hi ... menurut saya, hampir setiap ibu memperlakukan anak menantu perempuannya denga standar yang sangat tinggi. sebab sayang ibu kepada anak laki-la.kinya. sepertinya tidak ada perempuan yang cukup baik untuk menjadi pendamping anak laki-lakinya. saya juga merasakan begitu. suami saya adalah penopang hidup keluearganya setalah ayahnya meninggal saat anak-anak masih kuliah. bemum mandiri. belum mapan. sementara ibu mertua-almh. adalah ibu rumah tangga asli. tanpa pekerjaan sampingan. bisa dibayangkan keadaan mereka saat ayah meninggal. saya sendiri memilih untuk tidak mendengarkan sampai ke hati apapun yang dikatakan almarhumah dulu. saya juga membatasi kontak langsung demi menghindari sakit hati karena salah paham yang sepele. saya berusaha menjelaskan kepada suami. saya tidak ingin suami merasa terpojok tharus memilih antara ibu dan istri. dan itu sangat sulit. bagaimana pun, yang bisa dlakukan hanya bersabar. semoga - kalau pun tidak terjadi hubungan yang mesra- tidak juga terjadi salah paham yang kian meruncing. berbahagialah bunda yang lain yang mendapatkan ibu mertua seperti ibunya sendiri. salam,
