yakin TB pak,krn klo TB itu menular dari kontak erat dengan penderita, it means serumah... ada minimal kontak selama 5 jam sehari selama berapa bln gt aku lupa.
jd klo ketularan dimall ga mungkin ya, klo gt kita jd parno dong ga mau bawa anak ketmp umum, ya kanÂ…. udah 2nd opinion pak, klo perlu 3rd, 4rd opinion deh klo soal TB.... masalah BB ga naik + batuk anakku jg bgt, ibu ku udah worried bgt, trus aku konsul ke dr.wj, ternyata anakku alergi alergi, makanya suka batuk + BB ga naik-naik, setelah dieliminasi makanan penyebab alerginya , akhirnya BB nya naik tuh, Cuma yg aku ga sreg sama dr ini beliau suka ngasih puyer sih, syukur akhirnya anakku terhindar dr minum obat TB deh, krn efek samping dari obat TB ini bias merusak hati loh pak, klo kata dr. sp.paru mending terlambat minum obat TB 2 bulan daripada terlanjur minum obat TB 2 hari..... fitri --- In [email protected], "Edy Tanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Thanks buat sharingnya Moms. > Memang saya tidak mengharapkan solusi tapi dengan sharing dari Moms sekalian > sudah cukup membuat saya tenang. Paling tidak, kita tidak sendirian :-) > > Oya, Lulu, putri saya, oleh dr. Handoko spesialis paru di RS. Siloam divonis > positif TB. Duh! Karena itulah berat badannya susah naik. Tapi dari info dan > sharing, 3 bulan bisa sembuh tapi tetap harus telaten minum obat hingga 6 > bulan. Katanya lagi, selama masa pengobatan, berat badannya pasti akan naik > (ada yang bisa konfirmasi atau bagi pengalaman soal ini?) > > Menurut dokter, kemungkinan besar Lulu tertular di tempat2 publik karena > kita sekeluarga sudah cek dan negatif TB. Kemungkinan sekali tertular di > mall karena kebetulan kita tinggal di apartemen dan di bawahnya mall jadi > sering jalan-jalan di sana. Duh! Saya biang keroknya soalnya sering setiap > pulang kerja sering bawa dia ngemil es-krim, lihat2 mainan, dll. > > Please take care, moms. Jangan ulangi kesalahan kami. Mending jangan bawa > batita ke mall. Toh mereka belum begitu bisa enjoy. Penyakit ada di > mana-mana. > > Salam, > Edy > >
