Dear all moms and dads,
Berikut sharing saya dalam menerapkan metode Glenn Doman (GD) ke anak saya DAZ (5 tahun 1 bulan) - maaf agak panjang 1. Sebelum menerapkan metode tersebut, di kamar saya tempelin poster2 (huruf, angka, buah, hewan, huruf arab), ditempel setinggi anak. Setiap hari saya tunjukkan 3 jenis dari masing2 kategori yang ada di poster, kira2 ngomongnya seperti ini: "David, ini huruf A, ini huruf B, ini huruf C", ini buah mangga, ini buah jeruk, ini buah papaya, dst...) Selama seminggu hal tersebut dilakukan, memasuki hari ke 8, saya tunjukkan dengan mengurangi jenis pertama dari tiap kategori dan menambahkan dengan 1 jenis yang baru, kira2 ngomongnya seperti ini: "David, ini huruf B, ini huruf C, ini huruf D", ini buah jeruk, ini buah papaya, ini buah apel, dst...) Saya lakukan ini umur 6 bln - 10 bln 2. Kemudian dari seorang teman saya diberikan kartu2 Glenn Doman step 3. Dan dia mengajari saya membuat kartu2 untuk step 1 dan 2. Jadi saya buat step 1 = 10 lembar (mengenai orang2 di dalam keluarga, seperti : mama, papa, kakek, nenek, dll), dan step 2 = 25 kartu (mengenai benda2 yang sering dilihat oleh anak). Ada ukuran tertentu mengenai besar huruf yang digunakan (tapi saya sudah lupa nih ukurannya), yang saya ingat adalah hurufnya harus berwarna merah dengan latar belakang kertas putih. Besarnya huruf pada masing2 step berbeda, step 1 paling besar, step 2 lebih kecil, step 3 lebih kecil lagi. Cara ngajarinnya mirip dengan nomor 1, kira2 ngomongnya seperti ini: David, ini bacanya MAMA, tunjukan 1-2 detik saja kemudian ganti dengan kartu berikutnya. Per sesi penunjukkan lima kartu saja, dan dilakukan selama seminggu, pada hari ke delapan, tarik kartu pertama, tambahkan dengan kartu ke-6, dilakukan satu minggu, demikian seterusnya. Step 1 dilakukan umur 10 bln - 12 bln, step 2 dilakukan 1thn - 1,5thn. Step 3 dilakukan 1,5 thn sd bisa membaca. 3. Kebetulan waktu itu (± 4 tahun yang lalu) di milis ada pembahasan oleh para moms and dads mengenai hal ini, di sana sempat muncul bahwa flash card itu ada yang jual versi Indonesianya (di balitacerdas.com) kemudian saya pesan 3 seri flash card + dot card (untuk belajar angka). Diberikan juga petunjuk penggunaan flash card dan dot card tersebut. Besarnya dan warna huruf2 pada flash card sama dengan yang saya dapatkan dari teman saya, bedanya yang dari temen saya tidak ada gambarnya, sedangkan yang flash card gambar di satu sisi dan tulisan di sisi sebaliknya. Metode ini dilakukan sampai umur ± 3,5 tahun, karena pada umur tersebut anak saya sudah bisa membaca dan menulis. 4. Pada umur 3 tahun saya mulai mengenalkan anak saya dengan komputer, setelah dia mengenal keyboard, saya bikin flash card dengan aplikasi power point, slide pertama tulisan, slide kedua gambar yang sesuai dengan slide 1, demikian seterusnya. Jadi kalo dia lagi mau pake komputer, saya buka power point tersebut (slide show). Cuma slide ini saya buat sederhana banget, kalo ada yang lebih pinter pake komputer, bisa dimodifikasi pake suara. Kalo ada moms and dads yang mau file power point yang saya buat, bisa japri. 5. Setelah dia bisa membaca, saya belikan buku2 yang dia suka. Saya bawa ke toko buku dan dia memilih sendiri buku2 anak yang mau di baca. Terkadang saya bawa dia ke toko buku ke bagian buku anak, dia bisa baca buku2 yang sudah di buka. Dan biasanya dia memilih topik2 yang berkaitan dengan alam semesta, moda transportasi, alat2 berat. Dia tidak terlalu suka dengan dongeng, karena anaknya logis. Misalnya dia membaca dongeng tentang kancil, dia akan bilang bahwa kancil itu hewan, gak bisa ngomong. 6. Secara saya ibu bekerja, saya ajarin pengasuhnya cara menggunakan kartu2 tersebut, kalo libur baru saya ambil alih. Kalo mau liburan keluar kota, kartu2nya juga kubawa. Saya minta sehari 3x ditunjukkin ke anak (pagi-siang-sore). 7. Menurut saya tiap2 anak berbeda, sebagai orang tua kita harus mencari tau kapan mood anak sedang baik. Memang perlu kesabaran dalam menerapkan metode ini, kadang anak melengos, gak perhatian or kabur. Cuma tetep aja dibacain, minimal kan kedengeran. Jangan dipaksa or dimarahin, nanti malah dia trauma. Kalo anak lagi bete biarin aja dulu. Cara ngajarinya juga sambil main-main, jangan seirus banget dan tegang. Kalo anak mau pegang kartunya, kasih aja, nggak usah takut robek or kotor, kalo robek tinggal kita selotip. Kartu2ku juga banyak yang udah lecek2. 8. Jangan terlalu berharap anak akan cepat membaca, yang penting kita sudah melakukan stimulasi terhadap kemampuan anak tersebut. Kemajuan setiap anak juga tidak akan sama. Karena metode belajar anak berbeda2, ada yang visual, audio, or kinestetik. Nah metode GD ini cocok diterapkan untuk anak yang audio dan visual, untuk anak yang kinestetik sebaiknya orang tua lebih kreatif dengan membuat huruf yang bisa dipegang dengan contoh benda2 berbentuk sesuai dengan kata2 yang mau diajarkan. 9. Saat ini banyak dijual flash card di toko buku (ada yang Indonesia, ada yang Inggris, bahkan ada yang Mandarin). Cuma ukuran hurufnya terkadang tidak sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh metode GD. Demikian sharingnya, mudah2an bisa memberikan gambaran bagi moms and dads yang mau menerapkan metode ini. Regards, Ani - Mama DAZ No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.6.16/1652 - Release Date: 9/4/2008 6:54 PM
