Gak tahu juga ya, keluhan seperti ini mungkin dialami 90% istri. Saya sering dan senang berkonsultasi mengenai percekcokan rumah tangga muda. Hasilnya, permasalahan rumahtangga itu relatif sama (sekira 90%an) sebagai berikut:
1. istri/suami menganggap dirinya paling sengsara dibandingkan yang lain 2. istri membutuhkan sentuhan dan kata manis setiap hari, sementara suami tidak menganggap itu suatu hal yang penting untuk disampaikan tiap hari 3. pikiran dan perasaan istri fokus mencintai suami, sementara suami masih membagi perhatian ke keluarga sedarah dia, pekerjaan, hobi, dan teman lama/baru. 4. istri (yang di rumah) seharian ngejentul di rumah, ngurus anak, beres2 rumah, bla bla bla. Melelahkan & membosankan. istri menabung 'laporan' untuk dilaporkan kepada suami setelah pulang kerja: tingkah anak, kecelakaan anak, ompol, tetangga usil, adik ipar, bapak kos, segala cerita siap dilaporkan. sementara suami pergi kerja dengan semangat. segala energi, pikiran, perasaan, semangat dikerahkan untuk mencapai hasil terbaik untuk karir dan inkamnya. di kantor dia ketemu banyak masalah, begitupun di perjalanan, seringkali bikin stress. begitu pulang ke rumah, ia ibarat pelari maraton yang mencapai garis finish. ia ingin rehat, capek, damai, tenang, diem (karena seharian di kantor ngomong mulu). 5. istri sangat rentan dengan hal sekecil apapun, semua detail adalah penting bagi sitri, namun tidak bagi suami. suami terbiasa berfikir urgen atau tidak urgen, penting atau tidak pending, bisa ditunda atau tidak bisa ditunda. suami tidak bisa memenuhi segaia permintaan istri. contoh istri bilang ke suami: 'abang, saya kan tidak pernah minta apapun ke abang, saya cuma minta: kalo telat pulang kirim sms/telpon' minggu depannya: kalo pulang kerja, senyumlah sedikit minggu depannya: ceritakan kejadian di kantor/perjalanan minggu depannya: kalo di rumah, jangan diem aja, apa ke, melucu kek, minggu depannya: ksekali-keli manjain istri dong... istri selalu yakin bahwa permintaannya sepele dan tidak pernah menuntu banyak. Iya sih, hal kecil, tiap minggu bertambah, jadinya 52 hal kecil. disamping cari nafkah, menguruh orangtua/adik, cari tambahan, jaga kesehatan, bina relasi/silaturahim, nambah otak/belajar, dan hal lain masih banyak yang mau disampaikan namun belum tertata di pikiran saya secara runut, kesimpulannya: JIKA SUAMI GARING: 1. ISTRI BERFIKIR: APAKAH SAYA MEMBOSANKAN/TIDAK CANTIK/TIDAK DISAYANGI SUAMI/BERBUAT SALAH, APA SALAH SAYA? 2. SUAMI BERFIKIR: GAK PERLU MENUNTUT SEMUA ITU, JELAS-JELAS SAYA MASIH PULANG KE RUMAH, ARTINYA SAYA MASIH MAU MENDAMPINGI KAMU DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEHIDUPAN KAMU, KALAU KURANG KATA MANIS, MAFFKAN ENERGI DAN PIKIRAN SAYA SERINGKALI TIDAK CUKUP UNTUK ITU. JADI GAK USAH KUATIR KOQ, AKU MASIH SAYANG KAMU... Kalau di hari kerja suami garing, gak apa-apa, normal koq. Kalau di saat santai, weekend, cuti, suami sehat dan bugar, tidak ada masalah berarti, dan suami masih garing, nah itu baru harus diupgrade. Yang mau sharing boleh via yahoo messenger, [EMAIL PROTECTED], saya biasa online jam 16 sd jam 17 hari senin-jumat. Firman Juliansyah Office: VILLA MERAH Training & Software Provider Jl. Cicukang 73, Bandung, Indonesia 40294 Ph: +62 22 7808841, Fax: +62 22 7808841 Home: Kp Cijambe Rt 01 Rw 06, Jl Ajitunggal Gang Kenanga I No 32, Pasir Endah, Ujung Berung, Bandung, Indonesia 40619 Mobile Ph: +62 81 320 656 905 Email for Yahoo Messenger & Friendster: [EMAIL PROTECTED] Website kantor : www.villamerah.co.id, www.fieldma.com, www.indoenergi.co.id Website pribadi: http://profiles.friendster.com/12608683 Blog pribadi : http://bozzetto.blogs.friendster.com/bozzetto/
