moms ferayda,
itu juga terjadi pada okta sampai sekarang. jadi sakit selama 2 minggu terjadi 
kekerasan hampir tiap hari. menurut saya, dengan pengetahuan ilmu kedokteran 
anak-anak saya yang sangat terbatas, sebaliknya pertanyaannya : perlukah di 
kecil minum obat? seberapa banyak? okta kemarin juga berusaha tidak dikasih 
obat. apalagi setelah test darah tidak ada yang mengkhawatirkan. 
kami berikan obat setelah panas hari keempat dan okta tidak tampak nyaman lagi. 
itu juga kami membatasi pemberian. kami berikan dosis paling sedikit dulu. 
setelah hasilnya membaik kami pertahankan. padahal dsanya menyarankan dosis dua 
kali lipat. obat juga hanya penurun panas. 
setelah batuk pilek terkendali, okta masih panas. perutnya dipegang seperti 
sesak. kami ingat dia belum pup selama sakit dan sebelumnya. akhirnya saya 
menghabiskan jus pepaya 1 liter setiap hari. minum jus hari kedua, okta sudah 
bisa pup dan tidak kerepotan mengejan. 
saya dan suami sepakat untuk menghindari memberikan obat apapun bentuknya untuk 
okta. obat tidak selalu menyembuhkan. yang lebih penting adalah dicari penyebab 
penyakitnya dan mencari panduan bagaimana mengatasinya. tetapi tentu saja ini 
tidak mudah. sebagai ibu terutama, sangat tersiksa melihat anak sakit. 
pengennya dapat obat yang cespleng langsung sembuh detik itu juga.
jadi, tolong dipikirkan kembali alasan mengapa si kecil harus minum obat. 
apakah memang betul perlu minum obat. demi tabungan kesehatan si kecil di 
kemudian hari.
salam,


      

Kirim email ke