halo mbak yang katanya jauh di ndeso ..
eh, mbak, kalau musim mudik, buka posko nggak? kali aja okta sudah kuat diajak 
mudik naik mobil. saya suka lewat pantura berarti lewat kendal yah? memang 
kelihatannnya masih lama, tapi kan musti siap-siap. nggak nyambung yah :p 
soal homeschooling, saya sempat begadang beberapa malam setelah posting soal 
okta mencari teman. karena playgroup yang bagus jauh dan mahal. karena 
playgroup biasa kok tidak layak. karena karena yang lain yang membuat saya 
berpikir untuk homeschooling untuk okta nanti. jadi akhirnya saya mendapat 
setumpuk artikel dari internet plus pas sehat hunting buku-buku tentang 
homeschooling. mungkin nanti saya akan japri dan kasih attachment untuk mbak 
hasil hunting saya.
1. soal permainan : sangat tergantung kreatifitas dan misi yang ingin 
disampaikan kepada anak. misalnya begini : karena rumah saya dekat pantai : 
okta saya buatkan kotak pasir laut untuk main. saya beri dia sedikit ruang di 
halaman untuk main. daun-daun kering yang jatuh bisa dipungutin. diajarin apa 
nama daunnya, dideretkan berdasarkan ukurannya dan dihitung setiap kelompok 
jumlahnya berapa. ini sudah belajar matematika. semua yang ada disekitar kita 
disampaikan sambil bermain.
2. kalau ruangan outdoor kan bisa numpang halaman tetangga juga. tapi kalau 
indoor untuk 10 anak mungkin perlu cukup luas. tapi itu juga tidak masalah. 
sebab ada seorang ibu yang memutuskan homeschooling untuk ke 5 anaknya karena 
keterbatasan biaya. dia tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya dan memutuskan 
mengajarinya sendiri. dia mengajak juga anak-anak tetangga kemudian mengajari 
mereka sekaligus.
3. tidak ada kursus untuk homeschooling. umumnya orangtua mengajari anak-anak 
mereka sendiri berdasarkan naluri dan intuisi juga dengan memperhatikan bakat 
dan minat anak. ada banyak website yang menyediakan semacam kurikulum untuk 
homeschooling. supaya kita punya panduan untuk mengajarkan apa dan bagaimana. 
bahkan ada universitas di luar negeri yang memberikan pengakuan dalam bentuk 
sertifikat kepada anak-anak yang belajar dirumah. 
4. kalau anak-anak yang belajar dirumah masih usia taman kanak-kanak, tidak ada 
yang perlu dilaporkan kepada siapapun. tapi kalau sudah usia sekolah dasar, 
hanya diwajibkan melaporkan kepada depdiknas setempat bahwa anak-anak ini tidak 
ikut sekolah biasa tetapi belajar sendiri dirumah. kalau menginginkan pengakuan 
dalam bentuk ijazah, bisa mengikuti ujian persamaan yang diadakan depdiknas. 
tapi banyak juga yang memilih ikut ujian di universitas di luar negeri sehingga 
ijazahnya made in luar negeri juga. mereka ujian dirumah. hasil ujiannya 
dikirim kesana. menurut penelitian, semakin hari semakin banyak peminat 
homeschooling di dunia.
5. untuk mendapatkan banyak info tentang homeschooling, ada beberapa komunitas 
keluarga yang memutuskan anak-anaknya belajar dirumah. sesekali mereka 
berkumpul dan bermain bersama. bisa juga jalan-jalan. sayangnya untuk daerah 
jawa tengah saya tidak tahu dimana aada komunitas homeschooling. mungkin ada 
tetapi harus dicari.
6. kalau yang dikasih homeschooling baru anak-anak usia dibawah 6 tahun alias 
belum sekolah dasar, mungkin bisa membuat sendiri kurikulumnya. kalau tidak 
salah, ada seri ayahbunda yang berjudul MULTIPLE INTELLIGENCES. dari situ 
usahakan untuk menerjemahkan bagaimana praktek mengambangkan multiple 
intelligences yang disesuaikan dengan usia dan kondisi lapangan. saya sendiri 
belum kesampaian membuat kurikulum untuk okta sebelum benar-benar masuk usia 
sekolah. 
7. ada banyak bahan untuk diajarkan. sangat banyak. jadi yang terjadi nanti 
adalah bukan kehabisan bahan pengajaran tetapi bagaimana mengajarkan semuanya 
yang harus diketahui dengan berimbang dan sesuai usia.
semoga masukan dari saya bermanfaat. mungkin kita bisa japri untuk sharing 
kurikulum homeschooling untuk anak-anak kita. saya masih tahap recovery siy. 
jadi belum bisa mikir serius. saya usahakan mengirim attachmentnya segera. 
salam,


      

Kirim email ke