Moms & Dads... soal FPT abis baca-baca milis saya sangat tertarik trus saya bilang ke suami, tapi suami gak stuju untuk meyakinkannya saya cari-cari dari internet.. aku nemu tentang FPT ini... mods tolong diposting ya... mungkin dapat membantu moms & dads sebagai bahan pertimbangan. Mohon maaf jika tidak berkenan..
Love Josi Moms Fingerprint Test Abu-Abu Atau Putih (dari http://ghozan.blogsome.com/2007/11/20/fingerprint-test-abu-abu-atau-putih/) November 20, 2007 Assalamualaikum Berawal dari sebuah diskusi di milis anakberbakat saya menemukan pencerahan akan alat Fingerprint Test ini yang di claim alat ini mampu mendeteksi bakat dan kecerdasan anak lebih menonjol dibidang apa menurut kecerdasan majemuk Mbah Prof. Howard Gardner. Mohon maaf tidak ada maksud apa-apa dalam publikasi ini demi Allah…semata-mata adalah sekedar menyampaikan informasi yang saya terima yang menurut saya pribadi benar, barangkali saja informasi ini juga bermanfaat buat yang lain. Mengenai kesimpulan setelah membacanya …monggo saya persilakan mengambil kesimpulan sendiri-sendiri. Saya bukan pakar marketing seperti Hermawan Kartajaya, namun dari 2 postingan di milis yang berbeda yang di posting oleh orang yang berbeda namun ditulis oleh orang yang sama, saya menemukan suatu kejanggalan buat diri saya pribadi barangkali ini teknik marketing yang wajar atau sebaliknya saya tidak tahu. Dan buat saya pribadi testimoni bukan satu-satunya cara untuk membeli atau menggunakan sebuah produk/ jasa tersebut…masih banyak parameter yang lain…dan justru saya lebih waspada dengan testimoni-testimoni tersebut. 1.Postingan yg saya baca pertama —– Original Message —– From: “A. Kasandra Putranto” To: Sent: Monday, November 19, 2007 11:07 AM Subject: RE: [anakberbakat] (TANYA): Fingerprint test Bu Intan, Kebetulan saya menerima surat penawarannya (saya sertakan di bawah ini). Yang jelas harganya mahal sekitar Rp. 1.500.000,-. Tetapi mereka tidak menjelaskan bagaimana teknik pengukurannya, validitas ataupun reliabilitasnya. Memang agak diragukan kesahihannya, sehingga mudah diduga sebagai metode alternative. Memang agak sulit dipercaya apakah memang jalur-jalur atau garis tangan mampu menunjukkan kapasitas inteligensi kita. Maka kembali lagi kepada orang tua berkenan untuk mencoba atau tidak. Bu Adi, Apa bisa memberikan pencerahan ? Mungkin di Amrik, udah ada kabar terkini ? Kasandra Dengan hormat, Selama ini kebanyakan orang tua beranggapan bahwa kecerdasan hanyalah berupa kecerdasan intelektual saja. Kecerdasan inilah yang kemudian diukur dan diberi penilaian selama seorang anak mengenyam pendidikan di sekolah. Padahal menyitir pernyataan Howard Gardner, seorang psikolog dari Universitas Harvard USA, bahwa setiap anak adalah UNIK, dan memiliki kombinasi kecerdasan yang berbeda-beda. Menurut Gardner, melalui bukunya “Frames of Mind : The Theory of Multiple Intelligences”, kecerdasan orang dapat diidentifikasikan ke dalam 8 jenis kecerdasan meliputi interpersonal, intrapersonal, verbal linguistic, logical-mathematical, musical-rhytmic, naturalist, visual-spatial, bodily-kinesthetic. Menurut para ilmuwan, melalui sidik jari dapat diungkapkan tingkat kecerdasan, karakter maupun bakat anak. Dengan mengetahui kecerdasan anak secara dini, orang tua / pendidik bisa menyesuaikan, merencanakan dan menerapkan cara pendidikan yang tepat serta mengembangkan bidang pendidikan yang sesuai dengan potensi yang ada dalam diri mereka. Sehingga juga diperoleh manfaat investasi yang tidak sia-sia karena tepat dengan potensi anak. Hasil Finger Print test dapat mengetahui antara lain multiple intelligence anak, gaya belajar yang efektif untuk anak, educational suggestion, occupational suggestion yang berguna bagi masa depan anak. Selain itu dilakukan pula feedback consultation antara cunselor dari dPi Consulting dengan orang tua mengenai hasil test finger print. Kami menunggu kabar dari Ibu untuk penentuan jadwal fingerprint test. Untuk keterangan lebih lanjut Ibu dapat mempelajari attachment atau menghubungi PT Duta Pelita Insani up Rika di 0815 1849491 atau 021 - 797 0545, 798 8943 atau fax 797 0042. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, xxxxxxxxxxxx (sengaja saya hapus) 2. Postingan yg saya baca kedua —– Original Message —– From: “rieka dewi tresnaningsih” To: Sent: Tuesday, November 13, 2007 2:08 PM Subject: [Ayahbunda-Online] Alat utk tahu Multiple Intelligence Halo para Ayah dan Bunda, Mau sharing nih. Aku punya 1 putri cantik umur 3 tahun, namanya Mbak Ratri. Selama ini kalau disuruh belajar yang berhubungan dengan angka, susahhhnya minta ampun.Atau kalau disuruh belajar kata-kata baru. Dia lebih senang menggambar dan menari. Jadi takut juga nih karena sekolah di Indonesia kan masih mengutamakan pelajaran matematika dan bahasa untuk prestasi di kelas. Setelah mencari berbagai informasi, akhirnya aku mendapatkan info ada sebuah alat yang bisa mengetahui inherent anak kita cerdasnya di area mana, jadi kalau Mbak Ratri tidak cerdas di Matematika dan Bahasa, dia cerdas di yang lainnya, seperti kata Prof. Howard Gardner yang semua anak adalah cerdas tapi unik karena ada di area tertentu. Tertarik banget nih, apalagi buat anak apa yang enggak kan, akhirnya aku ikutan Fingerprint Test di sebuah kantor di Mampang. Prosesnya ternyata gampang, cuma 15 menitan, hanya scan kesepuluh sidik jari Ratri terus udah deh, sepuluh hari kemudian report/hasilnya keluar. Kemudian kami, ortunya Ratri, ditelpon lagi untuk wawancara/feedback consultation mengenai hasil fingerprint ini dengan para counselor si Fingerprint. Lumayan lama 1 jam. Hasil report Fingerprint memang merepresentasikan Mbak Ratri, ternyata dia memang kurang cerdas di Logic Matematic dan Verbal, dimana keduanya merupakan penunjang dia berprestasi di sekolah nantinya hiks..hiks.. . Tapi dia cerdas di Bodily, Interpersonal dan Visual Spatial (semua artinya nanti akan diterangkan oleh konselor). Pantas aja dia suka gambar dan menari. Juga terlihat gaya belajar yang paling efektif buat Mbak Ratri, melalui metode visual, auditory atau kinestetic. Karakteristiknya juga ketahuan lho ternyata Ratri orangnya tipe social norm dan cenderung moody, pas banget deh. Nah, dari hasil Fingerprint Test ini setelah berkonsultasi dengan para konselor tadi, aku ngobrol-ngobrol dengan suamiku, mau dibawa ke arah mana anak kami tercinta ini. Dan kami memutuskan, mumpung dia masih kecil, kami akan mengembangkan semua aspek multiple intelligence yang dia punyai, karena ternyata kemampuan otaknya masih bisa berkembang sampai umur 16 tahun. Jadi Insya Alloh, sebagai ortu kami bisa membawa Mbak Ratri sesuai dengan bakat yang diberikan-Nya. Amin. Akhirnya aku tahu Ratri anak yang seperti apa, cerdasnya di area mana, sifatnya seperti apa dll. Jadi aku tidak akan terlalu memaksakan keinginanku, tapi aku akan menyesuaikan dengan bakatnya. Kupikir bagus juga kalau para Ayah dan Bunda lainnya juga ikutan, buat pengembangan anak kita. Itu aja. Semoga berguna yah… 3. Sebuah artikel di portal cybermed….saya kutip sedikit… FingerPrint Test Sidik Jarimu Memberi Tahu Alternatif Mon, 12 Nov 2007 13:30:00 WIB Orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus biasanya bingung karena tidak mampu melihat bakat tersembunyi sang buah hati. Fingerprint test mencoba menjawab problem anak yang mungkin memiliki bakat terpendam. Pikari (42) merasa beruntung telah melakukan fingerprint test (FT) bagi anaknya yang autis. Selama 12 tahun lebih merawat dan mendidik anaknya, Pikari masih belum tahu metode apa yang tepat untuk anaknya. Namun, ia merasakan terapi-terapi yang selama ini diberikan sudah membuahkan hasil yang signifikan. Lewat FT, ia jadi lebih tahu dan yakin bahwa anaknya perlu diberi pembelajaran dengan metode visual, audio, dan sentuhan. Karena itu, Pikari yang juga pendiri dan pendidik di sekolah autis di kawasan Jakarta Selatan ini menganjurkan setiap muridnya menjalani FT agar bisa memberikan program lanjutan untuk mereka. selengkapnya : http://cybermed.cbn.net.id/ Apakah benar alat ini mampu mendeteksi bakat dan kecerdasan anak lebih menonjol dibidang apa menurut kecerdasan majemuk. Biar tidak abu-abu lagi dan menjadi putih…berikut jawaban dari DR. Julia dan Adi D Adinugroho, MA, Ph.D candidate (special education specialist, Purdue Universty-USA) di milis anak berbakat. Semoga bermanfaat Bu Jul…mohon maaf tulisannya saya comot kesini. Wassalamualaiakum ————————————————————————————————————————————————————- —– Original Message —– From: “Adi D. Adinugroho” To: Sent: Tuesday, November 20, 2007 9:02 AM Subject: Re: [anakberbakat] (TANYA): Fingerprint test Halo alls, Di awe bu Kassandra jadi nyaut…hehe… Jawab singkat dulu aja ya… Ini fingerprint test yang model mana sih yang dibicarakan? Kalau lihat info yang diattached koq ngoprek teori multiple intelligences…weeh ya piye ya ngejawabnya hehehe..wong landasan dasar pemahamannya ttg intelligence sudah ngawur hehehe capeek deeey …daku ogah ngoprek MI lagi ah..bosyen bin eneg..hehehe.Sama aja ini dengan aliran : ngeramal garis tangan itu loh…hehehe…personally ya saya sih bilang itu metode pepesan kosong. Karena nggak ada riset EBP yang membuktikan adanya keterkaitan antara garis tangan dengan kemampuan anak untuk belajar, intelegensi, apa lagi untuk prediksi kondisi kekhususan…edun aja…ngapain dong kalau gitu ada beragam bidang ilmu kedokteran, psikologi dan pendidikan kalau emang semua bisa dilihat dari garis tangan…mending berguru sama mbah Marijan aja mesisan…gitu…=). Jangan dicampur campur antara EBP dan Non EBP ntar bisa mumet dhewe. FYI Kalau ngomongin ttg Fingerprint test di US sini ya yang ada fingerprint test untuk test DNA..(biasanya disebut DNA Fingerprinting test). Ini pun bukan berarti itu garis tangan di ramal dan di analisa…wekekekeke…kalau gitu mah aliran perdukunan dong ah…=0P. Untuk DNA fingerprint test biasanya sample yang diambil dalam bentuk : sample darah, sample rambut, sample saliva atau cel-cel tubuh lainnya yang bisa dijadikan acuan analisa DNA. Kenapa koq disebutnya DNA fingerprint test walau nggak pake fingerprint beneran ngetest nya?…Karena pada prinsipnya test ini bisa memberikan informasi genetic atau blue print genetic seseorang yang memang masing-masing unik…Karena sangat jarang (dan hampir nggak ada) orang yang memiliki informasi cellulars (DNA Cell) yang identik antara satu dengan lainnya (even pada saudara kembarpun ada slightly differences), sama halnya dengan prinsip keunikan sidik jari (finger prints) yang pada masing-masing orang itu berbeda (Kalau dipikir ini menunjukkan salah satu kebesaran TUHAN, bisa menciptakan beratus juta manusia dengan identitas asli yang beda-beda..subhanallah). Maka dari itu test itu disebutnya DNA fingerprint test. Gitu Loh…! Fungsi DNA Fingerprint test ini untuk apa? Untuk mendapatkan informasi blue print DNA/susunan cellular DNA pada seseorang. Lantas kalau sudah tahu blue printnya buat apa? Blue print DNA bisa digunakan untuk : a) menentukan paternity (siapa bapaknya (kalau ibu mah pasti tahu lah yaw…kalau itu anak tiba tiba lahir dari pohon ya namanya anak memedi…hiii nakutin hehehe…anak memedi belum jelas apakah bisa diukur DNAnya pake test ini..=0P..) b) untuk keperluan forensik (forensic sciences) bisa membantu pemecahan masalah kriminal c) untuk identifikasi (mayat gak jelas IDnya, atau anak ilang/nemu anak gak jelas IDnya dll pokoknya related dengan identitas) d) untuk memprediksi apakah ada hereditary desease yang bisa diantisipasi untuk masa mendatang. Misalnya Blue Print DNA XYZ kalau di campur dengan blue print DNA UYT kemungkinan besar akan menghasilkan kromoson BGD yang merupakan kromosom penyebab penyakit R (ini misalnya)…maka test ini berguna untuk antisipasi…(kalau mau nikah test kecocokan DNA, darah dll…meminimalkan masalah-masalah hereditary dimasa mendatang). Apakah di US test ini digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit atau suatu kekhususan? Jawabnya : TIDAK. Apakah di US test ini digunakan untuk menganalisa suatu kondisi kekhususan seperti LD, ADHD, AUTISM dll? Jawabnya : TIDAK Apakah di US test ini digunakan untuk mengukur dan menganalisa kadar intellegensi seseorang? (Even bagi mereka yang menganut pemahaman Multiple Intelligence-nya mbah Gardener)? Jawabnya : TIDAK Kalau nggak percaya sama saya…sana coba aja e-mail/hubungi langsung via phone aja tuh mbah Gardner, ini alamatnya : Harvard Graduate School of Education 14 Appian Way Larsen 201 Cambridge, MA 02138 Phone (617) 496-4929 E-mail howard @pz.harvard.edu Hehehe…kalau dia lagi gak sibuk pasti dijawab…biar tambah puyeng banyak yang nanya kekeke….bisa semaput dia kalau tahu ada yang bisa ngukur multiple intelligence dengan cara membaca garis-garis tangan dan sidik jari hehehehe….lha wong beliau sampai sekarang masih puyeng ngoprekin gimana cara ngukur Multiple Intelligence secara ilmiah koq….dia juga bingung banget banyak yang suka comot teorinya untuk hal hil macem-macem nggak masuk akal. Kalau ngotot bilangnya di Indonesia bisa…….yaaa monggo mawon………hehehe…kan tinggal tanya kepada yang bersangkutan gimana metode pengukuran, analisa dllnya…lihat aja, masuk akal nggak?Kalau beneran hebat tentunya si empunya teori sendiri akan terjun langsung meneliti keampuhan metode tsb…….kalau nggak ya nggak usah dipikirin…cari intervensi yang pasti-pasti ajalah…resikonya kan besar buat anak kita… Gitu dulu ya, mohon maaf kalau ada salah kata…semoga ini ada manfaatnya, Salam, Adi —– Original Message —– From: “segaintil” To: <[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 20, 2007 1:08 PM Subject: [anakberbakat] Re: (TANYA): Fingerprint test (genetik) vs HW Gardner --- In [EMAIL PROTECTED], "Adi D. Adinugroho" Ini fingerprint test yang model mana sih yang dibicarakan? Kalau lihat info yang diattached koq ngoprek teori multiple intelligences...weeh ya piye ya ngejawabnya hehehe.. ya jelas Bu Adinya puyeng, karena Howard Gardner gak percaya ama faktor potensi bawaan atau genetik yang jadi blue print seseorang. Sedang fingerprints melulu dipengaruhi oleh genetik.... Piye sih... Padahal lagi secara ngilmiah, bakat atau prestasi seseorang dipengaruhi oleh genetik + pengasuhan (Nature + Nurture).Ampe bekelahi tuh dulu saat seminar online, katanya kita bisa membuat anak jadi jenius, nih contohnya anakku, kata si penulis buku anak ajaib ala Howard Gardner. Bu Adi masih sebel ya sama kecerdasan otot ala Howard Gardner? Kirain kalau Saptu Minggu bikin sambel goreng Howard Gardner. Eh kalau main bola kaya Ronald Dinho kecerdasannya dimana? di kaki atau di otot? Tapi bolanya gak boleh bola besi ya? Kalau kecerdasan di dengkul bisa- bisa kalau jatuh ntar geger otak dong ya. JM ----- Original Message ----- From: "Adi D. Adinugroho" <[EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 20, 2007 1:20 PM Subject: Re: [anakberbakat] (TANYA): Fingerprint test Tampaknya Indonesia memang perlu punya lembaga/aliansi independent yang bisa menangani/menangkal derasnya perkembangan pseudosciences & scientific fraud yang membahayakan masyarakat ya..idealnya lembaga/aliansi independent tersebut isinya manusia dari beragam bidang disiplin ilmu yang memiliki prinsip EBP dan ethic dalam bidangnya..Hanya saja kendala yang sudah bisa saya bayangkan adalah unsur "kepercayaan & budaya" terhadap hal-hal yang tak masuk akal bahkan klenik yang cukup mengakar kuat di Indonesia sepertinya memerlukan waktu yang cukup lama dengan pendekatan sosiologis yang harus strategis...bukan pekerjaan mudah dan cukup alot untuk bisa merubah cara pandang masyarakatnya..However ini hal yang menarik, InsyaAllah akan saya coba diskusikan dengan temen-temen lainnya dari beragam disiplin ilmu. Karena fenomena ini nggak hanya terjadi di bidang kedokteran, psikologi maupun pendidikan tetapi juga dibidang lainnya (Ada rekan saya yang cerita..di Indo itu sampai-sampai bikin jembatan untuk memutuskan seberapa jauh kekuatan jembatan tidak lagi semata berdasarkan hitungan dan analisa scientific tapi musti juga nanya ke perewangan lengkap dengan ramalannya dll...duuh pripun dong ya..lha emangnya mbah dukun belajar ttg ilmu membangun jembatan?...heran banget deh..) BTW terima kasih atas sarannya, iya nih musti lebih banyak nulis "serius"...SIGH..terima kasih sudah di "slentik" dan diingatkan. Terus terang untuk sementara ini kadang waktu suka terbatas sekali untuk kirim tulisan dan follow up etc...=(. Jangan segan untuk terus mengingatkan saya ya...doakan semoga satu saat nanti (mudah mudahan sih segera ya) saya bisa memenuhi hutang menulis dan mensosialisasikan tulisan dengan lebih luas. PS. Bu Kassandra, info surat tawarannya boleh dikutip nggak? Salam, Adi ----- Original Message ----- From: "Adi D. Adinugroho" <[EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 20, 2007 2:01 PM Subject: Re: [anakberbakat] Re: (TANYA): Fingerprint test (genetik) vs HW Gardner Bu Jul, re: Bu Adi masih sebel ya sama kecerdasan otot ala Howard Gardner? Kirain kalau Saptu Minggu bikin sambel goreng Howard Gardner. Eh kalau main bola kaya Ronald Dinho kecerdasannya dimana? di kaki atau di otot? Tapi bolanya gak boleh bola besi ya? Kalau kecerdasan di dengkul bisa- bisa kalau jatuh ntar geger otak dong ya. Yang saya heran itu di Indonesia suka jadi "kreatif" banget ngarangnya itu loh luar biasa deh..hehehe... If only energi dan kepandaian mengarang ndobos tersebut di salurkan di jalur EBP yang bener...kan lumayan tuh karena ternyata banyak juga orang Indonesia yang berjiwa "inventor" hehehe....sayangnya banyak yang lebih suka jalan pintas dan ndobos edun edunan....jadi gimana ya, yang waras jadi suka puyeng juga bacanya. Again saya pribadi nggak sebel sama kang Howie (I have many respect for him as a scientist & professor/teacher), banyak kerja-kerjanya yang lain (diluar teori mumet MI) yang cukup signifikan dalam memperkaya dunia riset dibidang psikologi dan pendidikan. Yang menyebalkan itu yang ngambil "plek" teorinya tapi nggak tau dang ding dung main sabet aja diterapin ke umum lantas bilangnya berdasarkan teori tsb...lha lebih edun bilangnya bisa mengukur hal yang tak terukur..bahkan oleh si empunya teori tsb....kan aneh...seperti yang bu Julia bilang, bentuk fingerprinting baik fingerprinting beneran maupun DNA fingerprinting, memang semua turunan dasar teorinya ya teori-teori genome yang nota bene EBP banget dan hard core Nature theory...nota bene : di tolak oleh prinsip dasar teori MI..(lha mangkanya dia bikin teori ada beragam rupa jenis keping kecerdasan...kan karena nggak mau/menolak unsur herediter/genetic alias Nature) hehehe... Nah modelnya intervensi : alternative yang nggak jelas biasanya akan berusaha "berbau ilmiah" biar laku...nah ini yang bikin aku sebel dan suka naik darah karena mereka jelas-jelas nggak sopan memanfaatkan ketidak tahuan dan ketakutan masyarakat untuk dijadikan target market yang empuk. itu kan kurang ajar namanya...=). Yo wis...kalau gitu bu Jul yang sering mulih ke Indo, musti diingetin tuh yang pada menganut MI kacaw bulau..supaya pake helm dengkul...jadi kalau jatuh dengkul kaki kejeduk..."kecerdasan dengkul" bisa tetap terjaga dan aman.....(rolled eyes...SIGH!). Salam, Adi ___________________________________________________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
