FYI

 
salam,
Ocy (Mama Agnes)081933404897 
www.dbc-network.com/index.php/?id=ochiemanize
                   



----- Forwarded Message ----
From: Shinta_Angie <[EMAIL PROTECTED]>
To: Cita Cinta <[EMAIL PROTECTED]>; RDI <[EMAIL PROTECTED]>; Parenting 
Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, September 1, 2008 10:05:57 AM
Subject: [Parenting_Indonesia] Balita Jatuh dari Lantai 25




Untuk para mommy hati2 yach....

 

============ ========= =====
http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 08/31/04434499/ balita.jatuh. 
dari.lantai. 25
============ ========= =====

JAKARTA, MINGGU - Daniel yang berusia 3 tahun jatuh dari lantai 25
Apartemen Aryaduta di samping Plaza Semanggi, Sabtu (30/8) siang. Ia
terjatuh setelah bergelantungan di jendela. Apartemen sekaligus hotel
ini bernama Sudirman Tower Condominium (STC), The Aryaduta Suite Hotel
ini memiliki tiga tower, salah satunya The Aryaduta Suite Hotel.

Bangunan ini bernama Aston Hotel. Lokasinya persis di samping Plaza
Semanggi atau di belakang Universitas Atma Jaya, persisnya di Jalan
Garnisun Dalam No 8. Wilayah ini berada di bawah Polsek Metro
Setiabudi, Jakarta Selatan.

Daniel dan keluarganya tinggal di Kamar 25D Lantai 25 Tower A. Daniel
merupakan anak pasangan Indri (25) dan Panca (26). Di rumah ini juga
ada Sonya (48), nenek Daniel. Kemarin, kakak Sonya, Jeanette (56),
tengah berkunjung bersama cucunya, Jessica (4).
Sekitar pukul 11.00, Daniel tengah bermain dengan Jessica. "Waktu
cucu-cucu bermain di kamar Daniel, kami ngobrol di ruang tengah. Di
kamarnya, Daniel bermain bersama Jessica. Indri tengah tidur di
kamarnya," ujar Jeanette di kamar jenazah RSCM.

Ketika Jeanette asyik mengobrol dengan Sonya, Jessica berlari keluar
kamar Daniel dengan berteriak-teriak. Jessica memberi tahu bahwa
Daniel loncat dari jendela. Sontak Jeanette dan Sonya berlari ke kamar
Daniel. Ternyata jendela kamar telah terbuka. Jeanette dan Sonya
melihat tubuh Daniel tergeletak di balkon lantai lima.

Kegaduhan yang terjadi di Kamar 25D pun dengan cepat menyebar ke
seluruh penjuru apartemen. Para petugas keamanan hotel-apartemen ini
segera menutup seluruh akses buat wartawan. Petugas keamanan melarang
wartawan masuk. Mereka juga melarang wartawan mengambil gambar gedung.

Warta Kota menghubungi nomor telepon pengelola STC, namun seorang
operator mengatakan seluruh staf sudah pulang. "Bagian kantor sudah
pulang," ujar seorang petugas keamanan.

Petugas resepsionis juga menolak memberikan penjelasan dengan alasan
tidak mengetahui kejadiannya. "Saya tidak tahu kejadiannya, datang
saja nanti Senin," ujar wanita itu.

Sempat bergelantungan

Seorang saksi mata, Sudadi, mengatakan Daniel jatuh di balkon lantai
lima dalam kondisi telungkup. Bagian pipi kanan menyentuh lantai
balkon. Kedua kaki dan tangan bocah malang tersebut patah dan
kepalanya mengeluarkan banyak darah. Sudadi mengaku tidak tahu persis
kronologi jatuhnya Daniel. "Katanya jatuh dari lantai 25. Saat itu
soalnya saya juga berada di balkon. Hanya terdengar suara orang
jatuh," katanya..

Sonya dan Indri tak bisa berbicara banyak karena shock berat. Jeanette
yang lebih tegar menjelaskan bahwa ia yakin awalnya Daniel dan Jessica
bermain di ranjang. Terkadang terdengar suara gaduh karena kedua bocah
ini loncat-loncatan. Jeanette menduga setelah bosan bermain di kasur,
Daniel berpindah ke sebuah meja yang lokasinya berdekatan dengan
jendela. Dari meja inilah, Daniel membuka jendela yang tidak
dilengkapi dengan terali.

Daniel dikenal sebagai bocah yang hiperaktif membuka engsel dan
mendorong jendela. Saat daun pintu jendela terbuka, Daniel belum
terjatuh. Ia berpegangan pada anak engsel sambil melongok. Ketika daun
pintu lebih terbuka, ia kehilangan keseimbangan sehingga posisinya
bergantung dengan berpegangan pada engsel. Posisi ini tidak bertahan
lama. Tubuh Daniel terjun bebas dan tewas seketika setelah menghajar
balkon lantai lima.

Menurut paman Daniel, Stanley (35), Daniel merupakan anak tunggal
pasangan Indri dan Panca. "Daniel memang dikenal sebagai anak yang
hiperaktif. Daniel baru tinggal satu bulan di apartemen ini bersama
kedua orangtuanya. Sebelumnya mereka tinggal di Bekasi," jelas
Stanley.

Stanley menambahkan bahwa ayah Daniel bekerja di perusahaan swasta di
Bekasi. Keluarga menolak jenazah Daniel diotopsi di RSCM karena sudah
jelas Daniel tewas akibat terjatuh. Daniel disemayamkan di rumah duka
RS PGI Cikini, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Jenazah Daniel akan
dikebumikan di TPU Tanahkusir, Jakarta Selatan.

Kepala Unit I Polsek Metro Setiabudi, Inspektur Dua I Gede Seriana,
menjelaskan bahwa polisi tengah menyelidiki apakah jendela di kamar
Daniel sudah terbuka atau masih masih tertutup saat Daniel bermain.
Polisi sedang menyelidiki apakah saat kejadian, jendela kamar
sudah terbuka, atau dibuka oleh korban. "Berdasarkan informasi dari
neneknya, Daniel kemungkinan membuka jendela. Ini dimungkinkan karena
di dekat jendela terdapat meja," kata Gede. (wid/get)

Cheers, 
Shinta 

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

Kirim email ke