Dear Kennia,

Saya sangat terharu dengan cerita anda mengingatkan kepada ibu saya yg hampir 
70 thn tetap bekerja dirumah. Thank's sudah menggugah hati saya.




----- Original Message ----
From: Kennia <[EMAIL PROTECTED]>
To: ayahbunda-online <[email protected]>
Sent: Saturday, August 30, 2008 7:13:07
Subject: [Ayahbunda-Online] Balada hati tukang mengeluh


Hi moms..
Just want to share aja.

Kejadian ini terjadi pekan ini, hari rabu tepatnya.
Pagi itu aktivitas saya di kantor sangat monoton
Depan komputer sambil duduk di kursi...selama hampir 4 jam.
Tiba2 saya ingin ke kamar kecil.

Sambil berjalan di lorong...terlintas di benak saya...
"duh..pegal sekali hari ini, (sambil ngulet)...pengen deh cepet pulang, main 
sama kenshin sambil tidur2an"
"huh...masih lama lagi jam pulangnya..."

saat pikiran berkecamuk seperti itu, saya melihat sosok nun jauh disana, di 
ujung lorong tepatnya.
Saya perhatikan, ada ibu2 berjilbab, membawa 3 kantung plastik kresek besar di 
kedua tangannya.
Saking  beratnya , terlihat dari cara dia membawa kantung itu.
Sampe sampe sebentar sebentar (tiap 3 langkah) dia harus berhenti, menaruh 
kantung plastiknya sejenak,
Membetulkan cara dia membawa dan berjalan lagi...

tanpa saya sadar, saya memperhatikannya dan terpaku hingga sosoknya hilang dari 
pandangan saya.
Dan tiba2....air mata menumpuk...
Saya maluuu... malu yang amat sangat.

Ibu tua itu sedang mencari nafkah.
Kebetulan saya sudah pernah berpapasan dengannya.
Sering tepatnya.
Dia ibu tua penjual kue..macam2 jualannya.

Maklum saya kerja di RS non swasta..
Jadi semua campur aduk jadi satu
Ada kalangan atas dan kalangan bawaaahhhh wah..wah juga ada.
Banyak pedagang eceran yg sering keluar masuk RS, sekedar menjajakan jualannya 
ke tiap ruangan.

Dan ibu itu tidak pernah absen.
Walau saya bertemu hanya sekali dalam 2 pekan, tapi setiap saya liat, wajahnya 
selalu tersenyum.
sambil berucap "kue..neng"
Biasanya saya tidak beli, karena waktunya tidak pernah pas..
Saya selalu bawa bekal..dan kadang bertemunya sesudah makan di kantin bersama 
teman2 saya.

Sekali lagi saya malu...
Saya masih tetap mengeluh disaat kerja saya yg terbilang santai, diruangan ber 
ACm dan kursi yg empuk.
jam kerja saya juga terbilang sebentar..
Gaji saya pun saya yakin berlipat2 kali nya penghasilan ibu tadi. (tidak banyak 
berlipatnya ya..=>)

Saya tidak harus menggendong bawaan berat setiap hari, kalo tas dan bawaan saya 
terasa berat,  biasanya saya panggil taxi.
Dan tidak berjalan kaki naik angkot...
usia saya pun masih terlalu muda, yaah..cukup segarlah untuk mengangkat beban 
berat
Saya pikir, mungkin seharusnya saya yang lebih pantas membawa beban itu,.

Ibu yang baik...
Saya malu pada ibu...
Saya malu dengan diri saya...
Yang hanya bisa mengeluh dan sering alpa bersyukur

Tak heran ALLAH menjadikan wanita sebagai ibu dari umat manusia..
karena cinta kasih seorang wanita terlampau besar untuk dapat diukur..
Terlalu indah sangat, hingga tak bisa terungkapkan dengan kata2.
Bahkan di usia senja seorang wanita tua yg lemah sanggup membanting tulang 
(dalam makna sebenarnya)
demi menghidupi keluarga...( sebuah tanggung jawab yang tidak wajib dilakukan 
seorang wanita)

Saya malu..
Malu yang amat sangat..
Sambil merenung..saya berjanji, akan menyebarkan apa yg saya rasakan pada orang 
lain.
Semoga apa yang saya alami, bisa menjadi cerminan bagi moms semua.

Maaf ya , kalo ada yg kurang berkenan.
Semoga moment perenungan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus bersyukur 
Melihat sesama, dan membantu yg kekurangan jika mampu.

Dalam rangka memasuki bulan Ramadhan, Mari kita manfaatkan dengan sebaik2nya.
Mohon maaf lahir batin untuk semua
Dan selamat menjalankan ibadah puasa dibulan suci.

salam,
kennia 
    


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke