bunda ..
takut dengan suara yang keras kan wajar. kalau dulu, saat masih dalam 
kandungan, saya siy suka ngobrol dengan okta. ada suara-suara apa pun di 
sekitar saya, saya ceritakan ke okta. apalagi kalau suaranya keras dan 
menyeramkan. setelah okta lahir, pelan-pelan, okta juga saya kenalkan dengan 
sumber suaranya. maksud saya supaya dia tidak takut. kan ditempat tinggal kami 
secara berkala ada tukang potong rumput. suaranya lumayan keras. satu hari, 
saat okta tampak senang, saya gendong dia mendekat ke tukang yang belum mulai 
motong. mesinnya ada disitu tapi mati. saya ceritakan siapa bapak itu. saya 
tunjukkan rumput yang tinggi. saya tunjukkan mesin pemotong. saya beritahu 
suaranya keras. sekali. saya bilang : kalau nanti mesinnya nyala, adik takut, 
pegang mama yang kuat ya. satu dua kali dia masih tersentak saat pertama mesin 
dinyalakan. tapi kemudian dia tetap bisa tidur meski ada suara mesin. 
begitu juga dengan alat-alat lain yang bersuara. saya kenalkan. saya ceritakan. 
saya berusaha memberitahu bahwa dia boleh takut dan boleh memeluk saya kalau 
takut. satu persatu alat itu akhirnya dia kenal dan tidak takut dengan 
suaranya. sekarang suara yang membuat okta takut adalah suara tivi yang 
kemresek terus gambarnya kabur. dia pasti langsung mendekati saya dan pegangan 
yang kuat. 
menurut saya, kita harus menunjukkan bahwa kita -bundanya- memahami 
ketakutannya. kalau perlu memberitahu bahwa saat kecil dulu kita juga takut 
dengan suara-suara keras atau aneh. dan jangan sampai kita menertawakan atau 
menyepelekan ketakutannya. pelan-pelan dia akan belajar mengatasi ketakutannya. 
sharing aja, bunda ...


      

Kirim email ke