wah, bunda .. masa' anak sendiri dilabelin trouble maker .. jangan dong .. 
kalau bundanya saja menyebut begitu apalagi orang lain. persisnya bagaimana 
siy, bunda, bandelnya? menurut saya, umur 2 tahun itu dia sudah banyak mengerti 
tetapi belum bisa mengungkapkan keinginan sendiri dengan baik. jadi sering 
miskomunikasi dengan orang dewasa. termasuk bundanya. terus dia sudah memiliki 
banyak keinginan tetapi apa daya kemampuannya masih terbatas. bisa saja dia 
sering stress atau frustasi karena menginginkan sesuatu yang sulit diungkapkan 
sementara dia sendiri belum bisa meraihnya. bunda yang waspada dan tanggap 
saja. maksudnya, diamati dan diingat-ingat apa dan bagaimana dan kapan dan 
sedang apa si kecil menjadi bandel. mungkin si kecil perlu dibiasakan untuk 
mengungkapkan perasaannya dan keinginannya sehingga tidak dilampiaskan menjadi 
bandel menurut bunda.
okta, anak saya, hampir 2 tahun juga. beberapa hari ini saya juga sering 
memeras persediaan kesabaran saya. sebab okta belum bisa bicara dengan jelas. 
tetapi dia sudah mengerti apa yang saya bicarakan. seringkali dia menginginkan 
sesuatu yang saya tidak mengerti dan dia kesal bukan main bahkan kemarin siang 
sampai menangis dalam tidurnya. dalam hal ini, hanya saya, bundanya, yang 
setiap hari bersamanya yang bisa menebak dan mengingat-ingat sebenarnya apa 
yang diinginkan atau yang disampaikan okta dengan bahasa planetnya. biasanya 
saya bilang : mama nggak ngerti, nak. jangan marah. coba tunjukkan. mau yang 
mana. gandeng tangan mama. kadang berhasil juga dia menunjukkan apa yang dia 
mau. kadang tidak juga. 
sering-seringlah ngobrol dengan si kecil, bunda. amati dan catat baik-baik 
reaksinya ketika dia mendengarkan cerita bunda. supaya bunda bisa memahami apa 
yang dia sampaikan dengan melihat ekspresinya. 
okta kemarin juga begitu. saya bilang : mama mau telpon teman mama ya. main 
sendiri dulu ya. teman mama punya bayi di perutnya. tapi perutnya sakit. 
kasihan kan. kalau tidak ada temannya. 
okta mengangguk. kemudian okta mendengarkan saya bicara di telpon. teman saya 
sedang kesakitan dan bicara setengah menangis. tak disangka. okta memegangi 
perutnya. ekspresinya tampak prihatin. lucu juga melihatnya begitu. 
malam hari saya bercerita kepada papanya tentang teman saya yang sakit. okta 
lebih heboh bercerita dengan bahasanya. sambil memegang perutnya. terus 
tangannya di kuping-memeragakan mama menelpon. jadi, berarti, okta mengerti 
pembicaraan saya di telpon kan. 
makanya, bunda. bermainlah dengan si kecil. ajaklah bicara. supaya lebih saling 
memahami satu sama lain.
semoga memberi masukan yah,


      

Kirim email ke