Kalo dr asma dr nunung rahayoe jl mendawai jkt.beliau ahli pulmonologi.Btw pak, kalau test mantoux dilakukan setelah melihat hasil rontgen paru2 yg ada garis tebal atau apapun sebaiknya konsul dsa yg biasa menangani putri anda.krn kalau asma atau alergi -pasti paru-parunya coraknya rame- (kt dsa saya) dan bukan berarti tbc.....dan juga polusi (rata2 paru2 org ind fogging......) saran saya pastikan putri anda benar benar tbc sebelum ikut terapi obatnya yang sampai 6 bulan itu...krn banyak juga yg ikut terapi obat itu padahal tidak benar2 tbc...test mantoux sendiri--tingkatan false nya tinggi--....kebetulan kedua anak saya disuspect tbc oleh radiolog saat medical check up ....tp setelah di mantoux negatif..(Duh sempet sedih n stres juga) oks pa.........oiya salahsatu penguat suspect tbc adalah beratbadan susah naik........semoga "bukan tbc banget" ya pa.........turut sedih krn inget dulu saya juga sedih banget..........dan bener bgt....cari second opinion krn ada dr yg bisa mengetahui "tidak tbc" hanya melalui rontgen-tdk perlu mantoux...liat kesehariannya apakah sering batuk pada jam2 tertentu, pada saat udara dingin saja, dll...krn berarti hanya alergi atau asma........ Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network
-----Original Message----- From: Edy Tanto <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu, 24 Jul 2008 13:49:48 To: <[email protected]> Subject: [Ayahbunda-Online] 2nd opinion dari dokter (TBC atau asma) Hi, Putri saya (1 tahun 10 bulan) sedang menjalani test mantoux oleh dokter dan hasilnya akan diketahui nanti malam. Terlepas dari positif TBC atau tidak, kami ingin meminta 2nd opinion dari dokter. Mohon rekomendasi dari moms and dads dokter anak mana yang kampiun dalam hal ini (TBC atau asma). Please. Thanks. Edy
