"
<[EMAIL PROTECTED]>, "muthy mutmainah" <[EMAIL PROTECTED]>, "pltk emup" <[EMAIL
PROTECTED]>, "pltk eri" <[EMAIL PROTECTED]>, "pltk memed" <[EMAIL PROTECTED]>,
"poltek ian" <[EMAIL PROTECTED]>, "seli" <[EMAIL PROTECTED]>, "uthe oki"
<[EMAIL PROTECTED]>, "wahyu amanati" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, March 26, 2008, 2:59 AM
Buat yang pernah berkunjung ke pabrik kertas/pulp, mungkin tahu bahwa chlorine
ini adalah senyawa kimia yang sangat jahat dengan lingkungan dan manusia,
khususnya dapat menyerang syaraf dsb! Dari kejauhan pabrik mudah dilihat jika
ada asap berwarna kuning yang mengepul dari pabrik, itu bukan asap biasa tapi
chlorine gas.
Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di
atas disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang
berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis
bahan pengelantang (sejenis rinso/baycline) senyawa chlorine yang kekuatan
sangat keras sekali!
Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mo uji bener apa
tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke studio foto, lihatlah tissue
akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultraviolet dari lampu
sinar ultraviolet ! Berarti masih mengandung chlorine tinggi.
Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn
biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan.
Tissue atau kertas makanan dari negera maju yang dapet label Depkesnya tidak
bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok
samimawon, bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau
dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada yang kontrol,
jadi harap berhati-hati.
Pls protect your families!
Minumlah Teh, Bukan Klorin...
Saran:
Kembali minum teh tubruk ala kampung lagi..! Pake saputangan 'merah jambu' lagi
biar mesra! Merokok dengan daun atau cangklong lagi! atau for advance
tinggalkan Rokok sama sekali Back to 60's style....he. ...he...he Minumlah Teh,
Bukan Klorin...
Anda gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala
sesuatu yang
praktis, kan ? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan teh celup. Selain
karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat
teh. Misalnya, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh
hijau untuk melangsingkan tubuh. Namun, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong
teh celup berlama-lama?
Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin
banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh... Padahal, yang terjadi justru
sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan
larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.
Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas.
Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan
tahan lama.
Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena
disinfektan, klorin dalam jumlah besar
tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga.
Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia
dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.
Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 5 menit.
Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan daun teh.
Kirimkan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi dan anda cintai...
bila Anda masih peduli kepada mereka
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--- End Message ---