hai orybun ...
saya juga membatalkan kuliah karena okta ganteng tidak mau berpisah denganku. 
apalagi waktu itu belum setahun. jadi saya ikhlas saja. kemudian saya dan suami 
bertahap berusaha mengurangi kelekatan saya dengan okta. suami suka ngajak 
jalan okta tanpa saya. atau ikut belanja dekat rumah sama si mbak. juga 
dibiarkan maen dengan tante dirumah sebelah. intinya diajar untuk tidak selalu 
dengan saya. hasilnya siy lumayan. dalam 1-2 jam bisa maen tanpa saya. malah 
kemarin dengan kakek neneknya juga asyik-asyik saja. 
tapiiii ...
kalau saya yang pergi terus okta dirumah ditinggal dengan papanya atau si mbak 
atau kakek neneknya, tetap  tidak bisa. pokoknya kalau saya pergi dia pasti 
melekat erat dengan saya. bahkan kalau jalan di mall, dia lebih sering minta 
gendong saya daripada sama papanya. pasti dia sibuk -mama ma mama ma mama-  
terus sampai saya gendong.  jadi kalau belanja, saya siapkan catatan. just in 
case acara belanja berubah jadi gendong okta, papanya bisa melanjutkan dengan 
catatan.
menurutku okta curang yah :p lha kalau dia yang pergi, saya dirumah saja, saya 
dikasih cium terus asyik saja. tapi kalau saya yang pergi, kebelet pup juga 
ditahan biar bisa pergi sama mama. begitu saya berpakaian rapi, dia pasti 
nempel dan memeluk saya erat-erat.
huks ...
cara mbak lupi dengan pergi diam-diam, belum pernah saya coba. sebab saya 
khawatir dia kehilangan kepercayaan terhadap saya. mungkin itu sebabnya saya 
belum pernah berhasil pergi tanpa okta dipelukan. mungkin juga saya belum teguh 
meninggalkannya. entah kenapa. mungkin karena sejak lahir sampai 40 hari 
pertama hidupnya, saya hanya berdua dengan okta. semuanya saya lakukan sendiri. 
tanpa pembantu atau baby sitter. kemanapun saya pergi selalu dalam gendongan 
saya. belakangan saya mulai berpikir kalau dia nanti sudah waktunya sekolah.
malah curhat yah,


      

Kirim email ke