Mbak Novia,
Terharu banget baca tulisan mbak Novia...., beberapa hari tdk buka email 
ternyata sudah jauh ketinggalan berita.
Saya ikut senang mBak Novia sekeluarga sudah sembuh (walaupun kronologinya 
barusan saya baca), dan pengalaman seperti mbak Novia sangat berharga buat saya 
yang nota bene pendatang dan jauh dari keluarga.
Semoga mbak Novia & keluarga selalu diberi kesehatan oleh Allah SWt. Ammiin
Salam,
Bunda Farras

----- Original Message ----
From: novia novia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, July 1, 2008 3:24:22 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] terima kasih doanya u/okta & terapi asap u/batuk 
pilek.


Alhamdulillah, Allah Yang Maha Pengasih masih memberi kesempatan kepada kami 
berdua untuk menjadi orangtua dengan memberikan kesembuhan untuk okta. Panas 
batuk pilek, ditambah kondisi fisik yang tidak oke, tidak cocok obat, alergi 
dengan obat nyamuk listrik, okta tidak bisa pup hampir 10 hari, dan sebagainya 
menjadikan 2 minggu terakhir bulan Juni 2008 ini terasa sangat panjang.
ada satu malam saat okta badannya sangat panas begitu juga badan saya, saya 
berbisik : ya Allah, kalau aku hanya diberi kesempatan mengasuh sampai disini 
saja, aku terima demi kebaikan okta-anakku. aku sadari kekurangan dan 
kelemahanku selama menjadi ibu untuk okta.
mama saya datang keroyo-royo naik bus malam dari solo setelah seminggu sakitnya 
kami serumah. bukan main leganya hati saya. saya percaya Allah akan menolong 
kami semua melalui tangan mama. okta juga mengerti kehadiran eyang putrinya. 
dengan terbata-bata dan bahasanya, okta berusaha menjelaskan apa yang dia 
rasakan. mama saya tidak kuasa menahan air mata. mama saya pulang dengan bus 
malam lagi setelah okta melepasnya pulang. eyang pulang dulu ya? okta kan sudah 
sembuh. tinggal makan yang banyak. badannya biar berisi lagi. waktu dipamitin 
pertama  -mama sudah 2 hari dirumah- okta memalingkan muka. setelah 4 hari 
dijagain, akhirnya okta mengulurkan tangannya. tersenyum melepas eyangnya 
pulang. 
saya dan okta jadi lama sembuh karena obat yang diberikan ada yang tidak cocok. 
saya ada beberapa malam yang blass tidak bisa tidur dan jantung serasa lepas. 
okta sendiri belum pernah sakit  dan minum obat. akibatnya sakit kemarin 
seperti percobaan minum obat.
okta sudah mulai baik. sudah kuat jalan dan maen  sedikit didalam rumah. 
kemarin batuknya persis senapan mesin. sekarang hanya sesekali batuk. sudah 
berminat makan. badannya tinggal kulit pembalut tulang. sedih sekali saya 
melihat anak saya.
karena obat tidak cocok saya juga berusaha treatment dirumah dengan air panas 
ditetesi minyak kayu putih. tapi saat kondisi kami bertiga sangat buruk 
sehingga treatment itu berhenti dengan sendirinya. tidak ada yang kuat bangun, 
ke dapur, merebus air, dan sebagainya. lalu suami dan saya ke dokter untuk 
terapi inhalasi. setelah sekian hari batuk sampai dada dan perut terasa pecah, 
terapi itu sangat membantu. mengurangi sesak dan mengeluarkan dahak. 
sayang sekali okta tidak ikut diterapi. semua yang berbau dokter dan obat 
meninggalkan pengalaman yang sangat traumatis untuk okta. bahkan setelah mulai 
sembuh, ada 3 malam okta yang selalu terbangun tengah malam menangis 
menjerit-jerit ketakutan. eyang kakungnya saya bangunkan per telepon untuk 
mendengarkan tangisannya. lalu katanya, dia ketakutan. anak tidak pernah sakit. 
tidak pernah dikasar. lalu selama hampir dua minggu dirudapeksa untuk minum 
obat demi kesembuhannya.
setelah mulai tenang, saya ajak bicara okta. bahwa papa mama juga dengan 
terpaksa memberi obat dengan cara begitu. sebab okta sakit. sekarang okta sudah 
sembuh. kalau sudah sembuh tidak perlu minum obat lagi. tapi harus mau makan 
dan minum yang banyak. saya berusaha menjelaskan selembut mungkin. akhirnya 
okta terlelap lagi menjelang dini hari.
sekarang ritme okta sudah seperti dulu. tidur siang, tidur malam, mandi, makan 
meski masih sangat sedikit, bermain, dan sebagainya. tentunya perlu waktu untuk 
memulihkan keadaan okta kembali sebelum sakit. tetapi dengan awal ini kami 
berdua berusaha sebaik-baiknya. baru sekarang saya benar-benar merasa menjadi 
ibu. dan betapa saya ternyata masih membutuhkan ibu saya. kasih ibu sepanjang 
jalan ..
saya dan suami sangat berterima kasih dengan doa dan dukungan dari bunda semua 
terutama mbak putri di cirebon (saya sekarang sangat bisa merasakan apa yang 
mbak putri rasakan ketika nazmi berpulang), mbak sari di yogya, mbak diyan, 
mbak susi, mbak nika, mbak yusri, mbak mira dan tak lupa tentunya tante vero 
yang rajin ngomporin untuk tetap semangat sembuh.
semoga di hari-hari selanjutnya kami berdua diberikan kekuatan, keikhlasan, 
kesabaran dan banyak ilmu dalam mengasuh dan membesarkan okta. dengan dukungan 
dan doa dari semua bunda milis ini tentunya. salam sehat semangat untuk 
putra-putrinya.
dari okta-novia-julian di cilegon. 
 


      

Kirim email ke