Mbak, aku pernah baca, ibu hamil boleh pergi haji, tapi hanya pada umur kandungan tertentu. Dan yang terpenting lagi, sudah vaksinasi meningitis. Masalahnya, vaksinasi meningitis ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil. Jadi ibu hamil yang boleh berangkat tentunya yang sudah divaksinasi meningitis sebelum masa kehamilannya. Daya kerja vaksinasi ini 2 tahun. Yang ini siy peraturan dari pemerintah Arab Saudi kalo gak salah. Tapi ini dulu, apakah sekarang ibu hamil masih diperbolehkan pergi haji, aku belum tahu pasti.
Lebih baik Mbak berkonsultasi dengan dokter, dan tidak berusaha menyembunyikan status kehamilan. Takutnya, dah siap-siap berangkat, eh ketauan hamil, malah gak boleh berangkat oleh pihak berwenang. Ikut haji plus atau reguler? Maksudnya, kalo haji plus kan lebih gampang ya dapet kuotanya, kalopun tahun ini belum bisa, taun depan bisa booking duluan kan. Kalo haji reguler saya kurang tahu, kalo misalnya mengundurkan diri sekarang, otomatis bisa langsung masuk kuota tahun berikutnya atau tidak. Kalopun tahun depan bingung karena masih harus ninggal si bayi, saranku, tidak usah terlalu dipikirkan. Aku tahun kemaren ninggal haji si kecil Ailana waktu masih 5,5 bulan. Bu Yusri, kalo gak salah, ninggal haji anaknya yang paling bungsu dalam usia yang lebih muda lagi. Memang banyak yang harus dipertimbangkan. Aku maklum kok, pasti dilema ya. Karena kesempatan berhaji sendiri memang suatu hal yang perlu perjuangan untuk mendapatkannya. Mungkin ada Moms lain yang bisa lebih membantu? Terimakasih. Salam, Grace --- In [email protected], Ratuvera Harimurti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > minta saran dan info dong... aku mau pergi haji bulan nov 2008, tapi sekarang aku dinyatakan hami 6 minggu gimana ya
