Ini ada sharing tambahan juga, kejadiannya baru aja kemaren, adiknya temen juga 
baru aja melahirkan anak karena pecah ketuban dini, kejadiannya pas pada hari 
libur lebaran kemarin, entah mengapa dia tidak pergi ke rumah sakit, karena 
dipikirnya toh pergi ke rumah sakit masuk UGD dilayani ama dokter umum, bukan 
dokter kandungan, tapi apa iya kalau ada kasus kandungan yang gawat rumah sakit 
tidak bisa memanggilkan dokter kandungan? Nah, karena mungkin kurang 
pengetahuan, akhirnya dia hanya istirahat di rumah saja sambil nunggu dokter 
kandungan yang biasa dia kontrol kembali praktek Jumat sore, sedangkan menurut 
temen kantor yang kebetulan profesinya dokter juga tapi umum sudah bilang, 
lebih baik masuk rumah sakit saja karena pecah ketuban dini itu bahaya dan bisa 
menyebabkan melahirkan prematur. Akhirnya minggu malam pun dilahirkan dan pagi 
harinya baby nya meninggal.
Intinya, kalau sudah pecah ketuban, harus be careful banget karena bisa 
membahayakan si anak dan ibunya juga, ada kejadian lain lagi dari tantenya 
teman, si ibu kurang pengetahuan juga, sudah pecah ketuban tidak ke dokter, 
akhirnya tiba - tiba si ibu juga tidak terselamatkan apalagi anaknya sudah 
meninggal di dalam duluan.

Itu sharing tambahannya.
Cheers,
Mom Lia.




________________________________
From: few2603 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 6, 2008 12:09:54 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] just sharing: ttg air ketuban


Moms, 

Aku mau sharing sedikit nih. Seminggu yang lalu, aku dapat kabar 
buruk dari temenku. Bayi nya meninggal sesaat setelah dilahirkan, 
kata dokternya karena virus dan tali pusar si kecil menciut. 
Sebenernya agak simpang siur sih, agak kurang jelas gitu keterangan 
dari dok kandungannya. Sedih banget pas aku denger kabar ini. Cerita 
awalnya begini, tdnya istri temanku ini mau melahirkan secara normal, 
secara untuk menghemat biaya dan juga dia lebih suka lahiran normal. 
Tapi karena diagnosa dokter pinggul temanku ini kecil, akhirnya 
diharuskan caesar. 2 hari sebelum caesar, temenku ini sudah keluar 
lendir darah, 2x, pagi dan sore, tapi sewaktu dicek ke rmh sakit, 
kata susternya blm ada pembukaan, jadinya dia pulang lagi. Tapi 
anehnya dokternya tidak datang untuk cek, cuma lewat telp, bilang 
sudah ada pembukaan dan temenku ini tidak dikasih tau sudah pembukaan 
berapa. Akhirnya tiba hari caesar. TErnyata air ketuban temenku ini 
sudah hijau, tapi anehnya dokter bilang karena virus dan tali pusar 
yang menciut, sehingga suplai oksigen dan makanan kurang masuk ke 
dalam tubuh bayi, sehingga oksigen di paru2 dan otak kurang. 

Yang buat aku bingung, secara kalau tali pusar menciut, berat badan 
si bayi gk mungkin kan naik, malah kemungkinan tidak berkembang, ya 
kan moms? Tapi secara berat badan si bayi sekitar 3 kg lebih, berarti 
si bayi sehat kan?Sesudah itu, temenku tidak mau balik lagi ke dokter 
kandungannya, dia ke dokter umum langganan keluarga nya. Menurut 
diagnosa dokter umum ini, kemungkinan temenku terlambat, si bayi 
sudah keracunan air ketuban, karena air ketuban temenku sudah 
berwarna hijau. Secara kalau air ketuban yang masih bagus, berwarna 
bening. Anehnya, dokter kandungannya kok gk aware yah klo si bayi 
sudah meminum air ketuban? Apakah lewat usg dan diteksi detak jantung 
gk ketauan yah apakah si bayi keracunana air ketuban/tidak? Gimana sih 
cara ngatasin masalah kayak gini?Apakah jika usia kandungan sudah 
memasuki masa melahirkan (9bln) tapi tidak ada kontraksi, lebih baik 
mengambil jalan caesar?Karena ada temenku lagi, tapi dia untungnya 
tidak terlambat, karena pas besok nya mau caesar, subuh dini hari 
ternyata air ketubannya pecah dan berwarna hijau. Jadi langsung masuk 
operasi. 

Ini sekedar sharing, jika ada yang punya pengalaman yang mirip/sama, 
tolong sharing nya yah...jadi buat tambah2 info.Tx.

regards,
felicia

 


      

Kirim email ke