Wah..
Saya miris ngeliatnya..
Sebagai ibu bekerja, pasti timbul kekhawatiran di hati saya..
dan ini memang PR buat saya (dan para ibu bekerja lainnya)..
Bahwa bagaimanapun dan betapapun sibuknya, ada keluarga yang jadi 
prioritas teratas..dan tidak terbeli dengan hal apapun juga..baik 
oleh promosi atau kenaikan gaji..
Bahwa pada saat ancaman PHK-pun sudah di depan mata, itu bukan 
alasan untuk menomorsekiankan keluarga..
Eh hal ini kadang lebih mudah diucapkan daripada dilaksanakan lho..
Karena terkadang, pada saat badan dan pikiran sudah letih, rutinitas 
bersama anak jadi terabaikan..
Terkadang, pada saat pekerjaan "terancam" karena kebijakan 
perusahaan yang "ga bersahabat" dengan kepentingan keluarga, 
keluarga lah yang dikorbankan..
Hmm..
Saya ga mau seperti itu..
Mudah2an saya lulus PR ini ya..pontennya juga bagus..Amiin..
Karena bagi saya (bagi saya lhooo..), saya memilih jadi "Ibu yang 
Punya Kerja" daripada jadi "Pekerja yang Punya Anak"..
Beda lho moms..

O ya, saya juga jadi bingung dengan pertanyaan tes si anak..
Kok ya pilihan gandanya ada "a. pembantu"-nya segala..
Penting ya..?
Kok sepertinya menjebak sekali..

fany - nda shali
lagi bawel..kurang tidur..



Kirim email ke