Mba Sinta, awalnya sayapun seperti Mba, namanya anak pertama oon banget dan 
hampir mau nyerah untuk kasih sufor, Aliya (26month) dulu nangis terus, bingung 
kan mau apa yakh ni anak, lapar atau apa, orang tua bahkan suami langsung 
menyuruh untuk kasih sufor aja, mungkin karena asi masih sedikit, tapi tetap 
saya niatin di hati bahwa saya hanya maunya kasih asi, dan alhamdulilah pada 
saat hampir mau nyerah ada beberapa sahabat saya nengok dan karena dianya juga 
memberi asi, langsung mensupport bahkan mengajari bagaimana posisi yang nyaman 
ketika menyusui, kaki dilurusin supaya tidak bengkak, bahkan memberi pengertian 
kepada ortu dan suami agar sabar, alhamdulilah sampai sekarang saya msh 
menyusui malah bingung mo nyapihnya bagaimana...saya juga caesar emang sih dulu 
juga disuruh minuman ramuan cina agar cepet kering jahitan, tapi tidak saya 
lakukan karena takut pengaruh ke asinya, bener kata Mba Rina, bergabunglah 
dengan orang yang memberikan ASI, supaya
 motivasi dan semangatnya terus membara.. :-) 



----- Original Message ----
From: Rina Sofiany <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, August 25, 2008 9:27:40 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] Re: Salam kenal


Halo mbak Shinta. Sharing ya dari tulisan mbak di atas.

1. Sewaktu hamil anak ke-2 aku gak pernah melakukan pijat payudara lho
dan alhamdulillah meski lahir lewat operasi caesar aku langsung bisa
menyusui. Kalau produksi sedikit jangan kecewa, yang pertama keluar
adalah kolustrum mbak, cairan saripati nutrisi yang amat sangat kaya
dengan zat-zat yang insya Allah bermanfaat untuk bayi baru lahir. Dan
jangan samakan bayi baru lahir dengan kita, lambung bayi baru lahir
HANYA SEBESAR KELERENG, jadi kebutuhan akan cairan juga tidak banyak.

2. Untuk mengkonsumsi obat-obatan APAPUN JUGA sebaiknya konsultasikan
dulu dengan dokter. Apabila pilihannya mau memberi ASI memang banyak
yang harus diperhatikan.

3. Sewaktu anak pertama lahir aku juga oon banget mbak. Anakku sudah
dikasih sufor duluan jadi pas di taruh di kamar bayiku tidur melulu.
Udah gitu pas pulang aku juga diberi bekal sufor, sungguh tidak sopan.
Tapi alhamdulillah begitu sampai di rumah aku full kasih ASI.
Alhamdulillah anakku bisa mimik ASI.

4. Mbak yakin Syabil nangis karena kelaparan ? Bukannya ingin ditimang
? Bukan karena kegerahan ? Bukan karena bosan di dalam kamar ? Maklum
mbak bayi cuma bisa nangis untuk minta sesuatu. Emang sih paling
gampang kalau bayi nangis ya dikasih ASI, tapi jangan pernah berfikir
kalau ASI kurang, karena nanti ASI kita memang benar-benar akan
berkurang. Jangan ragu untuk memberi ASI mbak. Soalnya meski anakku
sudah 16 bulan tapi kalau dia lagi sakit ya tetep aku kasih ASI,
hasilnya payudaraku rasanya jadi penuh lagi seperti menyusui anak usia
3 bulan.

5. Minta dukungan suami. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang
ASI. Sebetulnya sekarang banyak lho kelas-kelas kecil tentang ASI.
Atau kalau mbak mau ajak ortu untuk ikut ke klinik laktasi.

6. Sebagai wanita bekerja yang sudah pasti mengalami stress, mungkin
mbak membutuhkan support. Menurutku bergabung saja ke komunitas yang
pro-ASI. Banyak lho. Bisa ke milis asi for baby, milis sehat, milis
being mom. Bahkan kalau mbak kekurangan ASI banyak ibu-ibu yg mau
mendonorkan ASI-nya. Selain itu di sana juga ada konselor ASI yang
memang ahli di bidang ASI.

Kalau mbak ingin bergabung dengan milis itu bisa kirim e-mail kosong ke

asiforbaby-subscrib [EMAIL PROTECTED] com
sehat-subscribe@ yahoogroups. com
beingmom-subscribe@ yahoogroups. com

Maaf kalau tidak berkenan, semoga membantu.

rina rinso

http://keluargarust amaji.blog. com
http://pochopa. com

--- In Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com, shinta ietha
<ietha_shinta@ ...> wrote:
>
> Salam kenal aybuns
> 
> Saya Shinta (26 th) ibunda Syabil (1 bulan). Berhubung baru jadi
ibu, haus informasi nih. 
> Baca cerita dari aybuns, saya sedih gak persiapan lebih matang
menanti kelahiran Syabil. Salah satunya gak pernah tuh yang namanya
mijit PD. Syabil lahir dengan proses caesar. ASI baru bisa keluar
setelah 3 hari, saya juga gak bisa langsung menyusui Syabil, coz
bilirubinnya cukup tinggi and Syabil harus di Blue Light. Sehari di
blue light, bilirubin cuma turun dikit, di Blue light lagi deh.
Alhasil di hari kelima baru bisa menyusui Syabil. Selama di Blue
Light, Syabil dikasih ASI perah, walaupun cuma sedikit (cuma 30 ml,
perah selama 30 menit). 
> Untuk mempercepat pengeringan luka operasi, orang2 menyarankan minum
obat cina, saya turutin deh. Setelah beberapa hari, temen saya ada
yang bilang, kata temennya lagi, obat cina bisa ngeringin ASI juga.
Sedih, jadi kepikiran, mungkin itu sebabnya ASI saya cuma sedikit.
Bener gak sih ???????????
> 
> Secara teori, saya tau produksi ASI itu mengikuti Supply - Demand.
Tapi prakteknya (untuk saya) berat, memang benar2 harus didukung oleh
keluarga, dll, because : 
> 1. Rumah sakit menerapkan rawat terpisah, dan ternyata Syabil dah
dikasih sufor tanpa persetujuan saya.
> 2. Gak tega denger Syabil nangis2 kelaperan (coz ASI gak langsung
keluar)
> 3. Ortu gak kasih support
> 
> Tapi saya tetap berusaha supaya produksi ASI semakin banyak, semua
saran-saran selalu saya coba. Makan kacang2an, sayur bayam, sayur
katuk, minum daun pepaya yang diblender. Tapi memang yang penting
percaya diri dan gak stres.
> 
> Yang saya khawatirkan, sebagai ibu yang bekerja, tingkat stres yang
saya alami sangat tinggi. Saya bekerja di bagian marketing yang selalu
dihadapkan pada target2 yang tinggi dan semakin meningkat. Saat hamil
pun, saya sering terisak di malam hari karena ngerasa gak kuat
menghadapi pekerjaan. Sisa cuti kurang dari satu bulan lagi, rasanya
sedih sekali kalo harus meninggalkan Syabil
>

 


      

Kirim email ke