Iya sih anakku 4,5 thn dulu akhirnya jg cuma dikasih pinsil warna. Itu pun 
pilih yg ada tulisan non toxic. 
Pernah tantenya kasih spidol, hasilnya selain tembok jd kanvas, sepraiku jg 
ikut jd korban. Crayon oil lebih parah deh menurutku. Muka, tangan, tembok, tv 
pokoknya semua permukaan yg bisa dicoret jd ajang kreativitas. Kebetulan dia ga 
suka memasukkan benda2 kemulut. 

* Original message *
From:
[EMAIL PROTECTED]
Sent:
11:30:58
19-08-2008
To:
[email protected]
Subject:
Re: [Ayahbunda-Online] alat tulis yang mana?

Mamut,

Ramya mah hobinya sama, semua dicoret, saingan sama Ara-nya mba Lupi,
belakangan ini aku ngecat tembok rumahku, maklum kontrakan, jadi kalo gak
dicat bakal kena denda wong mau pindah... :(

Aku juga ngga punya solusi jitu buat masalah ini. Yang tak kasih ke anakku
cuman satu: pensil warna, yang bisa gampang ilang kalo dicoret kemana aja,
Juga semacam krayon yang gampang dihapur kalo dicoret ke tembok. Dimakan
pernah juga, cuman diemut gak dikunyah, mudah2an gak papa (soale di krayon
itu ada tulisan 1.5th+ ). Cuman karena kakaknya suka gambar pake spidol,
jadilah yang ada kecolongan juga...

Kayanya kasih pensil warna aja Mamut, biar agak sedikit lebih 'aman'.
Mungkin mom lain yang putranya sdh pada lebih gede, bisa kasih info lebih
lanjut.

Maaf ya, sama sekali ga ngebantu...





-- 
Ayu HUSODO
http://www.ayuhusodo.blogspot.com/

For gifts and family product from around the globe,
visit http://www.strawberrypatch.biz

Kirim email ke