Saya pribadi tidak terlalu setuju untuk menaek turunkan stroller lewat escalator, karena bukankah sudah terpampang gambar stroller dicoret, alias tidak boleh? Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri, sepasang suami istri menurunkan anaknya yang lumpuh dan duduk di kursi roda lewat escalator dan hampir saja mereka semua jatuh nggelundung karena sang bapak tidak kuat menahan beban kursi roda. Kalo di luar negeri saya jamin mereka sudah digelandang security.
Kalo mau ngajak anak ke mall ya harus siap repot gendong atau at least ngawasin terus. Sering saya lihat di mall anak2 kecil berlarian kesana kemari tanpa keliatan batang idung ortunya, palin cuma dibuntuti BS yang dengan ogah2an ngikutin. Mom Enzo www.fefang.multiply.com --- On Fri, 7/11/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Crocs, Sandal di Escalator To: [email protected] Date: Friday, July 11, 2008, 1:00 PM Ada kalimat-kalimat menarik dari mbak Vonny soal individualis vs. kekeluargaan. Saya setuju bahwa dalam banyak kondisi, masyarakat kita ternyata susah sekali untuk berempati dan peduli. Saya punya pengalaman yang sampai saat ini membuat saya 'nelangsa', niat baik tidak selamanya diterima dengan baik. Kejadiannya ketika saya mencoba membantu sebuah keluarga muda dengan 2 anak yang kerepotan dengan bawaan ketika belanja di mall. Sang ayah sibuk dengan handphone, ibu sibuk dengan tas-tas belanja, si bayi dalam kereta, si babysitter/PRT sedang terpesona pada window display toko-toko di sana. Ketika akan turun eskalator, karena tangan ibu occupied/sibuk jinjing dan nenteng, si mbak juga belum paham cara megang kereta bila di eskalator (hello... ayah di mana ya? oh lagi nelepon...), kereta hampir tergelincir. Karena saya di dekat situ (mau turun eskalator juga) refleks saya pegang gagang kereta, saya tarik kembali ke atas. Yang terjadi ? Si ibu memandang saya dengan marah (hmmm... sedikit senyum terima kasih mungkin lebih membuat wajahmu makin cantik, bu... ) dan dengan gusar menyingkirkan tangan saya. HELLLLOOOOO. .. saya bukan penculik anak bu... just try to help you ... Yo wis.... TENIK HARTONO Chief Editor / Pemimpin Redaksi AYAHBUNDA Gedung Mensa 2 Lt. 3, Kuningan | Jakarta 12910 - Indonesia Phone (62-21) 525 3816, 526 6666 ext 4221 | Fax (62-21) 526 2131, 520 9366 | Mobile (62) 816 794394 | www.ayahbunda- online.com "widjojo_yvonne" <[EMAIL PROTECTED] net.id> Sent by: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com 07/10/2008 08:51 PM Please respond to Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com To Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com cc Subject [Ayahbunda-Online] Crocs, Sandal di Escalator (wasRe: anak kabur dari tempat bermain) Dear Moms & Dads, Sekadar mau sharing pelajaran berharga mengenai kejadian di keluarga kami, kebetulan keponakan saya sendiri (cowok, waktu itu 4 tahun) termasuk salah satu yang mengalami kejadian yang kurang lebih sama: Memakai sepatu Crocs (kebetulan asli) dan terjepit di pinggiran escalator. Dipinggir escalatornya tidak memiliki yellow line, tidak ada bulu-bulunya, tapi ada bibir/ bagian yang sedikit menjorok.. Kebetulan anaknya usil dan biasanya anak senang eksperimen masuk-masukin sesuatu ke area yang sempit, dan karakteristik Crocs ini sama seperti sandal jepit: empuk, kenyal dan keset, jadinya gampang di'makan' sama escalator. Untungnya, kakinya masih bisa ditarik dan jari-jarinya hanya luka sedikit. Rasanya udah gemetar aja kalau ingat kejadian itu.. Di beberapa mall di jakarta sudah memberi warning bahwa crocs atau sandal dilarang naik escalator.Saya tidak anti Crocs (anak saya juga pakai), tapi memang dengan banyaknya kejadian di escalator ini kita perlu ekstra hati-hati. Apalagi masalah kecelakaan anak di escalator sangat banyak, bukan cuma kaki, namun ban berjalan untuk pegangan tangan juga bahaya, jari-jari kecil bisa kejepit disitu. Di dept. store di Bandung waktu itu ada anak +/- 5 tahunan yang kehilangan jari-jarinya karena orang tuanya sibuk dengan bayi dan belanjaannya. Saya gak bisa menyalahkan ortu seratus persen dalam hal ini.. Orang indonesia yang katanya lebih sosial, dalam banyak hal malah cuek bebek sama lingkungannya. Di luar negeri yang katanya individualis, justru saya lebih sering diberi tempat duduk waktu hamil, dan dibantu waktu sibuk mengurus stroller, bayi dan belanjaan saya.. Di Elevator, kursi roda dan stroller mustinya menjadi prioritas, tapi di indonesia saya gak pernah lihat ada orang-orang yang mengalah/ minggir untuk ngasih tempat buat stroller/ kursi roda... Jadilah kadang orang memilih escalator untuk stroller karena elevatornya selalu penuh. Padahal hal ini berbahaya... Menyedihkan! Salam, Yvonne
