Mba, blh tau ga dgn dokter siapa n rs mana. Kl ga enak di jalum, japri aja ya 
mba. 

Makasih 





Lena

http://sarahcollections.multiply.com. 
http://www.asiabersama.com/lenatjong

Sent from my BlackBerry� BOLD 9000 wireless device
Powered by Indosat



-----Original Message-----
From: "few2603" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Mon, 06 Oct 2008 05:09:54 
To: <[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] just sharing: ttg air ketuban


Moms, 

Aku mau sharing sedikit nih. Seminggu yang lalu, aku dapat kabar 
buruk dari temenku. Bayi nya meninggal sesaat setelah dilahirkan, 
kata dokternya karena virus dan tali pusar si kecil menciut. 
Sebenernya agak simpang siur sih, agak kurang jelas gitu keterangan 
dari dok kandungannya. Sedih banget pas aku denger kabar ini. Cerita 
awalnya begini, tdnya istri temanku ini mau melahirkan secara normal, 
secara untuk menghemat biaya dan juga dia lebih suka lahiran normal. 
Tapi karena diagnosa dokter pinggul temanku ini kecil, akhirnya 
diharuskan caesar. 2 hari sebelum caesar, temenku ini sudah keluar 
lendir darah, 2x, pagi dan sore, tapi sewaktu dicek ke rmh sakit, 
kata susternya blm ada pembukaan, jadinya dia pulang lagi. Tapi 
anehnya dokternya tidak datang untuk cek, cuma lewat telp, bilang 
sudah ada pembukaan dan temenku ini tidak dikasih tau sudah pembukaan 
berapa. Akhirnya tiba hari caesar. TErnyata air ketuban temenku ini 
sudah hijau, tapi anehnya dokter bilang karena virus dan tali pusar 
yang menciut, sehingga suplai oksigen dan makanan kurang masuk ke 
dalam tubuh bayi, sehingga oksigen di paru2 dan otak kurang. 

Yang buat aku bingung, secara kalau tali pusar menciut, berat badan 
si bayi gk mungkin kan naik, malah kemungkinan tidak berkembang, ya 
kan moms? Tapi secara berat badan si bayi sekitar 3 kg lebih, berarti 
si bayi sehat kan?Sesudah itu, temenku tidak mau balik lagi ke dokter 
kandungannya, dia ke dokter umum langganan keluarga nya. Menurut 
diagnosa dokter umum ini, kemungkinan temenku terlambat, si bayi 
sudah keracunan air ketuban, karena air ketuban temenku sudah 
berwarna hijau. Secara kalau air ketuban yang masih bagus, berwarna 
bening. Anehnya, dokter kandungannya kok gk aware yah klo si bayi 
sudah meminum air ketuban? Apakah lewat usg dan diteksi detak jantung 
gk ketauan yah apakah si bayi keracunana air ketuban/tidak?Gimana sih 
cara ngatasin masalah kayak gini?Apakah jika usia kandungan sudah 
memasuki masa melahirkan (9bln) tapi tidak ada kontraksi, lebih baik 
mengambil jalan caesar?Karena ada temenku lagi, tapi dia untungnya 
tidak terlambat, karena pas besok nya mau caesar, subuh dini hari 
ternyata air ketubannya pecah dan berwarna hijau. Jadi langsung masuk 
operasi. 

Ini sekedar sharing, jika ada yang punya pengalaman yang mirip/sama, 
tolong sharing nya yah...jadi buat tambah2 info.Tx.

regards,
felicia


Kirim email ke